bapak beo...eh maap salah tik... ceo yg terhormat, logika bapak ngga bener tuh. link yg bapak seret ke sini justru memperkuat dugaan saya bahwa rusia jual minyak dibayarnya ngga pake rubel.
coba baca judulnya nih "Ruble Strengthens as Crude Oil Advances, Companies Pay Taxes" itu artinya rubel menguat karena perusahaan2 exportir minyak di rusia kudu bayar pajak lebih banyak lagi. kalau judulnya masih membingungkan bapak ceo, coba baca paragraf pertama: "The ruble climbed as companies bought the currency to pay taxes and oil advanced, boosting the outlook for the world's biggest energy exporter." itu artinya para exportir minyak di rusia kudu beli rubel untuk bayar pajak, karena pajak di rusia kudu dibayar pake rubel bukan pake dong, apalagi deh. kalau paragraf kedua masih belum bisa dimengerti juga coba baca paragraf ke-empat: "The main factors influencing the ruble appreciation today are the recovery of oil prices and exporters' converting revenue before tax payment," itu artinya para exportir minyak di rusia mengkonversi pendapatannya (dalam bentuk mata uang asing, misal dollar atau euro) ke rubel. kalau paragraf ke-empat masih belum dimengerti juga coba bapak ceo kursus bahasa inggris dulu, tapi jangan sama si item abu ya. soalnya dia ngaku2 skor tompelnya 627 tapi arti "putting water in it" malah diartikan nyedot air. kacaw kan? jadi pak, naik turunnya nilai mata uang itu sebetulnya cuman mengikuti hukum ekonomi paling standard saja ttg supply and demand. saat demand rubel meningkat dan supply nya tetap atau bahkan kurang, yah otomatis nilainya naik. di indonesia juga gitu pak, kalau deket2 lebaran nilai rupiah cenderung menguat karena perusahaan2 butuh rupiah buat bayar thr. tapi saat akhir tahun biasanya rupiah melemah lagi karena banyak perusahaan yg butuh mata uang asing buat bayar utang luar negri, ditambah para expat yg mudik ke kampung halamannya karena libur natal dan tahun baru. tapi dalam keadaan ekstrim bisa aja mata uang tertentu melesat naik atau anjlok turun bukan karena indikator ekonomi tapi karena politik. misalnya ada isu washington mau dikirim rudal nuklir oleh korea utara atau iran, ya orang jadi males pegang usd, akibatnya usd bakalan anjlok abis2an. begitu bapak ceo penjelasannya, sederhana banget kan? karena kuliah ini cuman makan waktu 10 menit, maka tarifnya serelanya aja deh. makasih ya bapak ceo wawan. salam hormat, johny_indon, tukang pantek kopling (boro2 ceo). --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@...> wrote: > > Logika perdagangan > > 1. Russia sbg negara peng-ekspor oil terbesar di dunia > 2. Salah satu ekspornya adalah ke amerika > 3. Johnie mengatakan kemungkinan/kepastian russia dibayar pake usd > 4. Saya sendiri tidak bisa memastikan dibayar pake mata uang apa, namun kalau > melihat berita di bloomberg rubel menguat karena ekspor minyak, logikanya > export oil russia dibayar pake rubel, > > Rubel menguat > http://www.bloomberg.com/news/2012-09-25/ruble-strengthens-as-crude-oil-advances-companies-pay-taxes.html > > Rubel menurun > http://www.bloomberg.com/news/2012-09-20/ruble-drops-the-most-since-july-23-on-falling-oil-prices.html > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
