sumpah mus, kpala saya pusing baca tulusan sampeyan. gini aja deh , jawab dengan "ya" atau "tidak" pertanyaan saya berikut ini : "mus pernah nonton film the last samurai dari awal sampai akhir nddak? " saya ulangi , cukup jawab dengan "ya" atau " tidak". itu saja.
--- In [email protected], Muskitawati <muskitawati@...> wrote: > > Nilai2 Ksatria memang mengagumkan, tapi menentang alam modernisasi untuk atau > demi mempertahankan nilai2 Ksatria sama sekali tidak mengagumkan, karena alam > modernisasi membuka kesempatan lebih banyak dalam memilih nilai2 yang lebih > berguna bagi masing2 individu yang tidak sama, tidak harus sama, dan tidak > boleh disamakan. > > Jiwa ksatria menanamkan nilai2 masa lalu yang tidak boleh diubahnya. > Jiwa modernisasi menanamkan nilai2 yang boleh ber-ubah2 dalam menemukan > nilai2 baru yang bebas diubahnya lagi. > > Demikianlah filem "The Last Samurai" sebuah filem yang menggambarkan > berakhirnya sebuah nilai tapi bukan berarti hilangnya sebuah nilai. Hal > inilah yang sekarang menghinggapi umat Islam yang selalu menganggap nilai2 > lain merupakan ancaman yang harus dimusnahkannya. Dilain pihak umat Islam > yang menerima modernisasi tidak menganggap nilai2 lain sebagai ancaman, > melainkan merupakan pilihan nilai2 tambahan yang lebih menyempurnakan nilai2 > lama yang diterimanya. > > Apakah konflik nilai2 dalam Islam sekarang harus diselesaikan dengan saling > memusnahkan ??? Atau kita selesaikan dengan cara2 yang kompromistis yang tak > perlu saling memusnahkan. > > > "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> wrote: > > dialog antara kaisar dengan ksatria samurai. > > dalam film "the last samurai". sang kaisar > > bertanya : "ceritakan bagaimana ksatria itu > > mati? " dengan calm tom cruise menjawap "saya > > akan menceritakan bagaimana ksatria samurai > > itu saat hidup! " > > Benar, sang ksatria saat hidupnya gagal memaksakan nilai2-nya hingga terpaksa > muncul nilai2 baru yang tidak boleh dipaksakan kepada semua orang dimana > memberi kesempatan untuk memilih tanpa diharuskan menjadi ksatria. > > > btw mus . . . elo boleh ngaku ngaku sebagai > > muslimah, tapi tulisan tulisan elo di prol > > sangat jelas menampakkan bahwa elo tak lebih > > daripada misionaris koplok yang nista lagi > > menjijikan. > > Jangan salah sasaran untuk menista pribadi lawan diskusi anda, karena > muslimah itu hanyalah status relatif darimana seseorang berasal seperti juga > status ksatria yang relatif tidak boleh memaksakan nilai2 ke-ksatria-annya. > > Jadi ksatria yang dirumuskan wajib memaksakan nilai2 sudah berakhir dalam > "the last Samurai", sama nasib seorang ulama, seorang muslimah, seorang > muslimin yang boleh tetap memegang status yang dilabelkannya, tapi sudah > tidak boleh lagi memaksakan nilai2nya, tapi cukup untuk dipakai pembanding > sejarah masa lalu dalam memilih nilai2 baru yang bisa lebih berguna bagi > masing2 individu yang kepentingannya ber-beda2 dan memang tidak perlu sama > atau disamakan. > > Sebutlah itu "The Last Samurai" > Sebutlah itu "The Last Muslimah" > Sebutlah itu "The Last Prophet" > Sebutlah itu "The Last Ulama" > Sebutlah itu "The Last Muslimin" > Sebutlah itu "The Last Missionary". > > Label dan fungsinya tidak perlu hilang, hanya cara2 penggunaannya saja > berubah bukan hilang, yaitu sekedar pembanding dalam menciptakan nilai2 baru > yang lebih baik, lebih manusiawi dan lebih membawa kebahagiaan yang masing2 > ber-beda2 dalam menikmatinya. > > Jadi filem "The Last Samurai" menceritakan berakhirnya pemaksaan nilai2, > seperti nilai2 Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Buddha, dan Missionaries > seperti berakhirnya nilai2 ksatria yang diagungkan dimasa lalunya tapi jadi > hambatan dimasa sekarang dan masa depan yang menghadapi lebih banyak > komplexitasnya yang tidak bisa lagi menggunakan nilai2 yang statis sifatnya. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
