Maklum aja, kan sekolah Katolik dipaksa ngadain kelas Islam, kalo ga, tau sendiri akibatnya. Apa bedanya kelakuan pihak berwenang yg ngancam2 sekolah Katolik dgn pelajar yg ngebunuh itu?
>________________________________ > From: ttbnice <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Friday, September 28, 2012 11:21 AM >Subject: [proletar] Re: Mendikbud Terkejut > > > >Hehehe... liat aja jawaban hasil didikannya: > >(dia jawab) Puas pak > >--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: >> >> >> Jenis soal macam apa yang disodorkan menteri pendidikan >> kepada muridnya ini.. Ada yang tau? >> >> "saya tanya puas mas telah membunuh korban?" >> >> >> - >> >> Mendikbud Terkejut >> Rabu, 26 September 2012 23:40 WIB >> >> Metrotvnews.com, Jakarta: Pelajar yang menjadi tersangka pembunuh >> Denny Yanuar mengaku puas atas perbuatannya. Pernyataan itu membuat >> Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh terkejut. >> >> "Memang saya agak surprise, saya tanya puas mas telah membunuh >> korban? (dia jawab) Puas pak. Siapa yang nggak kaget, membunuh orang >> puas," kata M. Nuh usai menemui AD, pelajar yang menjadi pelaku >> pembunuhan pelajar lain di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (26/9). >> >> M. Nuh mengaku mengajukan lagi pertanyaan yang sama, tapi jawabannya >> tetap serupa. Setelah itu, lanjutnya, baru tersangka mengaku >> menyesal. M. Nuh tidak menjelasan alasan AD menjawab demikian. Namun, >> ia mengaku benar-benar terkejut dengan fakta itu. >> >> M. Nuh menilai AD adalah anak yang lugu. Namun, siswa SMK Kartika >> Zeni itu memiliki beban sosial yang berat. Ia berpendapat tak mudah >> menghadapi anak dengan kondisi demikian. Karena itu, ia tak >> sepatutnya masyarakat langsung menyalahkan sekolah. >> >> "Ini kalau sekolah dibebani anak-anak seperti ini terus terang >> bebannya luar biasa. Tidak hanya mengajarkan, tapi mengubah perilaku >> sosial ini yang sangat berat," kata Nuh. >> >> Karena itu, lanjutnya, ada baiknya masyarakat tak langsung >> menyalahkan sekolah. Sebab, anak dengan beban sosial yang berat >> menjadi tugas berat juga bagi pendidik. "Saya pernah menjadi guru, >> kalau mendidik anak seperti AD terus terang berat," ujarnya. >> >> Berdasarkan fakta tersebut, ia berjanji bekerja keras mencarikan >> solusi mengatasi anak-anak dengan kondisi demikian. Seluruh opsi >> untuk menyelesaikan persoalan tersebut harus dibuka. Ia juga meminta >> kepolisian menindak tegas tersangka. >> >> "Kadang kita kan begini, karena anak-anak harus dilindungi. Tapi >> kalau hukuman sederhana-sederhana akan merambat ke yang lain. Toh >> hukumannya sederhana," kata Nuh. >> >> Kasus ini bermula saat delapan siswa SMA Yayasan Karya 66 (Yake), >> termasuk Denny, pulang sekolah menggunakan bus. Saat turun di >> Minangkabau, Jakarta Selatan, mereka berpapasan dengan sekitar 20 >> siswa Kartika Zeni, termasuk AD. Kedua kelompok diketahui bermusuhan >> sejak lama. >> >> Entah apa pemicunya, AD dan kawan-kawan mengejar kelompok siswa Yake. >> Mereka pun lari menyelamatkan diri. Namun, Denny tertinggal, sehingga >> jadi sasaran kemarahan pihak lawan. AD yang membawa celurit menyabet >> Denny dua kali di bagian dada dan pinggang. Denny terkapar lalu tewas. >> >> Dua jam kemudian, AD diringkus polisi saat nongkrong bersama teman- >> temannya. Kepada polisi, ia mengaku menyabet Denny dengan arit dua >> kali. AD kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolrestro Jaksel. >> Polisi juga memeriksa tiga teman Denny sebagai saksi. >> >> SMK Kartika Zeni berlokasi di Matraman dan sekolah SMA Yake di >> Kampung Melayu, Jakarta Timur. Tapi peristiwa pembunuhan terjadi di >> Minangkabau, Jakarta Selatan, karena daerah ini merupakan tempat >> tinggal kelompok yang bertikai.(IKA) >> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
