Saya ulang..

Belanda melepaskan Hindia Belanda itu BUKAN karena perjuangan serdadu Indonesia 
yang dipinpin oleh dukun klenik kayak Sudirman atau para jendral jendaral 
kancil lain seperti Nasution atau Simatupang, tapi karena perkembangan 
kapitalisme TIDAK membutuhkan lagi sistem jajahan..

Makanya satu demi satu daerah jajahan itu dilepas oleh negeri  penjajah, dengan 
atau tanpa perjuangan..


--- In [email protected], jack_fanotona@... wrote:
>
> Setelah baca makin yakin saya bahwa tanpa perjanjian linggar jati, renville 
> dan meja bundar, belanda kaga kabur pak suryana
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> 
> -----Original Message-----
> From: "suryana" <gsuryana@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 14 Nov 2012 15:52:33 
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: jak pontana bacalah dengan teliti..Re: [proletar] Re: Tempo: 
> Soedirman, Sang Jenderal Klenik
> 
> Wah oretan mengenai Soedirman ini harus dibaca oleh jak pontana, supaya 
> gobloknya berubah dikit jadi tolol, naik kelas dari tulul lah.
> 1948................baca dengan teliti dan simak tahun nya, supaya jadi ngeh 
> bahwa belanda tempat tinggal sampah binatang purba ber sel satu amuba juspig 
> adalah juga sampah sialan.
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...>
> 
> 
> 
> > yang klenik itu plik ... saat ada pengangguran di leiden yang percaya 
> > bahwa dengan mamam babi panggang dari uang jatah gembel maka akan membuat 
> > dirinya lebih pinter dari Jenderal Soedirman.
> >
> > Soedirman bagaimanapun ...mau diputer puter...mau dibedakin... tetep ajah 
> > panglima besar ! Nah elo siapa plik ? Elo tidak lebih dari mahasiswa drop 
> > out yang kuliah atas biaya dari petinggi PKI. "produk" yang elo hasilkan 
> > tidak lebih dari manusia-manusia macam item abu atau alex aan yang kini 
> > meringkuk di penjara sumbar gara gara kemakan sama provokasi elo.
> >
> > lantas... apakah setelah alex aan meringkuk di penjara dan item abu 
> > berhsil jadi sampah masyarakat ....lantas apa tanggung jawab elo ? Elo 
> > cuman ngebusa dari leiden, makan babi panggang sambil tereak " Saya dukung 
> > dari jauh !"
> >
> > Looser !
> >
> > --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> 
> > wrote:
> >>i jauh !"
> >
> >
> >>
> >> Dukun klenik inilah yang dianggap panglima besar serdadu Indonesia....
> >>
> >> --
> >>
> >>
> >>
> >> http://id.berita.yahoo.com/soedirman-sang-jenderal-klenik-005439048.html
> >>
> >>
> >> TEMPO.CO, Jakarta -Kepercayaan dan kegemaran Soedirman pada supranatural 
> >> tak hanya saat gerilya, tapi juga dalam diplomasi formal dengan Belanda. 
> >> Muhammad Roem punya kisah menarik tentang klenik Soedirman. Syahdan, 
> >> suatu pagi beberapa hari menjelang perundingan Renville di Yogyakarta 
> >> pada 17 Januari 1948, Roem dipanggil Presiden Sukarno.
> >>
> >> Majalah Tempo, Senin 12 November 2012 menurunkan edisi khusus Jenderal 
> >> Soedirman, Bapak Tentara dari Banyumas. Presiden meminta Ketua Delegasi 
> >> Indonesia dalam perundingan itu menemui Soedirman di rumahnya. "Sebagai 
> >> ketua delegasi, jiwa Saudara harus diperkuat," kata Presiden. "Temuilah 
> >> segera Panglima Soedirman." Meski awalnya menolak, Roem, yang tak 
> >> mengerti urusan klenik, menuruti saran itu.
> >>
> >> Di rumahnya, Soedirman sudah menunggu. Sang Panglima ditemani seorang 
> >> anak muda yang ia kenalkan kepada Roem sebagai "orang pintar". Rupanya, 
> >> anak muda yang dikenal Roem tak punya pekerjaan tetap itu yang akan 
> >> "memperkuat jiwa" Menteri Dalam Negeri ini. Dukun itu kemudian memberinya 
> >> secarik kertas. "Jimat ini tak boleh terpisah dari Saudara," kata 
> >> Soedirman. "Kalau hilang, kekuatannya bisa berbalik. Jagalah 
> >> sebaik-baiknya."
> >>
> >> Jimat itu menemani Roem menghadapi delegasi Belanda yang keras kepala tak 
> >> mau hengkang dari Indonesia. Seorang diplomat Amerika Serikat yang jadi 
> >> penengah rundingan itu memuji Roem dan delegasi Indonesia. "Saya sudah 
> >> kesal karena Belanda begitu legalistik, tapi kalian bisa melawannya 
> >> dengan legalistik juga. You are wonderful," katanya, seperti ditulis Roem 
> >> dalam Jimat Diplomat. Roem, lulusan Rechts School (Sekolah Hukum) di 
> >> Jakarta, hanya mesem sambil meraba jimat itu di saku celananya.
> >>
> >> Tapi cerita paling absurd yang pernah didengar anak bungsunya, Mohamad 
> >> Teguh Sudirman adalah kisah seorang santri dari Pesantren Krapyak, 
> >> Yogyakarta. Kepadanya, santri itu menceritakan kisah gurunya yang ikut 
> >> bergerilya bersama Soedirman. Dalam sebuah pertempuran sengit, menurut 
> >> santri itu, Soedirman menjatuhkan pesawat Belanda dengan meniupkan bubuk 
> >> merica. Teguh berkomentar, "Gila, ini tak masuk nalar."
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke