sekedar melengkapi aja atas statement "Jadi sebenarnya DUIT CHartal hampir2 tak ikut dalam transaksi tersebut"
kata "hampir2" sudah bener kang abas. karena pada kenyataannya pengiriman uang secara fisik (bank notes) memang dilakukan, alias kita "mengimpor" mata uang asing. kalau ngga, yah mana mungkin kita bisa dapet gepokan duit usd dalam keadaan super mint (alias 99,99% baru) dari bank atau money changer. karena kalo peredaran usd cuman ngandelin dari turis mah duit usd yg kita terima dari money changer/bank itu pasti udah lecek2 semua. btw, saya pernah ngurusin impor lewat bandara soekarno hatta. kebeneran barang yg saya impor kudu lewat prosedur rush handling alias kudu keluar hari itu juga karena kalo kelamaan barangnya bisa rusak. di deket2 gudang rush handling saya peratiin banyak anggota brimob bersenjata lengkap. pas saya tanyain ada apa, ternyata lagi ada pengiriman duit asing ber peti2. yah duit juga kudu lewat jalur rush handling karena petugas bea cukai ngga mau ketempuhan kalo duitnya rusak atau sobek2 digerogotin tikus. --- In [email protected], Abbas Amien <abasamin12@...> wrote: > > Mas ONE; sorry ... barangkali karena Mas One banyakan ke exact jadi > kurang begitu concern terhadap masalah ekonomi dan perdagangan. Yang > saya ketahui namanya perdagangan Internasionaal itu adalah Perhitungan > CLAIM DEVISA. Terjadinya adalah misal Russia berdagang dengan USA; si > pembeli di USA, ini misal membeli minyak dari si orang Russia. Kalau > dudah sepakat; orang di Russia dibayar Rubel oleh negaranya; dan > Russia punya Claim Devisa pada USA; Sipembeli di USA setor ke > negaranya dengan bayar Dolar; dan USA punya hutang DEVISA pada Russia. > Masuknya keneraca perdagangan Internasional. Makaanya ada World Bank; > mungkin salah satunya adalah untuk menangani perdagangan atau > transaksi antar negara tersebut. > Nanti transaksi tersebut akan ditutup oleh traansaksi lain misalnya > orang Russia membeli Mobil dari USA; nah ini masuk ke neraca > perdagangan; yang positif buat USA dan negaatif buat Russia. > Inilah prinsipnya perdagangan internasional. > Jadi sebenarnya DUIT CHartal hampir2 tak ikut dalam transaksi > tersebut; jadi hanya Claim DEVISA yang akan diperhitungkan naantinya. > Mudah2an bisa menambaah wawasan dari Mas ONE. Maaf kalau penjelasan > saya mungkin kurang jelas; nanti bisa ditambah lagi. > > > On 9/26/12, wawan <selarasmilis@...> wrote: > > > > Afaik > > > > Kalau dulu memang pake dollar, meski pihak yg ekspor seperti russia, china, > > apalagi indonesia, mereka ekspor ke amerika, dan dibayar pake usd, > > > > Dan sekarang akibat russia, china, dan beberapa negara terlalu banyak > > memegang usd, dan ekonomi amerika sedang problem, saat ini china, russia, > > dan beberapa negara sudah mengurangi dibayar pake usd, misal ekpor oil china > > pake yuan, ekspor oil russia mereka minta pake rubel > > > > > > --- In [email protected], Abbas Amien <abasamin12@> wrote: > >> > >> Maaf saya nimbrung; coba jelaskan bagaimana terjadinya transaksi > >> perdagangan Internasional ? Dari pada debat kusir mengenai Rubbel dan > >> USD. > >> > >> On 9/26/12, wawan <selarasmilis@> wrote: > >> > Logika perdagangan > >> > > >> > 1. Russia sbg negara peng-ekspor oil terbesar di dunia > >> > 2. Salah satu ekspornya adalah ke amerika > >> > 3. Johnie mengatakan kemungkinan/kepastian russia dibayar pake usd > >> > 4. Saya sendiri tidak bisa memastikan dibayar pake mata uang apa, namun > >> > kalau melihat berita di bloomberg rubel menguat karena ekspor minyak, > >> > logikanya export oil russia dibayar pake rubel, > >> > > >> > Rubel menguat > >> > http://www.bloomberg.com/news/2012-09-25/ruble-strengthens-as-crude-oil-advances-companies-pay-taxes.html > >> > > >> > Rubel menurun > >> > http://www.bloomberg.com/news/2012-09-20/ruble-drops-the-most-since-july-23-on-falling-oil-prices.html > >> > > >> > > >> > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
