Si johny_indon itu (pernah) kerja di Bio Farma, kebagian jatah korupsi apa 
kagak?

Yg ga kebagian jatah korupsi itu kan pasti ga puas, dan bisa nyanyi2.






>________________________________
> From: Bukan Pedanda <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Saturday, September 29, 2012 5:50 AM
>Subject: [proletar] Berita satu: Korupsi Vaksi Flu Burung
> 
>
>  
>
>http://www.beritasatu.com/fokus/70821-dosa-dibongkar-bpk-pihak-bio-farma-enggan-terbuka.html
>
>Korupsi Vaksi Flu Burung
>
>"Dosa" Dibongkar BPK, Pihak Bio Farma Enggan Terbuka
>Senin, 10 September 2012 | 11:30
>Pabrik vaksin flu burung di Cisarua Bandung Barat Jawa Barat. FOTO: Ulin 
>Yusron/ Beritasatu.com
>Pabrik vaksin flu burung di Cisarua Bandung Barat Jawa Barat. FOTO: Ulin 
>Yusron/ Beritasatu.com
>"Saya tak tahu apa-apa. Saya juga tak berkompeten bicara."
>
>Proyek pengadaan sarana dan prasarana pembuatan vaksin flu burung diduga kuat 
>bermasalah. BAKN DPR temukan indikasi penyimpangan dalam proyek itu sekitar 
>Rp347 miliar rupiah.
>
>Dalam bocoran lengkap hasil penelaahan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara 
>(BAKN) berdasarkan hasil audit BPK pada kasus korupsi vaksin flu burung 
>diketahui adanya sejumlah pihak yang diduga turut bermain sejak khususnya 
>dalam tahap pengadaan. Dugaan itu sedikitnya didasari oleh tujuh temuan fakta 
>oleh BPK.
>
>Pertama, M Nazaruddin, Muhamad Nasir, Mintarsih Matondang sebagai pihak PT. AN 
>sudah melakukan pendekatan kepada Kuasa Pemegang Anggaran, Pejabat Pembuat 
>Komitmen (PPK), dan PT Bio Farma (PT BF) sebelum proses lelang pengadaan. 
>Kedua, Tim Teknis yang dibentuk tak sesuai kualifikasi dan SK Perubahan tim 
>teknis bertanggal mundur (back date).
>
>Ketiga, pengubahan dokumen penawaran dan dokumen lelang oleh PT Anugrah 
>Nusantara (perusahaan milik M Nazaruddin), sesuai dengan hasil rapat bersama 
>antara PPK, Panitia Pengadaan, Panitia Penerima Barang, Tim Teknis, Pihak PT 
>BF dan PT AN pada Januari 2010. Keempat, dokumen spesifikasi teknis sebagai 
>lampiran RKS dan HPS diindikasikan disusun oleh PT AN
>
>Sedangkan fakta kelima yang mendasari dugaan tersebut adalah panitia Pengadaan 
>dan Tim Teknis tidak objektif dan melakukan upaya memenangkan PT AN dan 
>perusahaan afiliasi. Keenam, peralatan produksi vaksin flu burung di PT. BF 
>senilai Rp596.298.315.540 belum diinstalasi, diuji fungsi, dilakukan 
>pelatihan, dan dioperasikan sesuai lingkup pekerjaan yang ditentukan dalam 
>kontrak namun Ditjen PP dan PL telah melakukan pelunasan pembayaran kepada PT 
>AN.
>
>Fakta terakhir, ketujuh, adalah terdapat kelebihan pembayaran atas pengadaan 
>peralatan yang tidak dilaksanakan oleh PT AN sebesar Rp140.901.763.850,00.
>
>Kendati dalam hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal 
>proyek itu sudah sangat jelas menyebutkan identitas dan peran masing-masing 
>petinggi atau mantan petinggi PT BF dalam proyek yang diduga bermasalah itu, 
>pihak petinggi BUMN PT BF agaknya memilih untuk bersikap sangat tertutup.
>
>Beritasatu.com yang mencoba mengkonfirmasi para petinggi PT BF sejak Sabtu 
>(8/9) hingga Minggu (9/9) sempat kesulitan. Pasalnya, baik Dirut PT BF 
>Iskandar tidak kunjung merepons saat dihubungi di nomor ponsel yang diketahui 
>biasa dipakainya.
>
>Setali tiga uang dengan Iskandar, Direktur Produksi yang dulu pernah menjabat 
>Direktur Perencanaan PT BF Mahendra Suhardono pun sama sekali tidak mengangkat 
>telepon ketika dihubungi. Namun tersebut akhirnya direspons oleh Komisaris 
>Utama PT BF Sam Soeharto. Hanya saja, responsnya cenderung minimal.
>
>Semula saat dihubungi, suara Sam sempat terdengar santai dan riang. Namun 
>begitu disampaikan tujuan menghubunginya, suara Sam langsung bergetar. Kontan, 
>dia mengklaim sama sekali tak mengetahui apa-apa soal permainan dalam proyek 
>pabrik vaksin flu burung itu. Ketika ditanya soal perannya dalam pelibatan 
>Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dalam proyek itu, lagi-lagi Sam 
>menolaknya.
>
>"Saya cuma Senat di Unair. Coba tanya Rektor saja," kata Sam singkat.
>
>Sam juga menolak untuk menjawab lebih lanjut, dengan alasan dia tak mengetahui 
>apa-apa soal masalah itu. Dia sekaligus juga mengklaim bahwa dirinya tak 
>berkompeten memberi jawaban. "Saya tak tahu apa-apa. Saya juga tak berkompeten 
>bicara. Jangan saya-lah," kata Sam.
>
>Padahal, salah seorang pejabat Kemenkes dalam audit BPK menyebutkan, M Nasir 
>dan Mintarsih Matondang, mewakili PT AN, beberapa kali mendatangi dirinya 
>untuk menyatakan minat dalam proses lelang pembangunan pabrik vaksin flu 
>burung. Nasir juga menginformasikan bahwa dirinya akan mengusahakan proyek 
>pembangunan pabrik vaksin flu burung didanai negara secara multiyears.
>
>Lebih dari itu, pejabat Kemenkes itu mengatakan, pihak yang terafiliasi dengan 
>PT AN juga melakukan pendekatan kepada pihak PT BF. Seiring dengan itu, BPK 
>menemukan, pada Januari 2008, dilakukan rapat di kantor perwakilan PT BF di 
>Jakarta, yaitu di Gedung Arthaloka. Rapat tersebut dihadiri oleh Sam Soeharto, 
>Iskandar, serta Mahendra Suhardono.
>
>Saat itulah pihak PT AN, sesuai laporan BPK, diwakili beberapa pihak, di 
>antaranya M Nazaruddin, kini menjadi terpidana kasus dugaan korupsi 
>pembangunan Wisma Atlet, dan Mintarsih. Dalam rapat tersebut, Iskandar disebut 
>memaparkan rencana pembangunan fasilitas produksi vaksin flu burung di PT BF. 
>Sementara Nazaruddin kemudian menawarkan untuk memasukkan rencana pembangunan 
>tersebut ke dalam APBN-P tahun 2008.
>
>Lantaran itu semua, guna menindaklanjuti kecurigaan itu semua, BAKN DPR RI 
>pagi ini melakukan kunjungan kerja dengan tujuan proyek vaksin Bio Farma di 
>Pasteur (Bandung). Kegiatan itu dilakukan oleh tim beranggotakan 9 orang dan 
>dipimpin oleh  berdasarkan hasil audit BPK. Dijadwalkan pula, siang ini tim 
>akan berkunjung ke Chicken Breeding di Cisarua.
>
>Menurut Sumarjati kepada Beritasatu.com, kunjungan itu berawal dari 
>kegelisahan mereka pasca pertemuan Komisi IX DPR dengan Kementerian Kesehatan 
>(Kemenkes), pada Selasa (5/9). Pasalnya, dalam pertemuan yang sebenarnya 
>diawali dari rekomendasi BAKN, setelah menelaah hasil audit investigatif BPK 
>yang menemukan banyaknya pelanggaran dalam pelaksanaan proyek flu burung itu, 
>Kemenkes meminta agar proyek flu burung dilanjutkan. Salah satu dasar pendapat 
>Kemenkes untuk mengajukan agar proyek flu burung dilanjutkan adalah sebuah 
>rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
>
>"Bahan Kemenkes itu menyebutkan, tidak banyak masalah di proyek flu burung. 
>Termasuk mereka menyatakan (bahwa) proyek itu sudah diaudit BPKP dan tak 
>masalah," kata Sumarjati di Jakarta, Minggu (9/9).
>
>Hal itu pun membuat BAKN terhenyak, serta merasa ada sejumlah hal yang harus 
>diverifikasi ulang dari apa yang disampaikan BPKP kepada Kemenkes.
>"BPKP itu bukan auditor dan konsultan keuangan. Jadi, kita mau lihat, apakah 
>yang dilaporkan BPKP itu benar atau tidak," kata Sumarjati.
>
>Disebutkan pula, bahan-bahan yang disajikan Kemenkes dan BPKP itulah yang 
>mendukung Fraksi Partai Demokrat (F-PD) berusaha memperjuangan agar dana 
>proyek vaksin flu burung tetap dilanjutkan. "Untungnya, sebagian besar fraksi 
>di situ tetap meminta Panja Flu Burung dibentuk, dan proyek ditunda dulu 
>sampai hasil Panja keluar," tutur Sumarjati.
>
>Terkait langkah yang ditempuh BAKN DPR tersebut, Sumiati menjanjikan segera 
>menyampaikan laporan hasil kunjungan kerja itu secepatnya kepada publik.
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke