Soal pelaku2 pembantaian PKI kita semua tahu, orang2nya masih hidup sekarang ini, dia tidak ditangkap, tidak diadili, apalagi dipenjara. Mereka selalu ngomongin rekonsiliasi, mereka ketakutan sendiri dan mereka semuanya adalah Islam NU, karena dizaman Sukarno tidak ada Islam bebagai ragam yang ada cuma satu macam Islam saja yaitu Islam NU yang terbesar dan terkuat. Namun sekarang bekas para pelaku ini banyak yang menyusup membentuk partai2 Islam lainnya yang notabene Islam di Indonesia masih didominasi oleh Islam2 NU.
Jadi tidak ada yang perlu diluruskan oleh Pemerintah RI, karena G30S PKI memang sebuah gerakan yang asalnya dari orang2 PKI yang ingin menguasai negara RI ini. Tapi memang ada yang mencurigai gerakan ini ditunggangi Amerika. Tapi ditunggangi atau tidak bukan masalah besar, bahwa dari mula sudah dinamakan G30S PKI, maka tidak perlu diubah namanya jadi Gestok atau apa pun namanya. Kita harus berpegang kepada sejarah waktu itu, kalopun ada yang enggak benar maka bukan berarti harus diubah istilahnya sekarang ini. Segalanya memang enggak ada yang sempurna karena memang enggak perlu sempurna sehingga G30S PKI harus mengikuti istilah yang diciptakan para pelakunya sendiri bukan kita yang ubah2 karena menafsirkannya secara bertolak belakang. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/10/02/mb8tnw-nu-luruskan-fakta-g30s Wakil Ketua Umum PBNU As'ad Said Ali, mengatakan sejarah yang menempatkan NU sebagai pelaku kejahatan melalui pembantaian anggota dan simpatisan PKI pada rentang 1965-1966 adalah fitnah yang sangat kejam. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan, dan NU dalam kaitan fakta sejarah sekarang menjadi korban fitnahnya" tegas As'ad dan PKI jadi korban pembunuhannya. Jadi fakta sejarahnya yang betul, NU itu penyebar fitnah dan juga pelaku pembunuhan. Kita semua paham, bahwa NU dulu memfitnah Masyumi agar dibubarkan Bung Karno, kemudian memfitnah PKI agar ada alasan untuk membunuhnya. Tapi hal ini kemudian berlanjut, NU banyak memegang kekuasaan dan dengan kekuasaannya lebih banyak menebar fitnah kepada Islam Ahmadiah dan Islam Syiah sebagai agama sesat. Tapi di Jakarta karena banyak pejabat2 militer yang menganut Islam Syiah, maka fatwa MUI Jawa Timur yang didominasi NU memfatwakan Islam Syiah itu sesat, namun di Jakarta gagal sehingga MUI Jakarta menyatakan Islam Syiah itu halal. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
