Tak tahan melihat kenyataan pahit lagi menyilaukan yang disampaikan Tempo, ayub yahya jadi makin senewenan...
Sudah tahunan saya bilang: Sudirman itu cuman jendral kancil... http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/343507 http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/218413 --- In [email protected], ayub <ayubyahya@...> wrote: > > pig... lo bisanya mencela doang!! > ngaca dunk.. lo tuh cuma TKI beruntung > beruntung dipiara bugem ... bule gembrot > > > PLAK !! ... ( ehe dah lama gak gamparin lu ) > > > > ________________________________ > From: Bukan Pedanda <bukan.pedanda@...> > > > Dukun klenik inilah yang dianggap panglima besar serdadu Indonesia.... > > -- > > http://id.berita.yahoo.com/soedirman-sang-jenderal-klenik-005439048.html > > TEMPO.CO, Jakarta -Kepercayaan dan kegemaran Soedirman pada supranatural tak > hanya saat gerilya, tapi juga dalam diplomasi formal dengan Belanda. Muhammad > Roem punya kisah menarik tentang klenik Soedirman. Syahdan, suatu pagi > beberapa hari menjelang perundingan Renville di Yogyakarta pada 17 Januari > 1948, Roem dipanggil Presiden Sukarno. > > Majalah Tempo, Senin 12 November 2012 menurunkan edisi khusus Jenderal > Soedirman, Bapak Tentara dari Banyumas. Presiden meminta Ketua Delegasi > Indonesia dalam perundingan itu menemui Soedirman di rumahnya. "Sebagai ketua > delegasi, jiwa Saudara harus diperkuat," kata Presiden. "Temuilah segera > Panglima Soedirman." Meski awalnya menolak, Roem, yang tak mengerti urusan > klenik, menuruti saran itu. > > Di rumahnya, Soedirman sudah menunggu. Sang Panglima ditemani seorang anak > muda yang ia kenalkan kepada Roem sebagai "orang pintar". Rupanya, anak muda > yang dikenal Roem tak punya pekerjaan tetap itu yang akan "memperkuat jiwa" > Menteri Dalam Negeri ini. Dukun itu kemudian memberinya secarik kertas. > "Jimat ini tak boleh terpisah dari Saudara," kata Soedirman. "Kalau hilang, > kekuatannya bisa berbalik. Jagalah sebaik-baiknya." > > Jimat itu menemani Roem menghadapi delegasi Belanda yang keras kepala tak mau > hengkang dari Indonesia. Seorang diplomat Amerika Serikat yang jadi penengah > rundingan itu memuji Roem dan delegasi Indonesia. "Saya sudah kesal karena > Belanda begitu legalistik, tapi kalian bisa melawannya dengan legalistik > juga. You are wonderful," katanya, seperti ditulis Roem dalam Jimat Diplomat. > Roem, lulusan Rechts School (Sekolah Hukum) di Jakarta, hanya mesem sambil > meraba jimat itu di saku celananya. > > Tapi cerita paling absurd yang pernah didengar anak bungsunya, Mohamad Teguh > Sudirman adalah kisah seorang santri dari Pesantren Krapyak, Yogyakarta. > Kepadanya, santri itu menceritakan kisah gurunya yang ikut bergerilya bersama > Soedirman. Dalam sebuah pertempuran sengit, menurut santri itu, Soedirman > menjatuhkan pesawat Belanda dengan meniupkan bubuk merica. Teguh berkomentar, > "Gila, ini tak masuk nalar." > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
