Satu hal yang kita semua harus tahu, bahwa peranan CIA dalam G30S adalah peranan aktif yang artinya ada pasukan kecil khusus yang mampu membunuhi jendral2 yang sudah ada dalam blacklistnya. Namun meskipun diakui oleh pihak CIA akan keterlibatannya yang aktif ini, tidak akan pihak CIA mau mengakui bahwa mereka menggunakan taktik membunuhi jendral2 yang pernah menjadi antek2 CIA di Indonesia. Biar gimanapun pihak CIA harus mengkambing hitamkan PKI atas tanggung jawabnya membantai para jendral2 tsb. Tapi perlu saya jelaskan disini, para jendral2 yang mati ini sudah banyak dosanya kepada CIA, mereka menerima pembayaran jutaan dollar untuk melengserkan Sukarno ternyata memakai dua muka. Ancaman CIA kepada Sukarno bukanlah tertutup melainkan terbuka terang2an, sedangkan semua jendral2 disamping Sukarno adalah agen2 CIA, dididik di Westpoint yang diangkat Sukarno juga atas perintah Amerika kepada Sukarno.
Jadi nasib jendral2 Sukarno ini sama persis seperti nasib adik Dalai Lhama yang menerima ratusan juta dollar untuk membeli senjata2 memerangi pasukan Cina Komunis, ternyata uangnya dikorupsi untuk kepentingan pribadi sedangkan rakyat Dalai Lhama yang tidak dipersenjatai dibabat habis oleh pasukan Cina. Akhirnya adik Dalai Lhama juga dikorbankan kepada peluru pasukan2 Cina dengan cara2 yang sama seperti nasib para jendral disamping Sukarno. Hal inipun sebenarnya tidak pernah diberitakan sejujurnya didalam semua pemberitaan, namun setiap kali ada berita jendral2 di negara2 kecil yang diperalat Amerika dan disangu jutaan dollar kemudian gagal meraih cita2 CIA, maka sang jendral pasti gugur ditangan musuh2nya bukan ditangan Amerika. Membunuhi bekas agen2 CIA yang gagal oleh CIA akan menakuti agen2 CIA lain yang masih aktif bekerja untuk CIA. Jadi pembunuhan jendral2 yang spektakuler ini justru tidak mungkin bisa dilakukan oleh PKI maupun oleh pasukan paling khusus manapun yang ada di Indonesia. Tapi justru pembunuhan jendral2 inilah yang dituduhkan kepada PKI, sedangkan pihak Amerika hanya mengakui tanggung jawabnya dalam pembantaian PKI oleh Suharto melalui list yang diberikan kepada Suharto. Jelas enggak mungkin ya... karena kuncinya justru terletak dalam keberhasilan pembunuhan jendral2 ini, selanjutnya merupakan pekerjaan santai2 saja. http://www.thirteen.org/shadowplay/history.html Suharto sebenarnya adalah perwira AD yang sudah masuk kotak, kedudukannya tidak penting bahkan jauh dari penting, dan oleh karenanya tidak mungkin dalam posisi beliau bisa melakukan kudeta. Tapi persoalannya jadi lain apabila para jendral2 disekeliling Sukarno bisa dibunuh semuanya, otomatis Suharto yang memegang pasukan cadangan bisa bebas bergerak di Jakarta dan sekitarnya. Tapi itupun tidak mungkin mampu melucuti pasukan Cakrabirawa. Oleh karena itu dibutuhkan satu pasukan kecil pemukul yang bertugas menyelesaikan pembunuhan jendral2 ini dulu agar Suharto bisa mulai bergerak yang kemudian bisa memerintahkan RPKAD membantu menjelesaikan pasukan disekitar Bung Karno, dan semua itu betul2 terlaksana hanya dalam gerakan pasukan misterius beberapa jam saja. Pembunuh Jendral2 pada G30S kira2 sekaliber Navy Seal yang menembak mati Osama bin Laden tanpa diketahui Pasukan Pakistant sendiri. Mereka masuk menyusup secara diam2 dengan helicopter yang suaranya bisa diredam sehingga tak satupun ada yang tahu sewaktu 4 orang navy seal menyusup kedalam dimana dua jaga diluar dan dua masuk menembak Osama bin Laden kemudian yang satunya mengambil foto2 dan identifikasi hasil yang sudah selesai dikerjakannya sebagai barang bukti. Biasanya, kepalanya diputus dimasukkin kantong dan dibawa untuk identifikasi, namun dalam laporan katanya seluruh mayatnya diangkut ke heli. Tapi pasukan yang membunuh jendral2 1965 kiranya belum secanggih navi seal di Pakistant, karena mereka masih bekerja sama dengan Suharto dari dalam. Juga hasil penculikannya diserahkan kepada Suharto untuk penanganan selanjutnya melalui perintah2 dari Dubes Amerika waktu itu Marshal Green yang adalah anggauta CIA kawakan di Vietnam yang berpengalaman berhasil menculik jendral2 Vietnam Utara. Jadi pengaturan yang lebih detail dalam mengamankan pendaratan pasukan asing ini diatur oleh jendral Sukendro yang memerintahkan kepada kolonel Yasir Hadibroto yang juga anak buah dari Suharto untuk menyambutnya disuatu tempat yang mungkin mendarat melalui kapal selam dilaut Jawa. Wajar ya, Sukarno bisa di ibaratkan tukang bakso yang kena sweeping satpol DKI. http://www.historylearningsite.co.uk/cultural_revolution.htm Jadi kalo anda baca berita diwebsite diatas, pada saat yang sama Amerika menggerakkan G30S di Indonesia, secara simultant juga menggerakan Revolusi Kebudayaan di Cina. Itulah sebabnya, saya menulis sebelumnya bahwa G30S dimata ahli2 CIA hanyalah ibarat krikil kecil saja dan bukan gerakan yang rumit bagi mereka untuk dengan mudah menjegal Sukarno hanya dalam 4 bulan kehadiran Marshal Green yang mengemban tugas menyelesaikan perintah ini. Jadi silahkan baca tulisan saya yang menjadi bahan analysis para ahli2 pertahanan di Indonesia sekarang ini dari website dibawah ini: http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg105696.html > Wal Suparmo <wal.suparmo@...> wrote: > Yg dikatakan pasukan yg tak dikenal > yg ada di depan istana merdeka > jumlahnya satu batalyon yg tidak > berasal dari Kodam Jaya atau Siliwangi. Yang bilang pasukan didepan Istana sebagai pasukan tak dikenal adalah dari pihak Sukarno, tapi Suharto mengenal kalo itu pasukan kol.Latif. Mereka bukan pasukan penculik tapi pasukan yang digunakan cuma untuk gerak tipuan aja. Kalo pasukan asing tidak banyak, memang tidak perlu banyak mungkin kurang dari 1 peleton saja. Tidak penting jumlahnya, karena yang hebat justru senjata2nya. Dan masuknya tidak perlu harus dari Tg. Priok, bisa pake heli, bisa lewat kapal selam, tapi penyambutnya adalah Kolonel Yasir Hadibroto, beliau inilah yang mempersiapkannya atas perintah Suharto mendaratnya kelompok kecil pasukan khusus dari luar negeri untuk menculik Sukarno dan membunuh jendral2nya. Jadi jendral2nya bukan untuk diculik tetapi untuk dibunuh, sedangkan yang diculik itu hanya Sukarno. Lhooo... coba bayangin sampean deh yang jadi boss CIA, mau nurunin Sukarno ganti yang lain, gimana caranya ??? Rakyat mendukung Sukarno begitu fanatik, gampang disuruh perang, ngebunuh, bahkan tidak perlu diberi makan. Lalu apa yang sampean kerjakan agar bisa menggantikan presiden karena Jendral2 Angkatan Darat yang sudah janji mau jatuhkan Sukarno sejak PRRI berhasil pun ternyata akhirnya berantakan gara2 di-bujuk2 Sukarno. Amerika udah keluar milyardan dollar untuk biayanya kepada jendral2 korup disekeliling Sukarno ini. Jendral2 ini memeras ke-dua2nya, Sukarno diperas, dan Amerika juga diperas. Sukarno diancam terus oleh jendral2 ini, sementara Amerika cuma dikasih janji2 saja sementara bayarannya jalan terus. Lhaaa... jalan pintasnya gampangkan, carilah jendral2 yang rendahan sedikit yang mampu kasih jalan kira2 lima sampai sepuluh anggauta pasukan khusus untuk menculik Sukarno dan membunuh jendral2nya. Kemudian Sukarno yang berhasil diculik diserahkan kepada Suharto untuk mewarisi tahtanya, sedangkan pasukan penculik cukup dikasih bye... bye sayonara. Lalu kenapa harus dibikin cerita2 misterius, apa sampean kira otak para jendral kita itu brillian ???? ini sederhana bukan filem hollywood. Para jendral kita belum sampai ketingkatan Hollywood. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
