Jak Pontana ogah pinter, dia membaca, mengambil kesimpulan sendiri dan 
menulis sendiri, tanpa peduli bahwa tulisannya kacaw.
Kadang kasihan juga sih, karena daya nalar kritisnya tidak ada, sehingga apa 
yg dibaca dan di tulis siapapun juga selama musuh Islam akan dianggap sebuah 
dogma kebenaran.
Tidak pernah ngeh di Indonesia bila benar Islam seperti yg ditulis oleh yg 
anti Islam, maka minoritas sudah bablas semua.

Memang suka ada kekhawatiran bagi minoritas setelah membaca berita berita 
sepihak, seperti halnya Palestina
Bila ada berita Israel menembak warga Palestina kesenangan, begitu tahu 
bahwa di Palestina juga ada Kristen dan Yahudi dan apalagi bila dijelaskan 
bahwa luas Palestina tidak lebih besar dari kota Bogor, baru pada melongo, 
dan serba kikuk.
Yg ini jelas penyebabnya, berita yg didapat hanya dari 1 pihak, dan tidak 
memakai pola pikir kritis.

Bro Wawan biarpun menjadi Atheis setelah meninggalkan Islam, masih bisa 
dibilang jujur, biarpun alasannya dibuat sederhana, minimal memiliki alasan 
jelas, lha yg bukan Islam bisa membenci Islam alasannya dikarenakan berita 
dan kelakuan oknum oknum frustasi dianggap sebagai bahaya besar, dilain 
pihak ketika sebuah ( SEBUAH NEGARA ) yg tidak tunduk ke Amerika maka di 
obrak abrik sampai mengakibatkan ratusan ribu pengungsi siapa yg peduli ?
Bila di beritakan bahwa banyak ngungsi ke negara kafir dianggap sebagai 
sebuah kebenaran mutlak.
Indonesia biar bagaimanapun banyak menampung pengungsi dari negara yg sedang 
perang saudara, dan dari sekian banyak ada yg lari lagi, karena utk 
Indonesia pengungsi tidak bisa bebas begitu saja, rugi buat Indonesia bila 
di lepas begitu saja, dan berdiri lah kantung kantung pengungsi dengan biaya 
dibayar oleh PBB.

Pola pikir kritis memang butuh stamina yg cukup lama, dan rasa ketakutan yg 
sudah kadung merasuk sukma secara psikologis mengakibatkan penolakan tanpa 
nalar lagi.

Yg aku heran belum ada yg menjawab mengapa negara yg mayoritas Islam semisal 
Arab Saudi, Brunei ( barusan mantuan aje gile pestanya ), Qatar, Kuwait, 
Malaysia tidak terjamah oleh berita teroris segala macem.

Sekali pikiran sudah terpatri bahwa sesuatu itu salah maka biarpun sesuatu 
itu benar akan dianggap tetap salah.

Hal ini terlihat dari tingkah JQ yg setelah adiknya modar tidak ada yg 
melayat langsung meraung raung di Prol selama 12 tahun dan semakin menjadi 
jadi, karena keinginannya pro JQ apa anti, tidak ada lagi abu abu, yg ada 
pro dan anti, bila anti maka dianggap musuh, dianggap harus di fitnah, 
dilecehkan, dimaki maki dengan harapan seluruh dunia tahu.
Loper koran rms abal abal dalam hal tertentu masih oke, semisal menjadi 
loper koran infomatif yg tidak ada hubungan dengan Islam dan Indonesia hanya 
di forwads thok, tanpa ada komentar.
Kim Mo Hook memang sejak awal sudah ngiwai ( istilah cina sunda artinya 
miring ), pernah ke Sukabumi dan pernah juga menulis bagaimana perempuan 
Sukabumi masih banyak yg cantik, bagaimana naik bus ke Sukabumi entah utk 
apa, ujug² setelah tidak di Indonesia melupakan lagi suasana Sukabumi.

Jadi didalam halnya suka dan tidak suka kepada sesuatu itu seringnya tanpa 
alasan jelas, yg menyatakan kepribadiannya tidak stabil.

Hidup di Indonesia bila mau bergaul tanpa pandang etnis, agama, dan 
sejenisnya bisa dibilang sangat menyenangkan,
Karena ciri khas keramahan akan tetap timbul.

Satu temanku nikah dengan cewe Arab Empang, kehidupannya tetap saja jadi 
pakai pola Sunda, dan bila main kerumah maka kakak iparnya dibawa, seperti 
hal nya Arab di Jakarta, sekali dikenal, maka pertemanan sangat mudah 
terbentuk, berbeda dengan mau berteman kelas atas, mau tidak mau harus 
memiliki ke ahli an, bisa juga materi, tanpa kedua itu akan dianggap tukang 
minta minta, pola pikirnya sudah sangat pragmatis.

Yeahhh itulah hidup yg harus di syukur i...

Hari ini aku memutar mutar lagu yg sama dengan judul Aku Tak Biasa yg 
dinyanyikan Alda.......penyanyi asal Bogor yg meninggal disaat 
popularitasnya mau naik......ah merdunya suara Alda dan asyiknya lagu tsb.
----- Original Message ----- 
From: "pinpinyuliansyah" <[email protected]>

jack, sesulit apa sih buat duduk mania, mingkem, trus amati dan belajar. 
saya jamin jack, sekali lagi saya jamin, jack bisa belajar banyak dari 
proletar. tapi caranya buat jack ya itu tadi, duduk, diem, amati. jangan 
dulu banyak ngomong, apalagi ngomong sepotong sepotong pakai blackberry. itu 
konyol jack. nanti orang mikir kalau orang kresten otu semua goblok kayak 
elo. nge prol kok pakai BB. tolol.

masalah yang nulis di republika, itu nddak salah. penulis hanya menyampaikan 
apa yang ada tertulis dalam teks hadits. yang masalah itu otak kita dalam 
mwng interpretasikan hadits.

emangnya kalau om uplik mampua kelelep di hari jumat dalam keadaan sakit 
trus uplik layak disebut ahli sorga dalam perspektif islam?

begini jack . . .
jangan ngomong muhammad deh, kejauhan . . .
elo kan orang kristen. . . elo ngomong yesus aja deh. . .
yesus ngomong sama tuhan bokap, trus. . . setwlah ngomong, maka yeaua bisa 
nyembuhin orang sakit, bisa bikin orang buta melihat. (anggep deh bener gitu 
ceritanya)
nah. . . sekarang elo ngomong deh sama tuhan bapak, ngomong dwh sama tuhan 
yesus agar bisa nyembuhin penyakit ultra tolol nya  om uplik agar om uplik 
bisa sembuh jasi orang yang waras, normal. saya jamin jack. . . elo mau 
ngomong sampai jumpalitan juga tuhan yesus nddak bakal denger dalam arti 
uplik emang bakal tetep bebegitu. tolol. tetep nddak waras.

muhammad mungkin benar, bertwmu si fulan, yang meninggal , dahinya 
beekeringat, kemudian muhammad berkata :"si fulan yang berkeringat saat 
meninggal adalah ahli surga". BUT . . . apakah muhammad akan mengatakan hal 
yang sama kalau om uplik mandi keringat kemudian modar?

sebagai orang kristes jack . . .
elo mestinya belajar agama kristen dan jadilah anak tuhan yang sholeh, 
menebar kasih.

okeh ?



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke