sik  sik  sik. ora ngerti . Mangsude opo masuk akal; bisa Pak Tawang lebih 
menjelaskan ? Matur nuwun lho pak.

--- On Sat, 11/24/12, Tawangalun <[email protected]> wrote:

From: Tawangalun <[email protected]>
Subject: [proletar] Re: Awalnya membenci malah jatuh hati
To: [email protected]
Received: Saturday, November 24, 2012, 7:40 AM
















 



  


    
      
      
      Tapi Islam gak punya penginjil Bro jadi rata2 mualaf itu masuknya Islam 
karena nyari sendiri,contohnya wong India tsb lalu Irene Handono lalu Ex 
Pendeta Yahya Walone atau Mokoginta.Makane si Walone ini bilang bukan saya 
masuk Islam tapi Islam yg masuk kesaya.

Kalau saya bilang Islam itu agamanya masuk akal tapi cara penyebarannya gak 
masuk akal,nek Kristen agamanya gak masuk akal tapi cara penyebarannya masuk 
akal.



Shalom,

Tawangalun.



--- In [email protected], Dimas Wuryanto <dimaswur@...> wrote:

>

> Wah mas; Mas ini sebenarnya hebat sekali; setelah meliput keajaiban di Gaza; 
> kini memberikan Kisah nyata tentang seorang Hindu yang masuk islam.

> Anda kalau di christian mungkin disebut penyeru injil.

> Tak banyak orang Islam seperti anda. Saya salut.

> 

> 

> --- On Sat, 11/24/12, Tawangalun <tawangalun@...> wrote:

> 

> From: Tawangalun <tawangalun@...>

> Subject: [proletar] Awalnya membenci malah jatuh hati

> To: [email protected]

> Received: Saturday, November 24, 2012, 3:49 AM

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

>  

> 

> 

> 

>   

> 

> 

>     

>       

>       

>       Umar Rao : Awalnya membenci, namun akhirnya jatuh hati.

> 

> Wah Genduk Mus bisa cekot2 ini.

> 

>    

> 

> Awalnya membenci, namun akhirnya jatuh hati. Pemuda India ini siap berada di 
> garda terdepan, menjadi pembela agama Allah ini. Awalnya Muhammed Umar Rao 
> sangat membenci umat Islam. Namun, setelah membaca kitab suci Alquran, pria 
> India ini justru menemukan apa yang ia cari selama ini, yang akhirnya 
> berujung pada suatu keputusan besar yang diambilnya. Rao memutuskan untuk 
> memeluk Islam di usianya yang terbilang masih remaja, yakni sekitar 18 tahun. 
> ''Saya merasa diberkati dengan agama Allah ini,'' ujarnya singkat.

> 

> 

> 

> Berasal dari keluarga kelas menengah berkasta Brahma, sejak kecil Rao sudah 
> dididik dengan ajaran dan nilai-nilai Hindu. Pendidikan agama ini ia peroleh 
> langsung dari bimbingan salah seorang pamannya dari pihak ibu. Sementara 
> keluarga besarnya memang dikenal sebagai keluarga yang sangat membenci umat 
> Islam. Karenanya, tak mengherankan jika ia tumbuh menjadi seorang pemeluk 
> Hindu yang fanatik.

> 

> 

> 

> Di usianya yang masih belia, Rao bergabung dengan salah satu kelompok politik 
> nasionalis Hindu terbesar di India, Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS). Di 
> India, RSS dikenal sebagai kelompok Hindu garis keras yang sangat membenci 
> umat Islam di sana. ''Saya selalu menebar kebencian terhadap Islam, termasuk 
> di ruang publik sekalipun,'' ungkapnya. Salah satu contohnya adalah Rao kerap 
> mengencangkan volume musik yang sedang dinikmatinya manakala terdengar suara 
> azan.

> 

> 

> 

> Perkenalannya dengan Islam terjadi ketika sang ibu memintanya untuk bekerja 
> pada sebuah perusahaan yang pemiliknya adalah seorang Muslim selama liburan 
> musim panas. Tentu saja permintaan tersebut ditolak Rao, mengingat sejak usia 
> kanak-kanak ia sudah benci dengan yang namanya Muslim. Agar tidak 
> mengecewakan orang tuanya, ia kemudian memutuskan untuk mengisi liburan musim 
> panas dengan bekerja di sebuah perusahaan yang dikelola oleh non-Muslim.

> 

> 

> 

> Namun, Rao tidak menyukai pekerjaan tersebut. Ia pun memutuskan untuk keluar 
> dan lebih berkonsentrasi pada studinya agar setelah lulus nanti bisa 
> mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Berbeda dengan Rao, ibu serta saudara 
> perempuannya justru memilih untuk bekerja paruh waktu di perusahaan Muslim 
> tersebut selama dua bulan lamanya. Mereka, ungkapnya, sangat terkesan dengan 
> pemilik perusahaan tersebut.

> 

> 

> 

> Melihat orang-orang dekatnya selalu memuji si pemilik perusahaan, membuat Rao 
> semakin membenci orang Muslim. Akan tetapi, didorong oleh rasa bersalah 
> karena tidak bisa menjadi orang yang berguna bagi keluarga, ia pun memutuskan 
> untuk menerima tawaran pekerjaan yang diberikan oleh ibunya. Kebenciannya 
> terhadap Islam semakin besar, manakala ia mengetahui banyak di antara 
> karyawan non-Muslim yang bekerja di perusahaan tersebut memeluk Islam.

> 

> 

> 

> Kemarahannya terhadap pemilik perusahaan, ia lampiaskan dengan memberinya 
> pelajaran bahwa agama yang dianutnya adalah yang paling benar. Dari situ 
> kemudian Rao mulai melakukan studi mengenai perbandingan agama. Dan sejak 
> saat itu, untuk mengetahui lebih banyak mengenai Islam, Rao pun mulai membaca 
> terjemahan Alquran berbahasa Inggris.

> 

> 

> 

> Hal tersebut tentu saja membawa perubahan dalam kehidupannya. ''Setelah 
> membacanya, saya seperti terjebak dalam ketakutan, keraguan, dan menyadari 
> kenyataan bahwa yang selama ini saya perbuat adalah salah. Agama yang saya 
> yakini selama ini ternyata hanyalah tentang imajinasi ataupun mitos dan 
> kisah-kisah palsu,'' paparnya.

> 

> 

> 

> Dari situ kemudian muncul keraguan dalam diri Rao. Ia lantas bertanya kepada 
> orang tuanya, orang-orang di sekitarnya yang ia ketahui pernah bertemu dengan 
> Tuhan ataupun pernah membuat gambar serta lukisan Tuhan. Namun, orang-orang 
> tersebut menjawab bahwa tak satu pun yang pernah melihat Tuhan sebagaimana 
> banyak diungkapkan di dalam Alquran. Kenyataan ini justru semakin meruntuhkan 
> keyakinannya terhadap ajaran Hindu. Kisah-kisah mengenai Ganesha, 
> Chamundeswari, Rama, Sinta, dan lainnya tidak lagi masuk akal baginya. ''Aku 
> tidak bisa lagi membayangkan mereka sebagai dewa.''

> 

> 

> 

> Berhenti menyembah berhala

> 

> 

> 

> Bahkan, ketika ia bertanya kepada orang tuanya mengapa ajaran dalam kitab 
> Weda yang dengan jelas sekali bertentangan dengan para dewa masih tetap 
> dijalankan, sang ibu justru memarahinya dan mengatakan seharusnya ia 
> melakukan apa yang telah dicontohkan oleh para leluhur mereka. Keesokan 
> harinya, Rao membaca sebuah ayat dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 170 yang 
> berbunyi: ''Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Ikutilah apa yang telah 
> diturunkan Allah,' mereka menjawab: '(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa 
> yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami'. (Apakah mereka 
> akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu 
> apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?''

> 

> 

> 

> Pandangannya kemudian juga tertuju kepada ayat 134 dari Surah Al-Baqarah ini 
> yang berbunyi: ''Itu adalah umat yang lalu, baginya apa yang telah 
> diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan 
> diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan.''

> 

> 

> 

> Ketika membaca kedua ayat tersebut, Rao merasa takjub karena penjelasan dalam 
> kedua ayat Alquran ini sama persis seperti pertanyaan yang ia ajukan kepada 
> ibunya. Ia merasa tertohok oleh kedua ayat ini. Ia menyadari bahwa untuk 
> semua pertanyaan yang selama ini bersemayam dalam kepalanya, ternyata 
> jawabannya ada di dalam Alquran.

> 

> 

> 

> Sejak saat itu secara perlahan-lahan, dia mulai menghentikan kebiasaan 
> menyembah patung para dewa Hindu dan berhenti melakukan Pooja (ritual doa 
> dalam agama Hindu--Red). ''Karena ini termasuk perbuatan syirik, dan itu 
> merupakan satu-satunya dosa yang tidak akan diampuni.''

> 

> 

> 

> Selanjutnya Rao mulai mempraktikan ajaran Islam, meskipun hal tersebut masih 
> dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi. Namun lambat laun, perihal 
> keislamannya ini tidak bisa ia sembunyikan lagi dari keluarga besarnya. 
> Mengetahui hal itu, keluarga Rao tidak bisa menerima keyakinan barunya ini. 
> Beruntung dia masih memiliki saudara perempuan yang ternyata juga tertarik 
> dengan Islam, dan pada akhirnya saudaranya pun memeluk Islam.

> 

> 

> 

> Bersama saudara perempuannya ini, Rao akhirnya memutuskan untuk keluar dari 
> rumah, dan hidup terpisah dari keluarga besarnya. ''Selama lebih dari setahun 
> kami berdua hidup tanpa pekerjaan maupun sumber penghasilan yang tetap. 
> Namun, segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kami untuk melalui semua 
> masa-masa sulit itu,'' ujarnya.

> 

> 

> 

> Di saat masa sulit ini, ungkap Rao, Allah SWT telah membukakan pintu-pintu 
> kesempatan kepadanya, sesuai dengan doa-doa yang selama ini ia panjatkan 
> dalam setiap shalat lima waktu. Karenanya, ketika datang tawaran pekerjaan 
> dari perusahaan industri mesin, ia pun menyampaikan lamaran. Namun, ia 
> terpaksa meninggalkan pekerjaannya ini karena faktor jam kerja yang menganggu 
> waktu beribadahnya.

> 

> 

> 

> Setelah menganggur selama hampir satu tahun lebih, akhirnya ia memutuskan 
> untuk bekerja sebagai seorang pengajar. Profesi tersebut ia jalani hingga 
> saat ini. Meski dengan pendapatan yang terbilang tidak begitu besar, ia 
> merasa bersyukur karena Allah telah menjawab doa-doanya.

> 

> 

> 

> Sebagaimana Allah berfirman dalam Alquran Surah Al-Ankabut ayat 2: ''Apakah 
> manusia menyangka bahwa mereka akan ditinggalkan sendirian karena mereka 
> berkata: ''Kami beriman, dan tidak akan diuji.''

> 

> 

> 

> Kini, pemuda India ini, tergolong seorang Muslim yang sangat taat beribadah. 
> Ia yang awalnya menjadi kelompok pembenci Islam, kini setelah mempelajari 
> Islam secara seksama, ia mencintai agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW ini. 
> Bahkan, ketika ada sentimen negatif terhadap Islam dari kalangan non-Muslim, 
> Rao senantiasa berada di garda terdepan dan menjadi pembelanya. Ia meyakini, 
> agama Islam adalah agama yang damai dan cinta kasih, serta untuk kemuliaan 
> umat manusia. islamreligion/dia

> 

> 

> 

> Biodata

> 

> Nama : Muhammad Umar Rao

> 

> Masuk Islam : Usia 18 tahun

> 

> Last modified on Monday, 27 August 2012 10:31

> 

> Read 4529 times

> 

> 

> 

> 

> 

>     

>      

> 

>     

>     

> 

> 

> 

> 

> 

> 

>   

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>





    
     

    
    






  










[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke