me ep me ep aja ya Amin Rais.. kalo komentar kamu seperti di bawah ini.. saya jadi pingin komen juga..
>Pria yang pernah menyandang gelar bapak reformasi ini menilai >kemenangan >Jokowi-Ahok bisa mengancam iklim demokrasi di Jakarta. padahal jelas jelas kemenangan Jokowi-Ahok berasaskan demokrasi.. warga jakarta sendiri yg memilih mereka.. > Sebab, Ahok ini didukung pebisnis. Saya tak menyebutnya etnis, kata Amien kenapa masih juga disebut.... > kekuatan pebisnis mestinya dikontrol oleh kekuatan politik untuk menciptakan > iklim demokrasi yang segar. faktanya puluhan tahun.. kekuatan politik lah yg menggeragoti pebisnis.. > Saya terus terang sangat khawatir. saya justru mengkhawatirkan dirimu.. manuvermu yg bikin gonjang ganjing.. selalu ada di saat negara ini punya titik balik buat berbenah.. apakah kamu lupa.. 14 tahun yg lalu di saat reformasi..? kamu juga melakukan manuver seperti ini.. maju ke depan pada saat akhir.. menunggangi karya besar nya para mahasiswa.. dan mengklaim sebagai leader nya..? kamu punya andil atas gagalnya misi para mahasiswa untuk reformasi.. > Perkawinan politik dan bisnis ini bisa mengancam demokrasi dan > kontraproduktif dengan kepentingan rakyat,â tegasnya. ah masa... siapa yg kawin dgn siapa.. yg ada sih bukti bahwa bisnis itu menghidupkan ekonomi suatu negara.. sedangkan politik yg ada saat ini justeru memandulkan bisnis.. > watak bisnis ialah profit dan kerap kali lupa norma hukum. kalo watak politik yg di tunjukan selama ini adalah malak in bisnis.. makanya benahi itu hukum.. > yang bisa mengingatkan bahwa bisnis keliru adalah kekuatan politik. duh.. naif deh kamu.. > Namun, jika politik sudah dicaplok pebisnis, maka masa depan demokrasi di > ambang kehancuran,â pesannya. dgn terpilih nya Jokowi-ahok warga jakarta telah membuktikan bahwa mereka punya karakter dan ingin maju.. khawatirkan sajalah dirimu sendiri.. > > Amien juga tak mau menyebut kemenangan Jokowi-Ahok sebagai kemenangan > > rakyat. ya silahkan bermimpi.. disini angka bicara.. bukan perasaan.. > Ia dengan tegas menyebutnya sebagai kemenangan mesin politik yang mampu > membentuk opini publik. ini bisa benar.. makanya kalau jadi politikus jangan arogan.. karena pada acara debat.. ketahuan deh arogannya.. media pun tak mampu lagi untuk memanipulasinya.. > Dan kenapa Fauzi tak bisa merebut media massa? Karena Foke nggak punya > duit,â ujarnya. duh.. naif lagi... > Amien kembali memuji Fauzi Bowo atau Foke. Menurut Amien, sikap Foke yang > dengan terbuka mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi adalah contoh yang > harus ditiru dalam Pilpres 2014 mendatang. ini kan memang sudah seharusnya.. walaupun kalah namum tetap menunjukkan jiwa besar.. yg tidak melakukan ini malah akan lebih di lecehkan oleh publik.. ini poin buat Foke.. kalau dia ingin kembali di masa depan.. > Ia mengingatkan, jika dalam 100 hari masa kepemimpinan Jokowi, Jakarta tetap > banjir, macet, dan karut marut, Jokowi, kata Amien, dinilai hanya bisa > mengumbar janji. wah mulai lagi deh.. watak asli nya keluar.. mau cari muka tapi ngga pake logika.. mau minta bukti 100 hari..? mang nya 100 hari bisa apaan? dana anggaran saja di susun tahunan.. mangnya mereka seperti "sangkuriang" yg bisa main sim salabim? > Tapi, jika ada perbaikan, imbuhnya, mungkin kepemimpinannya masih ada > gebrakan. basi... mending ngga usah komen seperti ini.. kayak nya kamu mau ulang manuver dulu ya.. main ancem ancem ke kepala daerah terpilih.. akhirnya bukan ekonomi yg menggeliat.. tetapi hanya urus masalah politik.. yg maju mundur.. saat ini adalah moment nya warga jakarta.. jadi kalau Jokowi-ahok memperlihatkan karya nyata.. ini adalah andil warga jakarta.. bukan karena ancem2an kamu.. nah sekarang yg di butuhkan dari kamu adalah.. ide ide membangun.. bahu membahu untuk memajukan negara ini.. bukan cocot cowet pecah belah.. me ep me ep sekali lagi ya.. buat kamu dan pendukung kamu klo ngga suka sama komen saya.. impas kan.. saya juga ngga suka sama komen kamu.. --- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote: > > Ref: Kalau begitu bisa juga disimpulkan bahwa para pemilih Jokovi-Ahok (JA) > adalah elemen-elemen anti demokrasi di mayarakat, selain itu juga sesuai > pendapat Profesor Dr Amien Rais bisa dikatakan bahwa jumlah suara yang > diberikan kepada JA menunjukan sangat besar kekuatan iklim anti demokrasi di > Jakarta. Hehehehehe haha > > > http://www.solopos.com/2012/09/29/amien-rais-kemenangan-jokowi-ahok-ancaman-demokrasi-334184 > Amien Rais: Kemenangan Jokowi-Ahok Ancaman Demokrasi > Sabtu, 29 September 2012 23:41 WIB | Aries Susanto/JIBI/SOLOPOS | Dili > | > > Amien Rais (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu) > > SOLO -Tokoh Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais kembali melontarkan > pernyataan mengejutkan terkait kemenangan pasangan Jokowi-Ahok dalam Pilgub > DKI Jakarta. Pria yang pernah menyandang gelar bapak reformasi ini menilai > kemenangan Jokowi-Ahok bisa mengancam iklim demokrasi di Jakarta. > > âSebab, Ahok ini didukung pebisnis. Saya tak menyebutnya etnis,â kata > Amien kepada Solopos.com sebelum membuka acara Rakerda DPD PAN Solo di Solo > Inn, Sabtu (29/9/2012). Menurut Amin, barisan pebisnis yang berdiri di > belakang pasangan Jokowi-Ahok selama ini sangat berpotensi mencaplok kekuatan > politik. Padahal, kata Amien, kekuatan pebisnis mestinya dikontrol oleh > kekuatan politik untuk menciptakan iklim demokrasi yang segar. âSaya terus > terang sangat khawatir. Perkawinan politik dan bisnis ini bisa mengancam > demokrasi dan kontraproduktif dengan kepentingan rakyat,â tegasnya. > > Amien melanjutkan, watak bisnis ialah profit dan kerap kali lupa norma hukum. > Padahal, yang bisa mengingatkan bahwa bisnis keliru adalah kekuatan politik. > âNamun, jika politik sudah dicaplok pebisnis, maka masa depan demokrasi di > ambang kehancuran,â pesannya. > > Amien juga tak mau menyebut kemenangan Jokowi-Ahok sebagai kemenangan rakyat. > Ia dengan tegas menyebutnya sebagai kemenangan mesin politik yang mampu > membentuk opini publik. â85% media massa berpihak kepada Jokowi. Dan kenapa > Fauzi tak bisa merebut media massa? Karena Foke nggak punya duit,â ujarnya. > > Di sisi lain, Amien kembali memuji Fauzi Bowo atau Foke. Menurut Amien, sikap > Foke yang dengan terbuka mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi adalah > contoh yang harus ditiru dalam Pilpres 2014 mendatang. âItu pidato > konsensus, contoh bagus untuk Pilpres mendatang,â paparnya. Ia > mengingatkan, jika dalam 100 hari masa kepemimpinan Jokowi, Jakarta tetap > banjir, macet, dan karut marut, Jokowi, kata Amien, dinilai hanya bisa > mengumbar janji. Tapi, jika ada perbaikan, imbuhnya, mungkin kepemimpinannya > masih ada gebrakan. âJakarta itu tak seperti Solo. Jangan grusa-grusu,â > paparnya. > > Tak hanya itu, Amien juga mengingatkan kepada insan pers agar tak hanya > menjadi guard dog [istilah untuk fungsi pers yang diplesetkan menjadi anjing > penjaga]. Menurutnya, fungsi pers ialah watch dog atau anjing pengawas. > âYaitu, mengawasi kelalaian, mengawasi deviasi, kejahatan yang lahir dari > perkawinan kekuatan politik dengan pebisnis itu,â pungkasnya. > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
