Ga cuma orang Minang, orang Batak jg dibantai dan diperkosa.
>________________________________ > From: Bukan Pedanda <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Sunday, September 9, 2012 3:06 PM >Subject: [proletar] Re: rhoma - china - islam (Harimaunya ngamuk terus >kok....) > > > > > >Islam itu emang kayak harimau yang tidak henti-hentinya ngamuk.. > >Imam Bonjol yang membantai orang Minangkabau... > >DI NII > >Orang NU yang membantai ratusan ribu (jutaan?) pendukung Orde Lama bersama >serdadu.. > >Bali, Jakarta dll. yang dibom > >Islam itu adalah binatang buas yang kudu dikirim kembali ke gurun pasir di >Hejaz sono.. > >Indonesia kudu dibesihkn dari harimau itu. > >--- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> >wrote: >> >> untuk pertama kalinya sayah sepakat dengan elo hook. tidak hanya sepakat, >> tapi saya pernah sekian lama menjadi bagian dari komunitas super fanatik >> yang bercita cita mendirikan "negara islam". ini yang gus dur bilang >> :"semangat yang berkesudahan" (maksut gusdur : emang kalau sudah jadi negara >> islam trus mau apa? trus mau pegimana? " >> >> semangat untuk menjadi sang "mesias" itulah yang ditawarkan penganut islam >> sempalan kepada para pemuda. tidak sedikit mahasiswa yang berhenti kuliah, >> karyawan yang berhenti bekerja, suami istri yang bercerai, ayah kehilangan >> anaknya, . . . >> >> so, . . . ketika saya melihat item abu, uplik, jusplik, "menyerang" islam >> dengan cara itu, saya ngelus dada. itu sama hal nya dengan membangunkan >> harimau yang sedang tidur, dan sangat bisa terjadi si jack yang masih polos, >> tiba2 ngebacot ke mana2 di dunia nyata kemudian modar tinggal nama. >> >> uplik bisa saja aman karena tinggal di holland, tapi orang macam jack, item, >> atau kristen2 "nanggung" srbaiknya nddak ngomong asal jeplak tentang islam. >> jangan membangunkan harimau yang lagi tidur. sangat mungkin terjadi, manusia >> polos macan si jack ini yang akan jadi korban. petantang petenteng di dunia >> maya, ngebacot sembarangan, terus modar. >> >> tidak ada yang lebih mengerikan dibanding perang antar agama. coba lihat 100 >> page terakhir di proletar, betapa agresif nya orang kristen abal2 menyerang >> dan menistakan islam di ladang proletar. trus . . . ketika uplik item dan >> kawan2 berhasil menanam kebencian antar agama, ketika kemudi >> an implikasinya terjadi di dunia nyata, yang rugi itu kita, oranf indonesia >> yang tinggal di indonesia. sementara bajingan uplik, penghianat bangsa, >> pengacau kantibnas, pemakan babi yang tidak bermoral cuma bisa tertawa >> sambil ngisep tulang babi di holand. . . >> >> indonesia tidak butuh islam fundamental, tidak perlu penganut kristen >> fundamental koplok seperti item abu, tak perlu juga islam kebliker kayak mus. >> >> kita terdiri atas berbagai suku, agama, ras dan golongan. seperti yang arra >> bilang : "berbeda beda, namun tetap harus satu : indonesia" >> >> saya muslim. >> namun jika ada yang mau mendirikan negara di dalam negara, saya siap berdiri >> di depan untuk negara kesatuan republik indonesia. >> >> --- In [email protected], "kim" <kimhook@> wrote: >> > >> > --- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> >> > wrote: >> > ... >> > >> > >tidak jelas apakah ini penyanyi dangdut berbicara sebagai >> > >penyanyi dangdut atau sebagai pribadi. >> > ... >> > >> > Seperti pernah bilang sama orang Ulsan sana, hindarkan utk jadi >> > pemadat agar tetap masih bisa dianggap sebage manusia. Kalo >> > susah lepasin islam, teteplah jadi islam KTP. >> > >> > Repotnya dengan para pemadat itu, si pedangdut dengan menda- >> > lami Islam, sepertinya dia menemukan jadi diri. Seperti me- >> > nemukan akarnya. Padahal justru mengakibatkan dia menjadikan >> > manusia busuk. >> > >> > Celakanya, boleh diakta hampir semua lapisan masyrakat ter- >> > bawa hanyut untuk jadi pemadat. Dari wartawan sampe biduan >> > Bimbo, rame-rame sepertinya menemukan jati diri, rame-rame >> > mendalami Islam. >> > >> > Bisa jadi dikeluarga masing-masing terjadi kelainan juga. >> > Dirasakan si adik atau abang, tiba-tiba berkelakuan yang tidak >> > seperti biasanya. Berbaju koko dan mulai banyak diam dikamar. >> > Obrolan pun menjadi tidak kelar, karena si abang atau si adik >> > tersebut semakin hari semakin fanatik, seolah dialah yang pa- >> > ling soleh dan islami. >> > >> > Kejadian seperti disebutkan diatas, menimpa seorang ayah >> > yang bekerja dijawatan asuransi. Kaget bukan main bahwa >> > anaknya telah didor Densus dengan kejadian di Solo. Si ayah >> > tidak begitu jeli melihat situasi gelombang islam radikal >> > yang sedang melanda negaranya. Tidak jeli malahan senang >> > bahwa si anak lebih tekun mempelajari agama Islam. Hanya >> > ya itu tadi, si ayah tidak mengira bahaya datang dari arah >> > sana. >> > >> > Ironisnya, bukan saja negara Indonesia yang tertimpa wabah >> > maut seperti beginian. Kalo kita cukup awas dan penasaran >> > bagaimana dinegara lain apakah mengalami wabah yang sama ? >> > >> > Tidak salah, dinegara lainpun mengalami hal yang hampir >> > serupa. Coba bentangkan atlas dunia dan telusuri mulai >> > dari negara Maroko sampai dengan Chehchen, banyak orang >> > tua yang tak mengira kalau anaknya akan berbuat nekad spt >> > itu. >> > >> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
