Bila diperhatikan runtuhnya, jelas dengan sebab buatan. Ketika bencana Merapi pertama terjadi, yg namanya wilayah Mbah Marijan berlokasi di tebing dimana diatasnya pohon dan rumput, begitu wedhus gembel lewat maka semua meninggal dengan debu yg cukup tebal, dan bangunan masih utuh.
Analisa menjelaskan bahwa Wedhus gembel datang dari sisi bukan dari atas karena panas wedhus gembel tidak mungkin loncat loncat. Pada saat letusan kedua terjadi disatu wilayah ada 2 pondok bambu setengah permanen, dan rubuh ( bukan terkena benturan kejatuhan benda keras ) dimana rubuhnya termasuk unik, aku dan teman ku cukup lama memperhatikan, mengapa bangunan tersebut rubuhnya tidak ada yg ke samping, seperti kena godam besar dari atas, dan masih rapi pula, analisa terakhir menduga panas wedhus gembel yg teramat sangat tinggi. Panas wedhus gembel memang menakutkan sekali wess bisa diatas 1000 C°, dan aku setuju karena bila dibandingkan dengan panas blower di dapur ku bisa sampai ke angka 600 C° tangan tidak kuat kena embusannya. Kembali ke WTC 7, bila panas yg membuat rubuh bak kena godam, apalagi berbahan baja, tentunya dibutuhkan panas yg lebih tinggi dibandingkan dengan wedhus gembel, karena jatuh/rubuhnya WTC 7 tidak menyamping melainkan rubuh kebawah, adalah mustahil bila tidak dibantu oleh tangan manusia. Sebenarnya sama halnya dengan menara kembar WTC, sampai saat ini masih menjadi tanda tanya mengapa rubuhnya tidak ke samping, bila di bilang pesawat menabrak salah satu sisi, maka sewajarnya bangunan roboh ke sisi yg tertabrak karena di sekitar situ ketahanan menahan bangunan menjadi lemah. Bandingkan dengan pesawat yg menabrak Pentagon, puing bekas tabrakan berserakan kekanan dan kiri, meninggalkan lubang bekas tabrakan. Apa ada analisa lain yg sederhana logikanya ? ----- Original Message ----- From: "johny_indon" <[email protected]> dan hampir semua orang tidak pernah tau ada satu gedung lagi yg luluh lantak saat 9/11 tapi nyaris tidak pernah 'diberitakan', yaitu wtc 7. kenapa keruntuhan gedung berlantai 47 itu hampir tidak pernah diberitakan? jangan2 karena tidak ada pesawat yg nabrak gedung itu. http://www.youtube.com/watch?v=8T2_nedORjw --- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Komentar yang menarik. > > Kalau rajin baca-baca tentu bisa ditemukan tulisan-tulisan > sejenis. Kualitas & intensitasnya pun semakin meyakinkan -- > seirama saja dengan kasus-kasus teror di Indonesia yang semakin > menemukan jejak-jejak anjing nekolim. > > Pertanyaan tentang kebenaran itu menarik, dan memang selalu > menggugah. Sayangnya akan selalu buntu pula ketika dihadang > pertanyaan, "kebenaran versi siapa?". > > Di Indonesia sekarang ini pun berlangsung perebutan kebenaran > dalam peristiwa '65. Baik para korban maupun pihak seberangnya > sama-sama mencari kebenaran dengan arah yang berlawanan. Sehingga cukup > menggelikan melihat kita, manusia, begitu sibuknya mencari- > cari sesuatu yang begitu terang-benderang di depan mata. > > Kebenaran.. > > Binatang apakah itu?? > > Punya jawabnya? > > > --- Harry Adinegara <sans_culotte_30@> wrote: > > > Tulisan "orang dalam" Paul Craig Roberts ,beliau adalah assisten > > Bidang Keuangan dalam era Presiden Reagan. > > Banyak tulisan baik dari pengamat politik maupun para pakar > > science yang meragukan kejadian peristiwa 9/11 itu sebagai tindak > > teror oleh Osama Bin Laden. > > > > Dibawah di uraikan secara detail bahwa dilihat dari aspek ambruknya > > dua gedung WTC itu sebenarnya adalah semacam > > ....controled demolition. Ngak akan ada sebuah gedung pencakar > > langit akan ambruk secara rapih akibat ditabrak pesawat terbang. > > Bagi pengamat kejadian ini, memang rasanya begitu rapih ambruknya > > gedung ini, "meluncur" kebawah dan tidak tumbang ngalor ngidul. Ini > > adalah akibat suatu demolition secara presisi yang diatur oleh > > tehnisi yang canggih. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
