Sejarah mata uang dan masa depan geo-politik, geo-ekonomi, geo-sosial, dan 
geo-seksual dunia...

 

___

 

Singkatnya, awal mula perdagangan dilakukan dengan value emas, sehingga emas 
menjadi suatu nilai yang dipersepsikan sebagai standar perdagangan di zaman 
baheula. Namun emas dianggap sbg suatu yg tidak praktis.

 

Dengan kecerdasan manusia, maka para yahudi menciptakan suatu sistem baru yg 
disebut dengan uang. Ini sebenarnya hasil inovasi genius para yahudi, karena 
sistem mata uang itu sebelumnya belum ada, dan menjadi ada. Sistem ini pada 
awalnya menggunakan sistem konversi, yaitu nilai mata uang yang dicetak oleh 
suatu negara harus senilai dengan simpanan cadangan emasnya.

 

Perhitungan sederhananya adalah, apabila suatu negara punya 10 ton emas di bank 
central, dan 1 gram emas bernilai 500.000 rupiah, maka negara itu wajib menjaga 
cetakan uang-nya menjad senilai  5.000.000.000.000

 

Namun setelah perang dunia kedua, Amerika Serikat sudah tidak menjaga sistem 
mata uang berbasis atau senilai/setara simpanan emasnya, karena mereka 
menganggap mata uang mereka yang menjadi patokan standar.

 

Sebenarnya dalam hukum perdagangan supply and demand, emas juga tidak terlalu  
fundamental, secara fungsional, emas bukanlah barang yang bernilai guna selain 
hanya mempunyai nilai sejarah sebagai standar value perdagangan.

 

Nilai guna emas dibandingkan nilai guna gas dan minyak, jauh lebih berperan 
nilai guna gas dan minyak, karena gas dan minyak adalah dua komoditas konsumsi, 
dan produksi. Untuk itulah di amerika juga sudah ada bank yang menggunakan 
sistem konversi gas dan minyak.

 

Misal anda mempunyai uang 1.000.000 usd, dan harga minyak usd 100 per barrel, 
maka anda bisa menyimpan investasi uang anda kedalam investasi minyak atau gas, 
artinya ketika uang yang anda taruh adalah 1.000.000 usd dan harga minyak usd 
100, maka anda akan mempunyai nilai simpanan 10.000 barrel minyak. Namun harga 
minyak dan gas juga cukup fluktuatif, sehingga ketika harga minyak per 
barrel-nya turun menjadi usd 70, maka simpanan anda jika dikurs-kan usd maka 
menjadi 700.000 usd, sebaliknya, apabila harga minyak melambung menjadi usd 150 
per barrel, maka simpanan anda jika dikonservasikan kedalam usd maka menjadi 
1.500.000 usd

Dunia selalu berubah, dan sistem-sistem tata kelola manusia, baik tata kelola 
politik, ekonomi, kebudayaan, kepercayaan, ideologi, akan selalu mengalami 
perkembangan, terutama di drive oleh teknologi.

 

Setelah sistem mata uang kertas dan giral, sekarang karena ada revolusi 
digital, maka ada mata uang digital pula.

+++

 

Sejak amerika sudah tidak menjaga nilai mata uangnya setara dng nilai emas 
seperti sistem baku dunia, maka disinilah sebenarnya titik masalah. USD sangat 
dominan menjadi nilai mata uang tunggal, baik sebagai mata uang perdagangan dan 
pinjaman. Pinjaman ke IMF dan World Bank sering menggunakan mata uang USD.

 

Benua Eropa yang mengawali untuk menghindari mata uang usd sbg sistem mata uang 
tunggal dengan euro-nya. Semula Euro dibuka di tahun sekitaran 1999-2000 
senilai 0.8-0.9 dari nilai mata uang usd, namun saat ini Euro sudah berada di 
level 1.2-.1.3 diatas nilai mata uang usd

 

Sejak Eropa menggunakan Euro, praktis negara-negara cublak-cublak suweng, atau 
negara bola sepaknya para jagoan-jagoan westerner eropa amerika, atau 
negara-negara domba-lah yang masih menggunakan mata uang usd sbg mata uang 
perdagangan dan pinjaman, serta investasi. China Tiongkok, Russia, Jepang, yang 
punya cash solid-pun, bahkan tak lepas meng-investasikan uangnya dalam bentuk 
USD kedalam pinjaman ke negara Amerika.

 

Namun kira-kira tahun 2009, PM. Vladimir Putin didalam forum ekonomi Davos 
meng-inisiasi sistem mata uang multipolar. Gagasan ini didukung oleh 
gang-bang-nya dari China Tiongkok, yaitu Hu Jin Tao.

 

Usulan negeri Russia dalam pertemuan ekonomi Davos merekomendasikan

1. Perdagangan bilateral sudah tidak wajib lagi menggunakan mata uang usd

2. Pinjaman di IMF sudah tidak harus lagi menggunakan mata uang USD, tapi bisa 
yen, yuan, rubbel, dan mata uang apapun

 

Usulan ini disambut baik, dan juga punya implikasi di Indonesia. Setelah adanya 
usulan ini maka Indonesia Tiongkok, dan Asia Tenggara - Tiongkok, bertransaksi 
bilateral dengan mata uang masing-masing.

 

Indonesia Tiongkok secara bilateral sudah bisa menggunakan transaksi yuan 
rupiah.

 

Bank-bank di Indonesia sudah banyak menjual yuan tiongkok dan mentransfer uang 
ke negeri tiongkok dalam beberapa menit.

 

Singkatnya ini sejarah baru, indonesia tiongkok, ataupun indonesia-->asia 
tenggara sudah bisa bertransaksi menggunakan mata uang-nya masing-masing.

 

+++

Tapi perlu di-ingat, draft USULAN ini dimunculkan dari NEGERI RUSSIA aka 
Vladimir Putin, dan China Tiongkok aka Hu Jin Tao. Kalau tidak ada dua draft 
usulan tsb yang diterima secara internasional, maka ya tidak mungkin bisa 
terjadi perdagangan indonesia-tiongkok dng mata uang masing-masing

+++

 

Penggunaan mata uang menghindari USD semakin meluas, selain kawasan eropa 
(euro), saat ini BRIC (Brazil Russia India China) juga bertransaksi tidak 
dengan mata uang USD, dan usulan terakhir di pertemuan G20 kemaren di 
Vladivostok Russia, yang tanpa kedatangan Amerika, di-inisiasi perdagangan Asia 
Pasifik tidak menggunakan mata uang USD lagi.

 

Namun beberapa perubahan ini bukannya membawa resiko:

1. Mata uang USD yang semula mendominasi dan ternyata menjadi cadangan terbesar 
negeri China, Russia, Jepun, apabila tiba-tiba melorot, maka juga akan menarik 
krisis di China, Russia, dan Jepun. Untuk itulah China, Russia, Jepun, 
mengurangi simpanan mata uang-nya dalam bentuk USD, dan lebih banyak 
menderivasi-nya kedalam bentuk lain semisal emas. Di tahun 2011 harga emas 
melonjak pesat akibat demand yang sangat tinggi dari negara-negara yang 
men-swap cadangan USD ke cadangan emas

 

2. Sistem mata uang multipolar bukannya tidak mengandung resiko. Misal terjadi 
perdagangan tiongkok indonesia, dan tiongkok dibayar rupiah, bagaimana tiongkok 
percaya bahwa rupiah indonesia stabil dan mempunyai stabilitas tinggi?

 

Kekurangan sistem ini mungkin bisa diatasi dengan cara derivasi cadangan, misal 
sebuah negara melakukan simpanan mata uang-nya dalam berbagai mata uang dan 
komoditas, sebagai contohnya, simpanan mata uang swiss, yuan, rubbel, plus 
emas, minyak, gas yang menjadi komoditas yang masih bertahan dalam jangka 
panjang.

 

Bahasa Kenya-nya, filosofi derivasi investasi adalah, 'jangan menaruh 10 telor 
di keranjang yang sama'

 

+++

Tentang mata uang USD

 

Saya punya pikiran kotor/tuduhan/dakwaan kepada Amerika:

Saat ini Amerika mempunyai hutang sangat besar, sekitar 16 trillion usd, dan 
tiap tahun budget mereka deficit sekitar usd 1 trillion lebih. Kreditur mereka 
adalah China Tiongkok, Jepun, Russia, Uni Eropa, dlsb.

 

Negara-negara kuat tsb tentu tahu apabila nilai mata uang usd sudah jauh 
melebihi aset riil fundamentalnya, atau nilai real sesungguhnya. Disini bisa 
terjadi Amerika menggunakan standar ganda.

 

Ambil contoh, saat ini nilai publish USD ke Rubbel Russia adalah sekitaran 30 
rubbel. Bisa jadi supaya amerika tetap bisa mendapat loan dari Russia maka 
sebenarya mereka menggunakan nilai ganda, misal ada perjanjian di 'bawah 
tangan' bahwa rubbel russia yang menjadi pinjaman amerika dinilai sebesar 10 
rubbel saja per 1 usd, tapi nilai publishnya adalah 30 rubbel.

 

Dalam transaksi real G to G, atau government to government, mereka menggunakan 
nilai real 1 usd senilai 10 rubbel, namun dalam publish rate Russia menyatakan 
bahwa 1 usd = 30 rubbel untuk menjaga keamanan usd bagi negara-negara dunia 
ketiga yang sangat mudah dipengaruhi psikologisnya.

 

Tidaklah salah jika nilai transaksi real tidak harus selalu sama dengan nilai 
publish rate. Bukankan didalam bisnis kita juga sering melakukan hal ini, 
melakukan publish rate yang tinggi, dan didalam transaksi realnya menggunakan 
nilai yg jauh lebih rendah?

 

Tujuannya apa? ya pencitraan, agar seolah-olah usd di negara-negara maju dan 
kuat tetap perkasa, tapi sebenarnya mereka punya perjanjian khusus di 'bawah 
tangan' bahwa nilai usd sudah 3x-5x dibawah harga publish rate, ini untuk 
menjaga gengsi nilai usd, sekaligus supaya negara-negara ketiga yang 'plonga 
plongo' dan tidak mempunyai senjata kuat untuk melawan dominasi usd, ini tetap 
percaya kepada nilai usd.

 

Contoh konkritnya sbb:

Amerika sangat membutuhkan loan pinjaman untuk operasional agar negaranya tetap 
berjalan

 

Mereka ingin pinjam ke Russia, tapi Russia tahu nilai mata uang USD sudah tidak 
punya nilai fundamental seperti nilai rate published.

 

Nilai rate publishnya adalah 1 usd=30 rubbel

Tapi nilai bawah tanggannya adalah 1 usd 10 rubbel

 

Russia meminjamkan 30.000.000.000 rubbel, sehingga di nilai rate publish maka 
senilai 1.000.000.000 usd

 

namun nanti Amerika harus mengembalikan uang  tsb (belum dng loan interest) dng 
cara nilai real dibawah tangan, yaitu, 3.000.000.000 usd kepada Russia  (1 
usd=10 rubbel)

 

sistem nilai standar ganda ini orisinal pemikiran saya, tapi itu sangat 
memungkinkan dilakukan oleh para westerner yang kreatif, innovatif, dan 
sekaligus menikmati ketololan bangsa timur atau negara ketiga yang mudah 
disetir baik dalam sistem global politik, ekonomi, ideologi, dan pemikiran 
lainnya.

 

+++

 

Konon kabarnya Amerika menyerang Iraq dan Libya, karena mereka menjual minyak 
sudah tidak menggunakan mata uang usd, namun Eropa dan negara kuat senjata yang 
bertransaksi tidak dengan mata uang usd tidak pernah diserang oleh Amerika. 
Untuk itulah ada analisis bahwa Vladimir Putin memperkuat persenjataan untuk 
melindungi negara-negara dunia ketiga yang ingin melepaskan diri dari 
perdagangan mata uang usd, dan dilindungi oleh senjata Russia. Namun satpam 
Russia menyediakan fasilitas keamanan ini, sebagai layanan gratis add-on kepada 
negara ketiga, atau layanan berbayar, saya tidak tahu alias wallahualam...

 

+++

 

Saat ini fokus dunia memang dalam bidang ekonomi, kecuali Indonesia, fokusnya 
lebih ke bagaimana letak mesjid yang harus menghadap  ke mekah dengan akurasi 
tinggi, atau bagaimana membaca Al-Quran yang harus 100% mirip dengan cara 
membaca orang Arab, atau fokus pembahasan implikasi pemimpin bukan moslem bagi 
negara indonesia yang geografisnya khusus digerakan oleh Allah.

 

Indonesia terletak diantara dua samudera dan dua benua, namun geografis negara 
lain, bergerak secara dinamis murni karena gerakan alam (geografi bumi), hampir 
seluruh muka bumi ini digerakan secara natural oleh kondisi material bumi itu 
sendiri, kecuali wilayah Indonesia, khusus Indonesia, apabila terjadi geseran 
lempengan bumi, itu bukan akibat mekanisme interdependensi sebab akibat dari 
geologis bumi, tapi itu semua digerakan oleh Allah.

 

Indonesia, seperti kata Ir. Soekarno, pendiri negara Indonesia,  harus 
mempunyai jati dirinya sendiri, harus punya identitasnya sendiri, harus punya 
"weltaunschauung-nya" sendiri, untuk itu bisa dimaklumi apabila ahli geologi 
menyimpulkan gempa di hawaii, pakistan, kuba, itu murni karena geseran 
lempengan bumi, atau fenomena hujan di amerika, russia, jerman, itu adalah 
fenomena natural, maka sebagai negara yang harus mempertahankan jati diri dan 
weltanschauungnya sendiri, maka semua fenomena alam di Indonesia pastilah itu 
semua akibat digerakan oleh Allah, termasuk datangnya hujan itu pasti karena 
kehendak Allah.

 

+++

 

Saat ini, para forbesian rata-rata datang dari perusahaan teknology. Ini 
menunjukan bahwa era revolusi industry telah berganti kepada era revolusi 
digital yang kreatif dan innovative.

 

IBM dan Apple sebagai perusahan teknologi mampu mencatatkan diri menjadi negara 
yang mempunyai kapitalisasi terbesar di dunia, dan kas Apple saat ini lebih 
dari usd 100 billion, melebihi cadangan devisa negara indonesia yang juga 
sekitaran usd 100 billion.

 

Dengan fakta ini, maka ide kreatif dan innovative-pun telah mampu membuktikan 
diri sebagai alat atau methode menggenerate money...

 

tapi seperti pepatah orang kenya, jangan dilupakan..."jangan menaruh telur di 
satu keranjang"

 

jadi investasi komoditas fundamental sama pentingnya dengan investasi idea 
generator, atau investasi otak kreatif innovative

 

Kedua sumberdaya ini (komoditas raw material yg fundamental dan kecerdasan otak 
kreatif dan innovative) harus mampu di-sinergikan secara optimal dan sensual...

 

 

23+9^12

 

@ws..

 
(Saat ini sedang menjadi siswa di MIT, dalam bidang study: Sastra Ekonomi 
Pancasila Fakultas Computer Science)

 

 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke