Piye Bu Gabriel berani nanggapi genduk ttg nebus dosa opo enggak? Tawangalun.
--- In [email protected], Muskitawati <muskitawati@...> wrote: > > Ada koruptor ketangkep masuk penjara, kemudian datang seorang gembel ke > penjara, si gembel bilang biarlah saya yang tanggung kesalahan si koruptor, > biarlah saya saja yang dipenjara. Biar saya yang nebus dosanya si > Koruptor....!!! Adil enggak itu ajaran begitu ??? > > Jelas enggak adil, makanya enggak diajarkan ke anak2 kita, moral modern > mendidik orang berjiwa ksatria berani mengakui kesalahannya dan menanggungnya > sendiri bukan orang lain yang disuruh nanggung. > > > Wal Suparmo <wal.suparmo@> wrote: > > Yesus sendiri tidak bersalah baik > > sewaktu ia dihukum mati karena dituduh > > subversif maupun ia sendiri tidak > > penah mengaku Tuhan. > > Semua itu tergantung UU, dan UU Romawi waktu itu boleh membebaskan > pemberontak atau orang bersalah untuk digantikan orang lain. Dan pembebasan > ini hanya berlaku pada hari besar Romawi. > > Jadi Yesus memang menggantikan Barabas si pemberontak, dengan kata lain > kesalahan Barabas harus ditanggung Yesus. > > Yesus tidak mengaku Tuhan, tapi anaknya Tuhan. Jadi zaman dulu, kalo > bapaknya raja, maka anaknya juga harus disembah kayak raja. Itu bukan cuma > berlaku di Romawi saja, tapi juga Arab, Cina, dan Eropa sama. > > Jadi tidak bisa dianggap Yesus tidak bersalah, karena dengan menggantikan > Barabas berarti kesalahan Barabas menjadi kesalahan dia. > > Dan Yesus atau ajaran Nasrani juga dogmanya begitu, yaitu menanggung dosa > orang lain meskipun orang itu tidak pernah menyerah terimakan dosanya kepada > Yesus. > > Ditampar pipi kiri kasih pipi kanan, dosa orang lain dia yang tanggung, tapi > dosanya dia siapa yang nanggung dong ??? Dia bilang dia tidak punya dosa.... > Enggak mungkin ya, nanggung dosa orang saja sudah dosa, sudah kesalahan. > Contoh saja anda jendral, kemudian ada anak buah anda jadi rampok ketangkep > polisi, si Jendral bilang lepaskanlah anak buah saya kesalahannya saya yang > tanggung. Naaah... apa bener si jendral menanggung dosa anak buahnya, > polisinya juga takut nangkep sang jendral, apalagi Tuhan, apalagi anak Tuhan > yang pangkatnya dulu2nya jauh lebih tinggi dari jendral. > > Jadi orang2 yang selalu sok nanggung dosa orang lain, sok nanggung kesalahan > orang lain, mereka itu adalah diktaktor, dan ajaran moral dijaman sekarang > mengajarkan anak2 harus berani menanggung kesalahannya sendiri bukan > kesalahan itu dipindahkan keorang lain atau dipindahkan biarlah ditanggung > Yesus. > > Jadi kalo anda ngerampok orang kemudian hartanya anda habiskan untuk berjudi > dan foya2, kemudian anda ketangkep polisi, apakah polisi bisa membebaskan > anda hanya karena dosa2 anda ditanggung Yesus ??? Mana bisa Yesus yang > dialam baka bisa kembalikan duit hasil rampokan anda??? > > Nanggung dosa itu cuma sok2an aja tidak ada yang bisa nanggung dosa orang > lain. > > Lihatlah Muslim damai yang merampok umat sesama muslim Ahmadiah, bisa enggak > mengganti harta rampokannya ??? Biarpun Muhammad berani nanggung dosanya, > bukan berarti barang rampokan itu dikembalikan, tapi artinya dia berani > nanggung perang melawan anda. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
