jadi inget film .. "my name is khan ... "

:-)

jadi inget juga saat awal 90 an jadi ketua osis dan waktu itu kita menentang 
keras dilarangnya penggunaan jilbab di sekolah sekolah negeri ...

pelarangan penggunaan jilbab di sekolah sekolah negeri di awal 90 an hasilnya 
adalah justru membangkitkan para jilbaber di saat itu :-)

Sejarah selalu berulang ...

semakin gencarnya tekanan mendeskreditkan islam dengan sesuatu yang "burem", 
justru makin memicu berkembangnya kesadaran orang untuk berislam ...

Saya pinpin.
saya muslim.
dan saya bukan teroris.


--- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote:
>
> Elizabeth Pilih Islam setelah Delapan Kerabatnya Jadi Korban Tragedi
> 11/9Safia (kanan) dan Natalia
>   [safia_kanan_dan_natalia_110116114045] 
> <http://z4lf4.files.wordpress.com/2011/01/safia_kanan_dan_natalia_110116\
> 114045.jpg>
> 
> REPUBLIKA.CO.ID
> <http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/01/16/158875-el\
> izabeth-pilih-islam-setelah-tujuh-keluarganya-jadi-korban-tragedi-119> ,
> NEW YORK–Ia masih kerap dipanggil dengan nama lahirnya, Elizabeth.
> Walau kini, ia telah mengganti semua dokumen resminya menjadi Safia
> Al-Kasaby, identitas barunya setelah menjadi seorang Muslimah.
> 
> Berita dia berpindah agama sempat menuai kontroversi di Amerika Serikat.
> Maklumnya, banyak hal yang tak nyambung mengapa kemudian dia menjatuhkan
> pilihan keyakinannya pada Islam.
> 
> Tak nyambung? Ya. Safia, 43 tahun, adalah keturunan Yahudi dan Puerto
> Rico. Kakeknya adalah korban Holocaust yang kemudian melarikan diri ke
> Puerto Rico. Mereka bersembunyi di sebuah rumah ibadah.
> 
> Dia juga mantan sersan pertama dalam Angkatan Udara AS. Dan, ini dia,
> Safia kehilangan delapan kerabat – satu paman dan tujuh sepupunya
> – dalam serangan 11 September yang mendudukkan Muslim sebagai
> "tersangka" pada 2001.
> 
> 
> 
> Namun bagi Safia, semua sambung-menyambung. Justru setelah duka Tragedi
> 11 September, ia mencari tahu tentang Islam. Dalam dirinya tumbuh
> keyakinan semakin Islam disudutkan di AS, ia merasa adalah yang salah di
> sana.
> 
> "Saya tidak peduli siapa yang melakukannya," ujarnya. "Saya hanya peduli
> kenapa Islam tiba-tiba dibenci. Saya tidak pernah membenci Islam, atau
> membenci Muslim. Bagi saya untuk marah tentang apa yang terjadi pada
> menara kembar akan menjadi seperti saya membenci semua orang Jerman yang
> menewaskan orang-orang Yahudi."
> 
> Semakin ia melahap buku-buku tentang Islam, semakin ia jatuh hati pada
> agama yang disiarkan oleh manusia agung, Muhammad SAW. Ia makin gelisah.
> Akhirnya timbul keberanian, tahun 2005 atau empat tahun setelah tragedi
> yang merengut keluarganya itu, ia bersyahadat.
> 
> Seperti Muslim lainnya, Safia merasa ketegangan di sekelilingnya:
> tatapan penasaran karena dia mengenakan jilbab atau kerudung dan penjaga
> toko yang tiba-tiba meminta identifikasi tambahan tiap kali ia pergi ke
> pusat perbelanjaan.
> 
> Bahkan pejabat di Kedutaan Besar AS di Kairo menolak permintaan awal
> dari calon suaminya, seorang pria asal Mesir, untuk visa sementara.
> Safia dianggap punya agenda tersembunyi lain dengan menikahi pria Mesir.
> 
> Agama barunya juga telah memperluas jurang antara dia dan keluarganya.
> Ibunya, tiga saudara perempuan dan salah satu putrinya, Sylvia,
> mempertanyakan pilihannya.
> 
> Sylvia bahkan ingin tak ada hubungannya dengan dia. Sylvia memarahi
> Safia habis-habisan ketika dia muncul di pemakaman suaminya mengenakan
> jilbab dan membawa Alquran.
> 
> Namun ia beruntung, satu anaknya yang lain, Natalia, mendukung
> pilihannya. "Agama yang dipilih mama sungguh cool," ujarnya.
> 
> Gadis 18 tahun ini menghargai transformasi keyakinan Safia. Ia kerap
> tidak tahan dengan orang-orang yang mengolok-olok Islam atau stereotip
> Muslim. "Saya berkata," Tunggu sebentar. ibu saya seorang Muslim,"
> ujarnya menirukan kalau dia memotong pembicaraan rekan-rekannya. "Dan
> dia bukan teroris."
> Tawangalun.
> 
> Tue Oct 9, 2012 5:37 pm
> "Tawangalun" <tawangalun@...>tawangalun
> <http://asia.profiles.yahoo.com/tawangalun>
>   [Offline]  Offline <ymsgr:sendIM?tawangalun>
>   [Send Email]  Send Email
> <http://asia.groups.yahoo.com/group/Indonesia-Rising/post?postID=DC6_L9m\
> lE-mbNDc-PIaEgempyawjYlyx7us6BNzW9rTxu-F9X7zSNcXRG98xrvjQR7F-N98x9gF1onG\
> 0P_4lrBrT5zTjQ6B0AA> ADVERTISEMENT
>   [vertical-align: middle;]  Show Message Option
> <http://asia.groups.yahoo.com/group/Indonesia-Rising/message/47103#> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke