Islam itu emang kayak harimau yang tidak henti-hentinya ngamuk..
Imam Bonjol yang membantai orang Minangkabau... DI NII Orang NU yang membantai ratusan ribu (jutaan?) pendukung Orde Lama bersama serdadu.. Bali, Jakarta dll. yang dibom Islam itu adalah binatang buas yang kudu dikirim kembali ke gurun pasir di Hejaz sono.. Indonesia kudu dibesihkn dari harimau itu. --- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> wrote: > > untuk pertama kalinya sayah sepakat dengan elo hook. tidak hanya sepakat, > tapi saya pernah sekian lama menjadi bagian dari komunitas super fanatik yang > bercita cita mendirikan "negara islam". ini yang gus dur bilang :"semangat > yang berkesudahan" (maksut gusdur : emang kalau sudah jadi negara islam trus > mau apa? trus mau pegimana? " > > semangat untuk menjadi sang "mesias" itulah yang ditawarkan penganut islam > sempalan kepada para pemuda. tidak sedikit mahasiswa yang berhenti kuliah, > karyawan yang berhenti bekerja, suami istri yang bercerai, ayah kehilangan > anaknya, . . . > > so, . . . ketika saya melihat item abu, uplik, jusplik, "menyerang" islam > dengan cara itu, saya ngelus dada. itu sama hal nya dengan membangunkan > harimau yang sedang tidur, dan sangat bisa terjadi si jack yang masih polos, > tiba2 ngebacot ke mana2 di dunia nyata kemudian modar tinggal nama. > > uplik bisa saja aman karena tinggal di holland, tapi orang macam jack, item, > atau kristen2 "nanggung" srbaiknya nddak ngomong asal jeplak tentang islam. > jangan membangunkan harimau yang lagi tidur. sangat mungkin terjadi, manusia > polos macan si jack ini yang akan jadi korban. petantang petenteng di dunia > maya, ngebacot sembarangan, terus modar. > > tidak ada yang lebih mengerikan dibanding perang antar agama. coba lihat 100 > page terakhir di proletar, betapa agresif nya orang kristen abal2 menyerang > dan menistakan islam di ladang proletar. trus . . . ketika uplik item dan > kawan2 berhasil menanam kebencian antar agama, ketika kemudi > an implikasinya terjadi di dunia nyata, yang rugi itu kita, oranf indonesia > yang tinggal di indonesia. sementara bajingan uplik, penghianat bangsa, > pengacau kantibnas, pemakan babi yang tidak bermoral cuma bisa tertawa sambil > ngisep tulang babi di holand. . . > > indonesia tidak butuh islam fundamental, tidak perlu penganut kristen > fundamental koplok seperti item abu, tak perlu juga islam kebliker kayak mus. > > kita terdiri atas berbagai suku, agama, ras dan golongan. seperti yang arra > bilang : "berbeda beda, namun tetap harus satu : indonesia" > > saya muslim. > namun jika ada yang mau mendirikan negara di dalam negara, saya siap berdiri > di depan untuk negara kesatuan republik indonesia. > > --- In [email protected], "kim" <kimhook@> wrote: > > > > --- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> > > wrote: > > ... > > > > >tidak jelas apakah ini penyanyi dangdut berbicara sebagai > > >penyanyi dangdut atau sebagai pribadi. > > ... > > > > Seperti pernah bilang sama orang Ulsan sana, hindarkan utk jadi > > pemadat agar tetap masih bisa dianggap sebage manusia. Kalo > > susah lepasin islam, teteplah jadi islam KTP. > > > > Repotnya dengan para pemadat itu, si pedangdut dengan menda- > > lami Islam, sepertinya dia menemukan jadi diri. Seperti me- > > nemukan akarnya. Padahal justru mengakibatkan dia menjadikan > > manusia busuk. > > > > Celakanya, boleh diakta hampir semua lapisan masyrakat ter- > > bawa hanyut untuk jadi pemadat. Dari wartawan sampe biduan > > Bimbo, rame-rame sepertinya menemukan jati diri, rame-rame > > mendalami Islam. > > > > Bisa jadi dikeluarga masing-masing terjadi kelainan juga. > > Dirasakan si adik atau abang, tiba-tiba berkelakuan yang tidak > > seperti biasanya. Berbaju koko dan mulai banyak diam dikamar. > > Obrolan pun menjadi tidak kelar, karena si abang atau si adik > > tersebut semakin hari semakin fanatik, seolah dialah yang pa- > > ling soleh dan islami. > > > > Kejadian seperti disebutkan diatas, menimpa seorang ayah > > yang bekerja dijawatan asuransi. Kaget bukan main bahwa > > anaknya telah didor Densus dengan kejadian di Solo. Si ayah > > tidak begitu jeli melihat situasi gelombang islam radikal > > yang sedang melanda negaranya. Tidak jeli malahan senang > > bahwa si anak lebih tekun mempelajari agama Islam. Hanya > > ya itu tadi, si ayah tidak mengira bahaya datang dari arah > > sana. > > > > Ironisnya, bukan saja negara Indonesia yang tertimpa wabah > > maut seperti beginian. Kalo kita cukup awas dan penasaran > > bagaimana dinegara lain apakah mengalami wabah yang sama ? > > > > Tidak salah, dinegara lainpun mengalami hal yang hampir > > serupa. Coba bentangkan atlas dunia dan telusuri mulai > > dari negara Maroko sampai dengan Chehchen, banyak orang > > tua yang tak mengira kalau anaknya akan berbuat nekad spt > > itu. > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
