Nulis surat ke  para pemimpin boleh saja dilanjutkan; tapi yaang paling penting 
adalaah kebersamaan kita..
Langkah pertama : adalah menyatukan pandangan, bahwa :
1. Negri kita tidak adil makmur
2. Negri kita masih perlu perbaikan disegala bidang
3. Orang jujur dan ingin adil di NKRI adalah MINORITAS pada saat ini
4. NKRI sudah kadung dikuasai oleh Keinginan pribadi2 yang serakah

Empat point ini saja dulu, untuk melangkah ke step selanjutnya.
Sehingga langkah2 selanjutnyaa tidak sembrono; harus banyak pake akal pikiran.
Maklum yang kita hadapi bukanlah semacam rakyat jelataa yaang tak ngerti apa2.

Kalau dalam langkah pertama saja kita merasa cukup hebat, cukup mampu, padahal 
ini kurang logis; maka jelas kegagalanlah yang akan kita temui.


--- On Sun, 11/18/12, JARAK - Jaringan Anti Korupsi <[email protected]> wrote:

From: JARAK - Jaringan Anti Korupsi <[email protected]>
Subject: [proletar] Perlu langkah nyata: Aneh.. Orang Sakit Jiwa Jadi Ketua 
DPRD Jateng
To: [email protected], [email protected]
Received: Sunday, November 18, 2012, 5:58 AM
















 



  


    
      
      
      Setuju pada pendapat Zaki IDEA

dalam kasus ini dan hal2 lain yang 

merusak sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa & bernegara, kita 

harus buat langkah nyata, dan 

salah satu upaya, kami dari jarak akan menulis surat pada DPR, Presiden,

 KY, MK. semoga 

mereka semua masih punya naruni, sehingga negeri kita tidak makin 

terpuruk. dan ada perbaikan dimasa mendatang.



Kita sadar bahwa 

tindakan membangun negeri tidak bisa dilakukan oleh satu orang, satu 

kelompok masyarakat saja, perlu ada kebersamaan dan gotong royong, maka 

kami mengharap juga ada langkah & tindakan anggota masyarakat yang 

lain sesuai dengan pemahaman & kemampuannya.



Selain itu opini harus 

terus digencarkan, demi membuka hati, baik itu para pimpinan negeri 

maupun masyarakat. Semuanya demi masa depan Indonesia yang lebih baik, 

agar anak cucu bangsa ini tidak diwarisi keadaan yang mereka tidak bisa 

hidup adil, makmur, rukun, tentram dan sejahtera

salam

JARAK - Jaringan Anti Korupsi

Koordinator

Drs. M. Eko

HP: 085851391999

-----------------------------------------

Sat, 11/10/12, Wasingatu Zakiyah <[email protected]> wrote:

Nampaknya harus kita tindaklanjuti dg langkah nyata untuk membuat 

pernyataan bersama. Pura2 sakit menjadi modus supaya tidak dihukum. 

Pura2 sehat juga menjadi modus supaya bisa duduk menjalankan jabatan. 

Utk kasus ini, seharusnya begitu ada pernyataan sehat maka koruptor harus 
menjalani hukumannya. Baru kemudian dinyatakan bebas. 

Siapa yang akan memulai gerakan ini.



Salam



Zaki-IDEA 



http://www.obornews.com/3113-berita-...etua_dprd.html



Aneh.. Orang Sakit Jiwa Jadi Ketua DPRD Jateng

 



Rukma Setyabudi yang sejak tanggal 01 November 2012 lalu, resmi 

menggantikan Murdoko sebagai Ketua DPRD Jateng ternyata pernah 

dinyatakan tidak waras atau gila oleh tim medis Rumah Sakit Jiwa Amino

 Gondohutomo Semarang tahun 2009 lalu. Rukma dinyatakan gila saat harus 

berhadapan dengan kasus korupsi buku perpustakaan di Kabupaten Purworejo

 tahun 2004. Saat itu Rukma Setyabudi divonis satu setengah tahun.

 



Hanya saja, hukuman tersebut tak harus dijalani oleh Rukma Setyabudi 

karena Rukma dinyatakan sakit jiwa yang bisa membahayakan dirinya dan 

orang lain. Surat bernomor 441.3/2/17534 itu ditandatangani doketr Siti 

Nuraini SpKJ dan Ymt direktur Suprihhartini SpKJ pada tahun 2009. 

Anehnya, meski dinyatakan tidak sehat secara jasmani dan rohani, Rukma 

masih bisa duduk sebagai anggota legislatif. Bahkan sejak awal bulan ini

 malah duduk sebagai ketua DPRD Jateng menggantikan Murdoko yang 

terjerat kasus hukum. "Ya semuanya memang melalui proses dan prosedur 

yang ada. Saya hanya menjalankan amanah,"kata Rukma, saat diwawancara 

wartawan usai dilantik hari Kamis (1/11/2012) lalu.

 

 Selain itu 

Rukma juga mengatakan akan melanjutkan tugas Murdoko sebagai ketua DPRD 

Jateng. "Sesuai tupoksinya saya akan jalankan amanah ini," katanya. 

Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Amino Gondohutomo, dr Sri Widyayati 

SpKJ menyatakan ada kemungkinan bahwa Rukma Setyabudi dinyatakan tidak 

sehat jiwanya hanya pada saat surat itu diterbitkan. "Wah saya nggak 

hapal kalau soal surat. Yang pasti mekanismenya dokter menerbitkan 

rekomendasi hasil pemeriksaannya, kemudian diajukan ke direktur, baru 

diterbitkan," kata Sri Widyayati melalui ponselnya.

 

 Menurutnya 

RSJ mengeluarkan surat berdasar kondisi riil saat diperiksa. RSJ hanya 

menerbitkan surat rekomendasi saja, kalaupun tidak dijadikan bahan 

pertimbangan dan pasien itu tetap menjadi pejabat publik, tentu bukan 

salah RSJ. "Sebaiknya, dia diobati dulu trus diperiksa lagi. Kalau sudah

 tidak membahayakan, baru bisa bekerja lagi. Kami siap melayani, namun 

tentu atas perintah kejaksaan atau pengadilan, tak bisa sembarangan 

memeriksa. Termasuk dia sendiri mintapun, kami tak bisa kecuali jaksa 

atau pengadilan," kata Sri Widyayati.



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    






  










[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke