Perlu diketahui bahwa Indonesia memang memilih Teluk Belanga dan Baju Kurung sebagai pakaian nasional resmi. Khususnya wajib dikenakan para dutabesar Indonesia ketika menyerahkan surat kepercayaan maupun menghadiri acara resmi di negara tempatnya bertugas.
Jadi, kendati sehari-hari tidak pernah suka SBY, saya kira ini momen yang baik juga untuk memeriksa kembali pakaian nasional kita. Bukan untuk sekedar berbeda dari Kerajaan Malaysia, melainkan untuk menunjukkan jatidiri sebuah Republik yang merdeka. Sekedar ilustrasi, pernah di awal '80an seorang mantan dubes RI menyarankan sebaiknya dicari model pakaian nasional yang lain. Menceritakan pengalamannya sebagai dutabesar ia berseloroh, untungnya dalam protokoler pakaian nasional ini tidak ada keharusan menekuk siku tangan kiri. Lalu dengan gelinya beliau menyuruh membayangkan betapa ngerinya jika di lengan itu menggantung sehelai kain ukuran serbet.. --- Charles Christano <mensim2@...> wrote: > Makanya rakyat sering (selalu?)dibikin bingung! Apakah SBY memilih > tampil sebagai orang Melayau atau Indonesia (ketika semangat Sumpah > Pemuda masih segar diikrarkan banyak kawula muda?). Atau barangkali > kali ini mau mengklaim bahwa busa ala Malaysia (eh Melayu) itu > milik Alsi Indonesia? > Boleh dong ya, sekali-kali meniru mental malaysia yang minder > karena msikin budaya hingga reyog diklai malaysia, batk milik > Malaysia, angklung milik Malaysia. Atau memang SBY ingin diterima > sebagai kawula Inggris, kaleeeeee. > > CC > > 2012/11/2 GELORA45 <SADAR@...> > > > Temui Ratu Inggris, SBY pakai busana ala Mahathir Mohamad > > [image: Merdeka.com] <http://www.merdeka.com/>Merdeka.com 1 > > Nopember 2012 > > > > Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapatkan gelar > > sebagai Knight Grand Cross in the Order of Bath dari Ratu Inggris > > Elizabeth II. Penyematan gelar ini dilakukan di sela-sela lawatan > > SBY ke Inggris selama lima hari. > > > > SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono saat menerima penghargaan > > itu. > > Usai sesi penyematan penghargaan, Presiden SBY, Ibu Ani, Ratu > > Inggris Elizabeth dan Pangeran Philip kemudian berfoto bersama di > > ruang musik, Istana Buckingham di London. > > > > Ada yang sedikit berbeda dari penampilan SBY kala itu. SBY tampak > > menggunakan setelan jas santung hitam dan celana hitam. Di bagian > > pinggangnya, diselipkan songket berwarna merah benang silver. > > Sedangkan Ibu Ani memakai kebaya hitam dipadu bawahan songket > > hitam dengan benang emas. > > > > Padanan busana seperti itu mirip dengan baju adat suku Melayu. > > Pria yang berdarah Melayu terlebih berasal dari keluarga > > kesultanan atau kerajaan sering menggunakan baju itu saat > > menghadiri acara-acara resmi. > > > > Contohnya saja Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir bin Haji > > Mohamad. Dalam berbagai kesempatan Mahathir sering menggunakan > > setelan busana itu saat menghadiri undangan resmi atau acara > > kenegaraan yang sifatnya santai. > > > > Pilihan pakaian seperti itu sebenarnya jarang digunakan SBY pada > > lawatan-lawatannya ke luar negeri. Termasuk saat dia menghadiri > > undangan kenegaraan dari pemerintahan Malaysia. > > > > SBY biasanya hanya memakai jas dan celana hitam berikut peci > > hitam. Tapi kali ini, SBY tampil beda. > > > > Entah apa yang mendasari SBY memilih setelan busana itu. Kenapa > > SBY tidak mengenakan batik yang notabene sudah diakui UNESCO > > sebagai kain khas asal Indonesia. > > > > Namun demikian, ada rasa kebanggaan dari Sekretaris Umum Pengurus > > Besar (PB) Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Prof Dr > > Wan Syaifuddin atas busana yang dikenakan SBY. Dia secara pribadi > > mengaku senang dan berterima kasih kepada Presiden SBY yang mau > > mengenakan teluk belanga dalam di pentas internasional. > > > > "Saya tentu senang, karena Presiden SBY telah menampilkan budaya > > Melayu Indonesia di dunia internasional," ujarnya. > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
