Ingatase German kok ada 4 juta muslim ki akeh lo Mus.
Terkesan Dengan Nilai Islam, Dokter Jerman Pun Jadi Mualaf
<http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/36124-terkesan-denga\
n-nilai-islam-dokter-jerman-pun-jadi-mualaf.html>
  [Lintas Berita] 
<http://www.lintasberita.com/kirimmedia/url:http://www.suaramedia.com/ar\
tikel/kumpulan-artikel/36124-terkesan-dengan-nilai-islam-dokter-jerman-p\
un-jadi-mualaf.html>  [E-mail] 
<http://www.suaramedia.com/component/mailto/?tmpl=component&link=aHR0cDo\
vL3d3dy5zdWFyYW1lZGlhLmNvbS9hcnRpa2VsL2t1bXB1bGFuLWFydGlrZWwvMzYxMjQtdGV\
ya2VzYW4tZGVuZ2FuLW5pbGFpLWlzbGFtLWRva3Rlci1qZXJtYW4tcHVuLWphZGktbXVhbGF\
mLmh0bWw%3D>  [Cetak] 
<http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/36124-terkesan-denga\
n-nilai-islam-dokter-jerman-pun-jadi-mualaf.html?tmpl=component&print=1&\
layout=default&page=>  [PDF] 
<http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/36124-terkesan-denga\
n-nilai-islam-dokter-jerman-pun-jadi-mualaf.pdf>

  [Kai Luhr adalah seorang dokter praktek di Jerman. Ia beralih memeluk
Islam bersama istrinya dua setengah tahun lalu. Sejak itu ia mengganti
nama menjadi Kai Ali Rashid, sementara sang istri berganti menjadi
Katrin Aisha Luhr. (foto: Republika.co.id)]
Kai Luhr adalah seorang dokter praktek di Jerman. Ia beralih memeluk
Islam bersama istrinya dua setengah tahun lalu. Sejak itu ia mengganti
nama menjadi Kai Ali Rashid, sementara sang istri berganti menjadi
Katrin Aisha Luhr. (foto: Republika.co.id)
  <http://www.suaramedia.com/images/stories/2011/1_islam/kai-luhr_rp.jpg>
Dalam soal penampilan, Kai Luhr tampak paling beda. Kai yang bersujud
diantara pria-pria lain bercambang yang mengenakan baju tunik putih saat
menunduk ke arah Mekkah, terlihat bersih dengan wajah tercukur rapi. Ia
mengenakan jins dan jaket abu-abu.

Ia mungkin lebih cocok hadir di perkumpulan Gereja di sebelah. Namun
terlihat jelas, ia paham bagaimana menjalankan shalat lima waktu. Ia
juga melakukan ruku dan sujud serta berdoa dalam bahasa Arab. "Allah
mendengar orang-orang yang memuji-Nya", lalu sujud lagi, berdiri, ruku
lagi, begitu hingga duduk tahiyat akhir dan melakukan salam.


Kai Luhr adalah seorang dokter praktek di Jerman. Ia beralih memeluk
Islam bersama istrinya dua setengah tahun lalu. Sejak itu ia mengganti
nama menjadi Kai Ali Rashid, sementara sang istri berganti menjadi
Katrin Aisha Luhr.

Kedua pasangan itu sempat tampil dalam sebuah wawancara di televisi.
Dalam wawancara Katrin Luhr mengatakan sebelum mendapat kehormatan
berupa hidayah memeluk Islam, ia merasa jiwanya kosong. Ia mengaku pergi
ke gereja dari waktu ke waktu namun gagal menemukan jawaban yang ia
cari. Kini ia menyatakan tak pernah menemukan kegembiraan seperti ini
sebelumnya, juga jawaban terhadap pertanyaan di benaknya. Ia juga
menikmati setiap perubahan bermanfaat yang ia rasakan setelah memeluk
Islam.

Sementara Kai Luhr mengatakan ia memiliki impresi besar dengan sifat
alami logis dan rasional dari jawaban yang ia peroleh begitu ia mengenal
Islam pertama kali.

Kini pria berusia 43 tahun itu secara rutin menghadiri shalat Jumat di
masjid di Frechen, dekat Cologne, dimana ia berjamaah bersama dengan
imigran Maroko, Palestina dan dua orang Jerman lain yang juga memeluk
Islam--satu mantan petinju, seorang lain teknisi. "Anda akan bertemu
dengan sedikit Muslim asli kelahiran Jerman di masjid manapun pada
hari-hari sekarang," ujar Luhr,

Sebuah buku berisi studi tentang kehidupan islam di Jerman menukilkan
sedikit kisah dokter Jerman tersebut. Studi itu memberi seberkas cahaya
terhadap fenomena yang mungkin mengejutkan bagi orang-orang dengan
stereotip negatif Islam di Jerman, di mana agama itu diasosiasikan
sebagai terorisme, pernikahan paksa dan pembunuhan atas nama kehormatan.

Di Jerman, sekitar 4.000 orang beralih memeluk Islam hanya dalam satu
tahun dari Juli 2004 hingga Juni 2005. Studi yang dibiayai Menteri Dalam
Negeri Jerman dan dilakukan oleh Institut Muslim untuk Arsip Islam
Jerman, mengungkap jumlah warga Jerman yang memeluk Islam meningkat
empat kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sebagian besar mereka yang beralih ke Islam, melakukan atas kesadaran
dan keinginan sendiri. Banyak dari mereka adalah lulusan perguruan
tinggi dan warga kelas menengah, seperti Kai Luhr.

Dibaptis dan dibesarkan sebagai Kristiani, Kai mengambil jurusan
kedokteran di universitas dan membuka praktek dokter umum. Ia kemudian
mengambil spesialisasi dalam pengobatan naturopathik. Pendapataan Kai
boleh dibilang sangat baik.

Luhr kemudian menikahi Katrin, seorang penari profesional dan mereka pun
pindah ke apartemen bersama. Namun, di beberapa titik, pasangan itu
menyadari ada sesuatu yang hilang. "Ketika ada orang-orang sakit kritis
datang ke tempat praktek saya setelah awalnya seorang yang hebat tapi
menjadi ringkih, itu membuat anda kadang merasa putus asa," tutur Luhr.
Ia pun terdorong untuk lebih mendalami Kristen, Budisme dan Dalai Lama.
Namun ia masih tak menemukan jawaban.

Proses beralihnya Luhr bisa dibilang hampir tipikal. Banyak orang yang
beralih ke Islam awalnya penganut Kristen yang di titip tertentu mulai
mengalami keraguan tentang agama mereka, demikian ujar seorang imam
Berlin, Mohammed Herzog, seorang petinggi Gereja yang menjadi Muslim
pada 1979.

Jumlah Muslim yang berbahasa Jerman di masjidnya juga meningkat. "Masih
10 tahun lalu, rata-rata jumlah yang beralih ke Islam setiap tahun
sekitar 50 orang,--kini jumlah itu jadi dua kali lipat," ujarnya. "Hanya
saja jarang sekali mereka yang memeluk Islam sebelumnya adalah atheis,"
ujarnya.

Seorang Kristen fundamentalis, Wohlrab-Sahr, memberi prespektif bahwa
Islam membuat seseorang terlihat menonjol di antara kerumunan dalam
level cukup mencolok. Terlebih Islam menjadi sorotan setelah banyak
media mengulas debat-debat terhadap Muslim yang kerap terjadi. "Islam
lebih terlihat sebagai alternatif yang murni," ujar Wohlrab.

Dalam buku disebutkan, mereka--kaum berpendidikan kelas menengah--yang
beralih ke Islam karena keinginan sendiri cenderung mengapresiasi
"aturan jernih dan jelas dalam berperilaku" yang disediakan dalam Al
Qur'an. Seperti Luhr, yang saat ini selalu membawa sajadah di dalam
mobil Alfa Romeo GT-nya. Apa alasan Kai Luhr? Salah satunya nilai-nilai
di masyarakat Barat yang ia pandang merosot begitu parah. "Dalam Islam,
nilai-nilai masih dijunjung untuk sebuah alasan," ujarnya.

Namun lucunya, sekaligus ironis, warga Jerman yang beralih cenderung
menjalankan ritual ibadah lebih disiplin ketimbang yang sudah menjadi
Muslim sejak Lahir. "Kadang yang terlahir Muslim lebih liberal."

Seorang kantor pengacara di Hamburg memberi contoh menarik tentang itu.
Nils Bergner, berusia 36 tahun menghadap Allah lima kali sehari. Pria
Jerman itu memiliki seorang kolega Turki, Ali Ozkan, yang juga Muslim.
Keduanya mengunjungi masjid bersama-sama. Namun hanya di ruang kerja si
pria Jerman, sajadah dibentang benar-benar 5 kali sehari. "Saya tidak
bisa saja," aku Ozkan. "Shalat pertama pukul 6.00--masih terlalu pagi,"

Baru-baru ini, mereka diundang ke sebuah acara makan malam. Makanan
penutup mulut yang disajikan adalah tiramisu. Bergner enggan karena ada
alkohol dalam resep. "Saya bilang, oh kamu tidak mungkin serius," ujar
Ozkan. "Makan saja, saya bilang. Itu hanya untuk rasa". Namun hingga
akhir acara, Bergner meninggalkan meja dengan tiramisu tidak tersentuh.
(Republika.co.id)

Tawangalun.
--- In [email protected], Muskitawati <muskitawati@...> wrote:
>
> Setelah muslimin di Jerman diancam polisi agar tidak melakukan demo
terhadap filem anti-Islam, barulah Jerman terhindar dari demo2 yang
merusak seperti yang terjadi di Mesir, Libya, Tunisia, Yaman dan
Indonesia.
>
> Memang sekarang ini muslimin bisa dibungkem dengan ancaman, tapi
diharapkan dimasa depan nanti tidak perlu diancam lagi tapi mengerti
bahwa tindakan mereka itu melanggar hukum.  Kebebasan berpendapat tetap
dijamin dan dipertahankan di Jerman dan muslimin HARUS menghormatinya
kalo mau menjadi warganegara Jerman yang baik.
>
> Seharusnya muslimin harus marah dan berdemo apabila ada gereja2
dibakar di Indonesia bukan malah bungkem dan mendukungnya.  Begitulah
Angele Merkel bersedia menerima muslimin menjadi warga Jerman dan
disamakan dengan warga Jerman asal jangan menyamakan warga Jerman dengan
Syariah Islam.  Muslimin di Jerman HARUS sadar bahwa Jihad itu dilarang
meskipun diwajibkan di Islam tapi hukum dan UU Jerman melarang Jihad,
semua bentuk teror akan dimusnahkan.
>
>
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/09/27/mazzcd-a\
ngela-merkel-bangga-dengan-muslim-jerman
>
>
> Merkel bangga dengan muslimin Jerman, padahal Musri benci dengan
Kristen Koptik Mesir dan membantainya.
> Merkel bangga dengan muslimin Jerman, padahal MUI benci dan tidak
bangga bahkan memfatwakan Islam Ahmadiah sesat harus dibantai.
> Merkel bangga dengan muslimin Jerman, padahal MUI memfatwakan haram
berhari natal.
> Merkel bilang Islam adalah bagian dari Jerman, padahal MUI memfatwakan
bahwa Nasrani bukan bagian dari Indonesia.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke