> arya <arya.yok@...> wrote:
> Dugaan saya hangat sebatas krn ketidak
> puasan pemilu, oleh pihak yg (jagoannya)
> kalah. Tp media dan realita perkembagnan
> kadang tdk seiring.

Enggak ada gara2 kalah pemilu kemudian Amerika bubar.  Kalo masalah ketidak 
puasan itu sih dari 400 tahun yang lalu juga sudah ada.  Kemerdekaan Texas yang 
lepas dari USA juga sudah selelsai melalui referendum dimana suara yang 
mendukung kemerdekaan hanya 2000 an orang, sedangkan sisanya yang jutaan 
menolak lepas dari Union ini.  Enggak ada alasan untuk melepaskan diri dari 
United States ini.

Obama memang seharusnya tidak terpilih karena dukungan kapitalist, dukungan 
usaha menengah dan usaha kecil kepada Obama bisa dianggap zero, malah jadi 
memusuhi Obama karena akibat aturan2 Obama banyak pengusaha yang tutup sehingga 
menimbulkan krisis pengangguran yang hebat.

Jadi Obama juga memang berhasil terpilih lagi dengan suara tipis dianggap 
dengan cara2 kotor, antara lain memanfaatkan orang2 Spanish yang dijanjikan 
akan mendapatkan hak2 istimewa dalam negeri ini disertai pemberian legalisasi 
kepada mereka yang ilegal.  Juga Obama menyatakan melindungi UU perkawinan Gay, 
juga melindungi hak memiliki senjata yang sebelumnya ditolak oleh partainya 
sendiri.  Lebih dari itu, janjinya kepada wanita untuk legalisasi aborsi, dan 
segalanya yang dilarang oleh partainya sendiri dan partai lawannya oleh Obama 
malah dibebaskan dengan tujuan bisa mengumpulkan suara2 untuk dirinya.

Dan cara Obama memang berhasil meskipun juga nyaris gagal.  Kesalahannya hanya 
pada Romney sendiri yang pendiriannya ber-ubah2, pertama mendukung aborsi, 
belakangan melarang aborsi, berjanji akan mendeportasi semua yang gelap dlsb.

Akibat terpilihnya kembali Obama, krisis ekonomi akan bertambah panjang dan 
berat selama 4 tahun lagi, dan ini juga berimbas keseluruh dunia.  Tapi ini 
mungkin pun memang disengaja dalam rangka menyelesaikan atau melumpuhkan 
gerakan2 terorist Jihad di Timur Tengah.

Jadi memang masalahnya bukan di politik, tapi di figure Obamanya sendiri yang 
sama sekali tidak dekat dan dijauhi pebisnis.  Bukan karena Obama dari partai 
Demokrat, karena Clinton yang juga dari Demokrat dulunya didukung kuat para 
kapitalist.  Sampai sekarangpun Clinton juga sudah jadi capitalist.

Dukungan Clinton kepada Obama sendiri juga se-mata2 karena uang, dimana isteri 
Clinton Hillary Clinton banyak hutang2nya yang pembayarannya membutuhkan 
bantuan dari Obama.

Terpilihnya kembali Obama sama sekali tidak menguntungkan semua pihak termasuk 
pebisnis, jadi meskipun orang2 gelap tidak di deportasi, tapi dengan tidak 
adanya pekerjaan, akhirnya toh mereka2 yang gelap terpaksa balik kenegerinya.  
Dengan kata lain, terpilihnya Obama hanyalah akibat emosional saja.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke