yang klenik itu plik ... saat ada pengangguran di leiden yang percaya bahwa dengan mamam babi panggang dari uang jatah gembel maka akan membuat dirinya lebih pinter dari Jenderal Soedirman.
Soedirman bagaimanapun ...mau diputer puter...mau dibedakin... tetep ajah panglima besar ! Nah elo siapa plik ? Elo tidak lebih dari mahasiswa drop out yang kuliah atas biaya dari petinggi PKI. "produk" yang elo hasilkan tidak lebih dari manusia-manusia macam item abu atau alex aan yang kini meringkuk di penjara sumbar gara gara kemakan sama provokasi elo. lantas... apakah setelah alex aan meringkuk di penjara dan item abu berhsil jadi sampah masyarakat ....lantas apa tanggung jawab elo ? Elo cuman ngebusa dari leiden, makan babi panggang sambil tereak " Saya dukung dari jauh !" Looser ! --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: >i jauh !" > > Dukun klenik inilah yang dianggap panglima besar serdadu Indonesia.... > > -- > > > > http://id.berita.yahoo.com/soedirman-sang-jenderal-klenik-005439048.html > > > TEMPO.CO, Jakarta -Kepercayaan dan kegemaran Soedirman pada supranatural tak > hanya saat gerilya, tapi juga dalam diplomasi formal dengan Belanda. Muhammad > Roem punya kisah menarik tentang klenik Soedirman. Syahdan, suatu pagi > beberapa hari menjelang perundingan Renville di Yogyakarta pada 17 Januari > 1948, Roem dipanggil Presiden Sukarno. > > Majalah Tempo, Senin 12 November 2012 menurunkan edisi khusus Jenderal > Soedirman, Bapak Tentara dari Banyumas. Presiden meminta Ketua Delegasi > Indonesia dalam perundingan itu menemui Soedirman di rumahnya. "Sebagai ketua > delegasi, jiwa Saudara harus diperkuat," kata Presiden. "Temuilah segera > Panglima Soedirman." Meski awalnya menolak, Roem, yang tak mengerti urusan > klenik, menuruti saran itu. > > Di rumahnya, Soedirman sudah menunggu. Sang Panglima ditemani seorang anak > muda yang ia kenalkan kepada Roem sebagai "orang pintar". Rupanya, anak muda > yang dikenal Roem tak punya pekerjaan tetap itu yang akan "memperkuat jiwa" > Menteri Dalam Negeri ini. Dukun itu kemudian memberinya secarik kertas. > "Jimat ini tak boleh terpisah dari Saudara," kata Soedirman. "Kalau hilang, > kekuatannya bisa berbalik. Jagalah sebaik-baiknya." > > Jimat itu menemani Roem menghadapi delegasi Belanda yang keras kepala tak mau > hengkang dari Indonesia. Seorang diplomat Amerika Serikat yang jadi penengah > rundingan itu memuji Roem dan delegasi Indonesia. "Saya sudah kesal karena > Belanda begitu legalistik, tapi kalian bisa melawannya dengan legalistik > juga. You are wonderful," katanya, seperti ditulis Roem dalam Jimat Diplomat. > Roem, lulusan Rechts School (Sekolah Hukum) di Jakarta, hanya mesem sambil > meraba jimat itu di saku celananya. > > Tapi cerita paling absurd yang pernah didengar anak bungsunya, Mohamad Teguh > Sudirman adalah kisah seorang santri dari Pesantren Krapyak, Yogyakarta. > Kepadanya, santri itu menceritakan kisah gurunya yang ikut bergerilya bersama > Soedirman. Dalam sebuah pertempuran sengit, menurut santri itu, Soedirman > menjatuhkan pesawat Belanda dengan meniupkan bubuk merica. Teguh berkomentar, > "Gila, ini tak masuk nalar." > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
