Ref: Apakah ada partai politik NKRI yang anggota-anggotanya tidak korupsi?

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/10/02/352594/70/13/Parpol-Korup-dan-Pedang-Majal-


Parpol Korup dan Pedang Majal 
Selasa, 02 Oktober 2012 00:00 WIB 

KADER partai politik kian berlomba meraup uang negara secara ilegal. Kini 
bahkan pemerintah mengeluarkan peringkat parpol yang memiliki kader terbelit 
masalah korupsi. 

Awalnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai 
Demokrat pada 13 Juni mengeluh bahwa mestinya Demokrat tidak menjadi 
bulan-bulanan pemberitaan tersangkut korupsi. Alasannya masih ada partai 
politik yang kasus korupsinya di atas Demokrat. 

Seperti biasanya Yudhoyono tidak berterus terang soal partai-partai yang lebih 
korup jika dibandingkan dengan Demokrat itu. Justru Sekretaris Kabinet Dipo 
Alam sigap membeberkan peringkat partai-partai korup dalam kurun 2004-2011. 
Indikatornya ialah permohonan surat izin pemeriksaan pejabat negara dari partai 
politik terkait dengan kasus korupsi. 

Hasilnya pejabat negara berasal dari Golkar menempati urutan teratas sebanyak 
64 orang (36,36%) diikuti PDIP 32 orang (18,18%) dan Demokrat 20 orang 
(11,36%). 
Partai-partai lain seperti PPP sebanyak 17 orang (3,97%), PKB 9 orang (5,11%), 
PAN 7 orang (3,97%), PKS 4 orang (2,27%), dan PBB sebanyak 2 orang (1,14%). 

Partai-partai politik itu tentu saja berang dan menilai pernyataan Dipo Alam 
bersifat tendensius, provokatif, dan mengadu domba. 

Kali ini kita mengapresiasi keterbukaan Dipo Alam. Data yang diungkapkannya itu 
berbicara banyak hal. 

Ternyata, selama tujuh tahun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkuasa, Partai 
Demokrat yang langsung berada di bawah kendali Yudhoyono termasuk dalam tiga 
besar parpol yang korup. 

Itu berarti pernyataan Presiden Yudhoyono yang diserukan pada peringatan Hari 
Antikorupsi Sedunia pada 8 Desember 2009, bahwa ia sendiri yang memimpin 
langsung perang melawan korupsi, tidak mendapat dukungan penuh dari internal 
Demokrat. Buktinya, tahun-tahun berikutnya masih ada kader inti Demokrat 
tersandung oleh kasus korupsi. 

Memori publik masih segar mengingat kasus dugaan korupsi Wisma Atlet Palembang 
yang membawa Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin ke penjara terjadi 
pada 2011. Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Wakil Sekjen Partai Demokrat 
Angelina Sondakh meledak pada 2012. Kini KPK masih mengembangkan kasus 
Hambalang yang disebut-sebut melibatkan sejumlah elite Partai Demokrat. 

Kita menyorot Partai Demokrat bukan karena membenarkan kasus korupsi yang 
dilakukan kader Golkar ataupun PDIP serta partai lain. Korupsi oleh siapa pun 
dan partai mana pun harus dikutuk dan dihukum berat. 

Namun, posisi Demokrat yang berada di tiga besar parpol korup menunjukkan 
pedang samurai Presiden Yudhoyono tidak cukup tajam alias majal menebas 
koruptor di lingkaran terdekat. 

Mestinya Dipo Alam juga membuka jumlah kerugian negara dari kasus-kasus yang 
melibatkan parpol korup itu. Dengan demikian, juga menjadi jelas manakah parpol 
asal pejabat negara yang paling ganas korupsi. 

Kita khawatir jika semuanya dibuka, jangan-jangan ibarat menepuk air di dulang 
tepercik wajah sendiri. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke