tau artinya tax evasion pig ?? makan nih....!!!
>>>>Belum lagi korban akibat > > > salah hitung dari bank pensiun atau dinas pajak (belasting) yang > > > dengan alasan: dibayar terlalu banyak" dan sipenerima(pensiunan) > > > harus mengembalikan uang "kelebihan" yang pernah diterimanya hingga > > > ribuan euro kepada Pemerintah. Kecelakaan ini bisa menimpa setiap > > > orang yang dalam sekejap bisa kalang kabut dan bahkan jatuh miskin > > > karna hutang dan bahkan hingga penjara. Zonder pardon, para korban > > > "penerima yang tertuduh bukan haknya"ini mutlak harus > > > mengembalikan uang "kelebihan"itu pada Pemerintah dan tidak > > > seorangpun yang bisa mengerti mengapa hal itu bisa terjadi. > > > Puluhan tahun bekerja keras atau bahkan seumur hidup, begitu sistim > > > kapitalisme Neoliberal runtuh, korban utama yang paling dramatis > > > adalah kaum pensiunan atau para jompo. ________________________________ From: Bukan Pedanda <[email protected]> Jadi seperti saya katakan: Teddy ini adalah manusia serakah. Manusia serakah. Greedy. Dan disamping itu juga penjahat: pelaku tax evasion. Jadi bukan manusia jujur. --- In [email protected], "Teddy S." <teddyr@...> wrote: > > Apalagi setelah Moody's memangkas peringkat utang Perancis dari level AAA > menjadi Aa1 dengan tetap mempertahankan pandangan negatif hingga tidak > terlepas dari kemungkinan adanya pemangkasan lebih lanjut. Walaupun sesaat > (satu hari saja) tapi berita ini telah menyebabkan rontoknya nilai tukar Euro > pada sesi pagi pasar uang Asia minggu lalu. > > Berita buruk bagi suatu negara, tentunya bisa jadi berita baik pagi bagi > orang banyak yang sedang bertaruh bagi melemahnya nilai tukar Euro. > > > "Greed is Good" > - Gordon Gekko - > > --- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@> wrote: > > > > > > Jadi, seperti juga saya bilang selama ini, memang > > nggak ada bukti orang Belanda itu hidup senang. > > Kalau terhadap rakyat sendiri saja pemerintah kerajaan itu > > tega, apalagi mereka yang berstatus pendatang. Lebih-lebih > > lagi pengungsi berpaspor Prancis. > > > > So, gembar-gembor uplik tentang negeri aduhai makmur itu > > ya tong kosong untuk menipu dirinya belaka. > > > > Dan ngamuknya setiap saat, di setiap kesempatan itu, > > adalah ekspresi kekecewaan yang amat parah. > > Frustasi berat akibat tertipu oleh dirinya sendiri. > > > > Menipu dirinya sendiri dan... kena! > > > > > > --- "ASAHAN" <a.alham1938@> wrote: > > > > > ASAHAN: > > > > > > > > > PEKERJA KERAS YANG TERTIPU > > > > > > Rakyat Belanda terkenal sebagai pekerja keras dan bangsa yang > > > hemat. Pada umumnya orang Belanda sudah mulai bekerja sejak usia > > > yang sangat muda. Umpamanya chef afdeling saya sudah bekerja sejak > > > dia berusia 14 tahun dan baru ketika usianya mencapai 63 dia > > > terpaksa diberhentikan karna perusahaan di mana kami bekerja > > > mengalami kurugian besar sebagai akibat krisis moneter dunia, dia > > > dipensiun muda sebelum mencapai umur pensiun (65 tahun). Tapi dia > > > setidaknya sudah bekerja selama 49 tahun. Orang Belanda rata-rata > > > bekerja selama 40 tahun dan itu adalah waktu yang normal bagi orang > > > Belanda.Tidak sedikit yang bekerja selama 50 tahun dan bahkan ada > > > yang hingga 60 tahun barulah menikmati hari tuanya dengan uang > > > pensiun yang sangat lumayan dan bahkan lebih dari cukup. Chef saya > > > yang tua bekerja sejak umur 13 tahun dan terus bekerja hingga > > > ajalnya pada usia 88 tahun yang berarti dia bekerja terus menerus > > > selama 75 tahun. Boleh dibilang bangsa Belanda adalah bangsa > > > pekerja yang hanya bisa dibandingkan dengan orang Jepang. > > > Tapi setelah terjadi krisis moneter Internasional, semuanya jadi > > > berubah, dulu usia pensiun adalah yang diimpikan dengan jaminan > > > hari tua yang sangat lumayan dan bahkan pernah yang terbaik di > > > seluruh Eropah dan bahkan juga salah satu yang terbaik di > > > dunia.Sekarang semua itu cumalah nostalgia pahit untuk dikenang. > > > Politik penghematan Pemerintah Belanda yang sudah berlangsung tanpa > > > henti selama puluhan tahun semakin memiskinkan golongaan kaum > > > pensiunan atau pada umumnya para orang tua jompo. Apa yang pernah > > > mereka nikmati sebagai hasil jerih payah kerja keras selama puluhan > > > tahun bekerja berat telah semakin dipreteli oleh Pemerintah: > > > layanan kesehatan semakin dikurangi atau hingga tiada, uang pensiun > > > dipotong, ongkos hidup di rumah jompo sudah hampir tak mungkin > > > terbayar dan sebagian besar terpaksa(dipaksa) di pulangkan ke > > > keluarganya masing-masing, alat-alat penopang ketuaan seperti > > > kereta (rolator) atau scooter roda tiga harus beli sendiri bahkan > > > hingga tongkatpun harus sewa atau beli sendiri, obat-obatan yang > > > dibayar oleh asuransi dikurangi dan sebagian harus dibyar sendiri, > > > uang "tanggung risiko sendiri" dinaikkan hingga 350 euro per tahun > > > (dulu 250 euro), semua obat-obatan diganti dengan kwalitas murahan > > > yang cukup sering menimbulkan korban hingga kematian karna tidak > > > cocok atau kwalitas yang sangat rendah. Belum lagi korban akibat > > > salah hitung dari bank pensiun atau dinas pajak (belasting) yang > > > dengan alasan: dibayar terlalu banyak" dan sipenerima(pensiunan) > > > harus mengembalikan uang "kelebihan" yang pernah diterimanya hingga > > > ribuan euro kepada Pemerintah. Kecelakaan ini bisa menimpa setiap > > > orang yang dalam sekejap bisa kalang kabut dan bahkan jatuh miskin > > > karna hutang dan bahkan hingga penjara. Zonder pardon, para korban > > > "penerima yang tertuduh bukan haknya"ini mutlak harus > > > mengembalikan uang "kelebihan"itu pada Pemerintah dan tidak > > > seorangpun yang bisa mengerti mengapa hal itu bisa terjadi > > > > > > Puluhan tahun bekerja keras atau bahkan seumur hidup, begitu sistim > > > kapitalisme Neoliberal runtuh, korban utama yang paling dramatis > > > adalah kaum pensiunan atau para jompo.Orang boleh mengeluh, protes, > > > bahkan hingga memaki-maki karena mereka hidup dalam satu negeri > > > yang demokratis. Mengutarakan pendapat tidak bisa dihukum termasuk > > > berdemonstrasi. Tapi apakah persis demikian hukumnya? Jawabanya > > > kadang-kadang mudah, kadang-kadang sulit. Mudah karena memang > > > begitulah yang ada dalam Undang-Undang mereka. Sulit karena tidak > > > selalu persis demikian atau lain dengan kenyataan. Orang Italia, > > > Spanyol, Portugal dan Griekenland menyambut politik penghematan > > > Pemerintah dengan demonstrasi hampir setiap hari dan tampaknya akan > > > semakin merambat ke seluruh Eropah. Orang Belanda masih tenang- > > > tenang saja. Mungkin mereka sudah bosan demonstrasi karna tahu > > > betul tidak akan ada hasilnya atau sia-sia belaka. Menjelang Pemilu > > > Partai-Partai politik mengumbar janji-janji yang menggiurkam tapi > > > setelah menang Pemilu semua janji-janji yang menyenangkan itu > > > dicampakkan begitu saja. Apakah ini bukan penipuan namanya? Yang > > > jelas di dunia ini bukan hanya rakyat-rakyat di dunia ke 3 saja > > > yang selalu ditipu oleh Pemerintah penguasa mereka tapi juga > > > rakyat-rakyat di dunia kapitalis yang "termaju"sekalipun penipuan > > > itu tidak kurang hebatnya. Dan setiap korban penipuan merasakan > > > penderitaan yang sama. > > > ASAHAN ( boleh bebas disebarkan ke mana saja termasuk Facebook > > > tanpa perlu izin penulis). > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
