Amin Rais ini seorang doctor, profesor dan pernah menjabat kedudukan Ketua MPR tapi (mungkin karena beragama Islam?) demen ber-Al Taqiya. Ahok terpilih karena dukungan pebisnis ucapnya. Siapapun yg mendukung Ahok mempunyai hak demokratis yg sama dengan mereka yg bukan pebisnis. Para tamatan madrasah, ponpes juga punya hak untuk mendukung calon2 yg mereka kehendaki. Rupanya pak professor tidak nyahok inti dari asas demokrasi. Aku ingat beliau juga mengantarkan para jihadist yg tergabung dlm Laskar Jihad sebelum mereka berangkat berjihad di Ambon. Tapi kemudian dia ber-Al Taqiya dan mengatakan aku tidak pernah menyambut mereka. Gabriella
________________________________ From: item abu <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Monday, 1 October 2012 10:37 AM Subject: Re: [proletar] Amien Rais: Kemenangan Jokowi-Ahok Ancaman Demokrasi PAN itu awalnya sih spt partai yg demokrasi, sekuler dan ga rasis dan agamis, jadi ada warga keturunan yg duduk di PAN. Tapi setelah dpt posisi, PAN nunjukin belangnya shg ditinggalkan oleh warga keturunan dan non Islam. Makanya PAN itu jeblok. >________________________________ > From: Sunny <mailto:ambon%40tele2.se> >To: mailto:Undisclosed-Recipient%40yahoo.com >Sent: Sunday, September 30, 2012 6:22 PM >Subject: [proletar] Amien Rais: Kemenangan Jokowi-Ahok Ancaman Demokrasi > > > >Ref: Kalau begitu bisa juga disimpulkan bahwa para pemilih Jokovi-Ahok (JA) >adalah elemen-elemen anti demokrasi di mayarakat, selain itu juga sesuai >pendapat Profesor Dr Amien Rais bisa dikatakan bahwa jumlah suara yang >diberikan kepada JA menunjukan sangat besar kekuatan iklim anti demokrasi di >Jakarta. Hehehehehe haha > >http://www.solopos.com/2012/09/29/amien-rais-kemenangan-jokowi-ahok-ancaman-demokrasi-334184 >Amien Rais: Kemenangan Jokowi-Ahok Ancaman Demokrasi >Sabtu, 29 September 2012 23:41 WIB | Aries Susanto/JIBI/SOLOPOS | Dili >| > >Amien Rais (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu) > >SOLO -Tokoh Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais kembali melontarkan >pernyataan mengejutkan terkait kemenangan pasangan Jokowi-Ahok dalam Pilgub >DKI Jakarta. Pria yang pernah menyandang gelar bapak reformasi ini menilai >kemenangan Jokowi-Ahok bisa mengancam iklim demokrasi di Jakarta. > >“Sebab, Ahok ini didukung pebisnis. Saya tak menyebutnya etnis,” kata Amien >kepada Solopos.com sebelum membuka acara Rakerda DPD PAN Solo di Solo Inn, >Sabtu (29/9/2012). Menurut Amin, barisan pebisnis yang berdiri di belakang >pasangan Jokowi-Ahok selama ini sangat berpotensi mencaplok kekuatan politik. >Padahal, kata Amien, kekuatan pebisnis mestinya dikontrol oleh kekuatan >politik untuk menciptakan iklim demokrasi yang segar. “Saya terus terang >sangat khawatir. Perkawinan politik dan bisnis ini bisa mengancam demokrasi >dan kontraproduktif dengan kepentingan rakyat,” tegasnya. > >Amien melanjutkan, watak bisnis ialah profit dan kerap kali lupa norma hukum. >Padahal, yang bisa mengingatkan bahwa bisnis keliru adalah kekuatan politik. >“Namun, jika politik sudah dicaplok pebisnis, maka masa depan demokrasi di >ambang kehancuran,” pesannya. > >Amien juga tak mau menyebut kemenangan Jokowi-Ahok sebagai kemenangan rakyat. >Ia dengan tegas menyebutnya sebagai kemenangan mesin politik yang mampu >membentuk opini publik. “85% media massa berpihak kepada Jokowi. Dan kenapa >Fauzi tak bisa merebut media massa? Karena Foke nggak punya duit,” ujarnya. > >Di sisi lain, Amien kembali memuji Fauzi Bowo atau Foke. Menurut Amien, sikap >Foke yang dengan terbuka mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi adalah >contoh yang harus ditiru dalam Pilpres 2014 mendatang. “Itu pidato konsensus, >contoh bagus untuk Pilpres mendatang,” paparnya. Ia mengingatkan, jika dalam >100 hari masa kepemimpinan Jokowi, Jakarta tetap banjir, macet, dan karut >marut, Jokowi, kata Amien, dinilai hanya bisa mengumbar janji. Tapi, jika ada >perbaikan, imbuhnya, mungkin kepemimpinannya masih ada gebrakan. “Jakarta itu >tak seperti Solo. Jangan grusa-grusu,” paparnya. > >Tak hanya itu, Amien juga mengingatkan kepada insan pers agar tak hanya >menjadi guard dog [istilah untuk fungsi pers yang diplesetkan menjadi anjing >penjaga]. Menurutnya, fungsi pers ialah watch dog atau anjing pengawas. >“Yaitu, mengawasi kelalaian, mengawasi deviasi, kejahatan yang lahir dari >perkawinan kekuatan politik dengan pebisnis itu,” pungkasnya. > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
