Jadi, seperti juga saya bilang selama ini, memang 
nggak ada bukti orang Belanda itu hidup senang. 
Kalau terhadap rakyat sendiri saja pemerintah kerajaan itu 
tega, apalagi mereka yang berstatus pendatang. Lebih-lebih 
lagi pengungsi berpaspor Prancis. 

So, gembar-gembor uplik tentang negeri aduhai makmur itu 
ya tong kosong untuk menipu dirinya belaka. 

Dan ngamuknya setiap saat, di setiap kesempatan itu, 
adalah ekspresi kekecewaan yang amat parah. 
Frustasi berat akibat tertipu oleh dirinya sendiri. 

Menipu dirinya sendiri dan... kena! 


--- "ASAHAN" <a.alham1938@...> wrote:

> ASAHAN:
> 
> 
>               PEKERJA KERAS YANG TERTIPU
> 
> Rakyat Belanda terkenal sebagai pekerja keras dan bangsa yang 
> hemat. Pada umumnya orang Belanda sudah mulai bekerja sejak usia 
> yang sangat muda. Umpamanya chef afdeling saya sudah bekerja sejak 
> dia berusia 14 tahun dan baru ketika usianya mencapai 63 dia 
> terpaksa diberhentikan karna perusahaan di mana kami bekerja 
> mengalami kurugian besar sebagai akibat krisis moneter dunia, dia 
> dipensiun muda sebelum mencapai umur pensiun (65 tahun). Tapi dia 
> setidaknya sudah bekerja selama 49 tahun. Orang Belanda rata-rata 
> bekerja selama 40 tahun dan itu adalah waktu yang normal bagi orang 
> Belanda.Tidak sedikit yang bekerja selama 50 tahun dan  bahkan ada 
> yang hingga 60 tahun  barulah menikmati  hari tuanya dengan uang 
> pensiun yang  sangat lumayan dan bahkan lebih dari cukup. Chef saya 
> yang tua bekerja sejak umur 13 tahun dan terus bekerja hingga 
> ajalnya pada usia 88 tahun yang berarti dia bekerja terus menerus 
> selama 75 tahun. Boleh dibilang bangsa Belanda adalah bangsa  
> pekerja yang hanya bisa dibandingkan dengan orang Jepang.
> Tapi setelah terjadi krisis moneter Internasional, semuanya jadi 
> berubah, dulu usia pensiun adalah yang diimpikan dengan jaminan 
> hari tua yang sangat lumayan dan bahkan pernah yang terbaik di 
> seluruh Eropah  dan bahkan juga salah satu yang terbaik di  
> dunia.Sekarang semua itu cumalah nostalgia pahit untuk dikenang. 
> Politik penghematan Pemerintah Belanda yang sudah berlangsung tanpa 
> henti selama puluhan tahun semakin memiskinkan golongaan kaum 
> pensiunan atau pada umumnya para orang tua jompo. Apa yang pernah 
> mereka nikmati sebagai hasil jerih payah kerja keras selama puluhan 
> tahun bekerja berat telah semakin dipreteli oleh Pemerintah: 
> layanan kesehatan semakin dikurangi atau hingga tiada, uang pensiun 
> dipotong, ongkos hidup di rumah jompo sudah hampir tak mungkin 
> terbayar dan sebagian besar terpaksa(dipaksa) di pulangkan ke 
> keluarganya masing-masing, alat-alat penopang ketuaan seperti 
> kereta (rolator) atau scooter roda tiga harus beli sendiri bahkan 
> hingga tongkatpun harus sewa atau beli sendiri, obat-obatan yang 
> dibayar oleh asuransi dikurangi dan sebagian harus dibyar sendiri, 
> uang "tanggung risiko  sendiri" dinaikkan hingga 350 euro per tahun 
> (dulu 250 euro), semua obat-obatan diganti dengan kwalitas murahan 
> yang cukup sering menimbulkan korban hingga kematian karna tidak 
> cocok atau kwalitas yang sangat rendah. Belum lagi korban akibat 
> salah hitung dari bank pensiun atau dinas pajak (belasting)  yang 
> dengan alasan: dibayar terlalu banyak" dan sipenerima(pensiunan) 
> harus mengembalikan uang "kelebihan" yang pernah diterimanya hingga 
> ribuan euro kepada Pemerintah. Kecelakaan ini bisa menimpa setiap 
> orang yang dalam sekejap bisa kalang kabut dan  bahkan jatuh miskin 
> karna hutang dan bahkan hingga penjara. Zonder pardon, para korban 
> "penerima yang tertuduh bukan haknya"ini mutlak harus 
> mengembalikan uang "kelebihan"itu pada Pemerintah dan tidak 
> seorangpun yang bisa mengerti mengapa hal itu bisa terjadi
> 
> Puluhan tahun bekerja keras atau bahkan seumur hidup, begitu sistim 
> kapitalisme Neoliberal runtuh, korban utama yang paling dramatis 
> adalah kaum pensiunan atau para jompo.Orang boleh mengeluh, protes, 
> bahkan hingga memaki-maki karena mereka hidup dalam satu negeri 
> yang demokratis. Mengutarakan pendapat tidak bisa dihukum termasuk 
> berdemonstrasi. Tapi apakah persis demikian hukumnya? Jawabanya 
> kadang-kadang mudah, kadang-kadang  sulit. Mudah karena memang 
> begitulah yang ada dalam Undang-Undang mereka. Sulit karena tidak 
> selalu persis demikian atau lain dengan kenyataan. Orang Italia, 
> Spanyol, Portugal dan Griekenland menyambut politik penghematan 
> Pemerintah dengan demonstrasi hampir setiap hari dan tampaknya akan 
> semakin merambat ke seluruh Eropah. Orang Belanda masih tenang-
> tenang saja. Mungkin mereka sudah  bosan demonstrasi karna tahu 
> betul tidak akan ada hasilnya atau sia-sia belaka. Menjelang Pemilu 
> Partai-Partai politik mengumbar janji-janji yang menggiurkam tapi 
> setelah menang Pemilu semua janji-janji yang menyenangkan itu 
> dicampakkan begitu saja. Apakah ini bukan penipuan namanya? Yang 
> jelas di dunia ini bukan hanya rakyat-rakyat di dunia ke 3 saja 
> yang  selalu ditipu oleh Pemerintah penguasa mereka tapi juga 
> rakyat-rakyat di dunia kapitalis yang "termaju"sekalipun penipuan 
> itu tidak kurang hebatnya. Dan setiap korban penipuan merasakan 
> penderitaan yang  sama.
> ASAHAN ( boleh bebas disebarkan ke mana saja termasuk Facebook 
> tanpa perlu izin penulis).
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke