Ada koruptor ketangkep masuk penjara, kemudian datang seorang gembel ke 
penjara, si gembel bilang biarlah saya yang tanggung kesalahan si koruptor, 
biarlah saya saja yang dipenjara.  Biar saya yang nebus dosanya si 
Koruptor....!!!  Adil enggak itu ajaran begitu ???

Jelas enggak adil, makanya enggak diajarkan ke anak2 kita, moral modern 
mendidik orang berjiwa ksatria berani mengakui kesalahannya dan menanggungnya 
sendiri bukan orang lain yang disuruh nanggung.

> Wal Suparmo <wal.suparmo@...> wrote:
> Yesus sendiri tidak bersalah baik
> sewaktu ia dihukum mati karena dituduh
> subversif  maupun ia sendiri tidak
> penah mengaku Tuhan.

Semua itu tergantung UU, dan UU Romawi waktu itu boleh membebaskan pemberontak 
atau orang bersalah untuk digantikan orang lain.  Dan pembebasan ini hanya 
berlaku pada hari besar Romawi.

Jadi Yesus memang menggantikan Barabas si pemberontak, dengan kata lain 
kesalahan Barabas harus ditanggung Yesus.

Yesus tidak mengaku Tuhan, tapi anaknya Tuhan.  Jadi zaman dulu, kalo bapaknya 
raja, maka anaknya juga harus disembah kayak raja.  Itu bukan cuma berlaku di 
Romawi saja, tapi juga Arab, Cina, dan Eropa sama.

Jadi tidak bisa dianggap Yesus tidak bersalah, karena dengan menggantikan 
Barabas berarti kesalahan Barabas menjadi kesalahan dia.

Dan Yesus atau ajaran Nasrani juga dogmanya begitu, yaitu menanggung dosa orang 
lain meskipun orang itu tidak pernah menyerah terimakan dosanya kepada Yesus.

Ditampar pipi kiri kasih pipi kanan, dosa orang lain dia yang tanggung, tapi 
dosanya dia siapa yang nanggung dong ???  Dia bilang dia tidak punya dosa....  
Enggak mungkin ya, nanggung dosa orang saja sudah dosa, sudah kesalahan.  
Contoh saja anda jendral, kemudian ada anak buah anda jadi rampok ketangkep 
polisi, si Jendral bilang lepaskanlah anak buah saya kesalahannya saya yang 
tanggung.  Naaah... apa bener si jendral menanggung dosa anak buahnya, 
polisinya juga takut nangkep sang jendral, apalagi Tuhan, apalagi anak Tuhan 
yang pangkatnya dulu2nya jauh lebih tinggi dari jendral.

Jadi orang2 yang selalu sok nanggung dosa orang lain, sok nanggung kesalahan 
orang lain, mereka itu adalah diktaktor, dan ajaran moral dijaman sekarang 
mengajarkan anak2 harus berani menanggung kesalahannya sendiri bukan kesalahan 
itu dipindahkan keorang lain atau dipindahkan biarlah ditanggung Yesus.

Jadi kalo anda ngerampok orang kemudian hartanya anda habiskan untuk berjudi 
dan foya2, kemudian anda ketangkep polisi, apakah polisi bisa membebaskan anda 
hanya karena dosa2 anda ditanggung Yesus ???  Mana bisa Yesus yang dialam baka 
bisa kembalikan duit hasil rampokan anda???

Nanggung dosa itu cuma sok2an aja tidak ada yang bisa nanggung dosa orang lain.

Lihatlah Muslim damai yang merampok umat sesama muslim Ahmadiah, bisa enggak 
mengganti harta rampokannya ???  Biarpun Muhammad berani nanggung dosanya, 
bukan berarti barang rampokan itu dikembalikan, tapi artinya dia berani 
nanggung perang melawan anda.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke