Kurang tau, masih "dianggap" riba apa memang tetap riba. Jarang tertarik soalnya sama perkara bentuk di urusan lintas zaman lintas peradaban begini. Lebih suka liat pola sifatnya aja, membantukah atau mencekikkah. Sebab, dalam keseharian adab kapitalisme sekarang kadang orang tidak punya pilihan selain tercekik atau mencekik..
Tapi betul, rate inflasi barangkali bisa dijadikan patokan untuk menentukan (bukan menganggap) bank interest itu masih rente atau sudah bukan. Kalau di atas, berarti riba. Ikhlaskan sebagai dana taktis kemanusiaan yang siap dikeluarkan untuk mereka yang sedang membutuhkan. Tanpa bunga dan tidak perlu dikembalikan. Paling tidak sebagai terimakasih atas tidur yang nyaman; leher nggak pegel lantaran bantal keganjel tumpukan duwit :) Kalau di bawah, ya ikhlaskan juga sebagai rejeki yang bisa dinikmati atau menambah pokok. Membangun usaha meski kecil-kecilan itu bagus. Sangat bagus. Tapi bukan alasan tepat untuk menghindar dari bunga bank (apalagi riba, yg juga terdapat di urusan non finance / non bank dalam kumpulan "pamrih" bin "ngelaba"). Usaha kecil-kecilan di jaman sekarang tetap memerlukan jasa bank, sekurangnya sebagai instrumen bertransaksi. --- arya <arya.yok@...> wrote: > Kalau bunga bank di bawah rate inflasi, apa msh dianggap riba? > Bila ditolak, bukankah akan terjadi penurunan nilai uang. > Sya lihat, tingkat bunga bank jg enggak seberapa. Yg menarik kalau > nego rate di bpr, dan tentu saja bisa masuk riba. > Jd sebenarnya naruh uang di bank itu bonyok kuadrat, sudah gak dpt > untung tp di kenai riba. > > Kalau mau slamet dari riba sih, mending dipake usaha. Meski > kecil2an. > Dan kalau itu terjadi utk orang islam di Indo ini, pasti luar biasa > perekonomiannya.... > > > > On 10/13/2012 7:03 AM, ajeg wrote: > > > Kalau terjadi dadakan begini barulah dirasakan penting (dan > > benarnya) apa yang dibilang arra kemarin, surat wasiat. > > > > Cukup tunjukkan surat itu maka pejabat bank dll tinggal nurut, > > isi simpanan mau dicairkan semua atau dibalik-namakan ke istri / > > ahli waris lainnya. Beres. > > > > > > --- "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote: > > > > > Kalau nyimpen emas dirumah saya gak berani wong saya sering > > > pergi,kalau nyimpen di produk2 Dana Reksa yg bisa nyairkan hanya > > > saya,la kalau tiba2 saya gak ada?kalau tabungan di Bank kan > > > bukunya selalu ada dirumah,bisa diambil di ATM oleh istri saya. > > > > > > Tawangalun. > > > > > > --- "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> wrote: > > > > > > > Kalau uangnya "dingin" dan bisa disimpen di atas satu tahun, > > > > Kenapa nddak disimpen dalam bentuk mas atau saham blue chip > > > > aja Om ? > > > > > > > > --- "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote: > > > > > > > > > Apa yg saya lakukan mirip dg pemain bola New Castle,saya > > > > > menyimpan duwit bukan ditaruh dideposito rupiah agar > > > > > bunganya tinggi,tapi saya juga gak mau simpan dibawah > > > > > bantal yg kurang aman.Akirnya saya masukkan ketabungan mata > > > > > uang asing biar stabil dan bunganya rendah.Itupun bunganya > > > > > akan saya sodaqahkan sebab jangan sampai ada riba yg > > > > > kemakan.Loh kenapa kok begitu?Sebab setiap orang nanti akan > > > > > ditanya dari mana hartanya berasal,dan dikemanakan harta > > > > > itu. > > > > > > > > > > Tawangalun. > > > > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
