> "suryana" <gsuryana@...> wrote: > Senyum kecut......heran juga ada > pasiennya, biasa di Indonesia di > sebut tukang gigi, dan sekarang > mulai berkurang dengan > bertambahnya dokter gigi. Di > India padahal obat obatannya murah > banget dibandingkan dengan > Indonesia. Tukang gigi di Indonesia > terus berkurang karena sulit > diwariskan ke anaknya.
Tukang bikin gigi disebut "technicker gigi", ilmunya dan sekolahnya berbeda dari dokter gigi. Jadi kepandaian tekniker gigi itu dari sekolah kejuruan, ada diplomanya, jadi bukan ilmu warisan atau diwariskan. Tekniker gigi juga buka praktek, tapi langganannya adalah dokter gigi bukan pasien gigi. Dokter gigi mengukur gigi2 pasiennya dan menyusun letaknya untuk kemudian dikirimkan ukuran2 ini kepada tekniker gigi agar dibuat seseuai spec yang diminta oleh dokter gigi. Kemudian setelah selesai pesanan ini oleh tekniker gigi dikirim kembali ke dokter gigi kemudian dipasang ke mulut pasiennya. Demikianlah hubungan teknis, medis dan hukumnya antara tekniker gigi, dokter gigi dan pasien2nya. Jadi kalo ada tekniker gigi yang menerima pasien yang seharusnya ke dokter gigi, namanya salah jalan, namanya sesat, namanya melanggar hukum dan ini bisa ditangkap dan dipenjarakan. Apalagi ada tekniker gigi yang menyuntik anestesia ke gigi pasien untuk mencabut gigi, jelas ini berbahaya, bisa terkena infeksi, bisa terjadi perforasi, bisa mengakibatkan perdarahan yang parah hingga pasiennya mati. Sedangkan dokter gigipun kalo mau mencabut gigi pasiennya harus memastikan dulu bahwa Hb darah pasien cukup, jarus memastikan bahwa gigi yang akan dicabutnya adalah gigi yang normal. Oleh karena itu, pengetahuan dan pengalaman dokter gigi disini jauh sangat mendalam dan lebih lengkap peralatannya karena untuk memastikan keamanan pencabutan giti itu tersedia alat rontgen, tersedia lab, dan tersedia O2 untuk membantu pernafasan. Memang sekitar 80% masyarakat giginya normal sehingga tukang gigi bisa mudah melakukannya tanpa resiko side effek. Tetapi bukan bearti side effek yang berbahaya tidak ada. Banyak pasien yang mati jadi korban tekniker gigi yang praktek gelap seperti ini. Dan untuk membayar praktek gelap seperti ini tidak lebih murah daripada pergi langsung kedokter gigi. Sekolah untuk menjadi tekniker gigi banyak di Amerika, tapi saya yakin juga ada di Indonesia yang bisa anda tanyakan ke sekolah perawat gigi. Alat2 tekniker gigi jauh lebih mahal, lebih banyak dan lebih canggih dari bengkel sepeda. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
