Yup pernyataan mengenai bank Syariah pada hakekatnya masuk dalam kategori 
riba, yg membedakan hanya di istilah dan tingkat suku bunga yg dijadikan 
modal bersama, malah dengan kondisi seperti ini usaha dengan kredit bank 
Syariah menjadi 'rugi' bagi pengusaha, disaat untung harus membagi 
keuntungannya, bila rugi ditanggung pengusaha, dan pada dasarnya keuntungan 
tsb dihitung dg nilai suku bunga flat rate.

----- Original Message ----- 
From: "Tawangalun" <[email protected]>


> Makane carilah mata uang sing kuat jangan simpan sebagai rupiah.Riba itu 
> duwit dipinjamkan 100 kembalinya 100 + X.
> Karena X ini riba jelas dilarang wong Islam gak gelem,jangankan hanya 
> disuruh menolak riba lawong Ibrahim disuruh mbeleh anaknya saja dilakukan 
> tanpa reserve.Apalagi hanya soal riba.La nek saham rapopo sebab itu modal 
> diputar kalau untung dibagi bersama kalau rugi juga dipikul bersama.La 
> Bank Syariah itu ngaco kalau rugi nasabah tetep dikasih bagi hasil.Ini 
> sudah bukan syariah lagi.
>
> Shalom,
> Tawangalun.
>
> 


------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke