Kalo dizaman sekarang kita tanyakan presiden mana di Indonesia yang paling jelek, korup, bangsat, biadab, tirany, dan buas, maka tidak ada yang menyebut nama lain daripada Suharto satu2nya yang paling dibenci rakyat RI. Tapi 100 tahun lagi nama presiden RI yang paling jelek justru adalah Gus Dur, karena catatan sejarah mencatat hanya hal2 yang resmi secara hukum saja. Suharto meskipun se-laknat2nya dibenci rakyat tetap dengan hasil korupsinya yang besar dia bisa membeli segala yang bagus2 untuk diingat anak bangsanya, antara lain beliau membeli gelar2 sebagai "bapak pembangunan", "bapak orde baru", "bapak kesaktian pancasila", "bapak pembela pancasila", dan masih banyak lagi gelar2 yang dimilikinya untuk jadi catatan sejarah. Tapi segala kejelekannya juga oleh Suharto berhasil di hilangkan melalui pengadilan secara tidak adil dan cara2 kotor baik yang dilakukan Suharto sendiri maupun keluarganya, bahkan menteror hakim2 pengadilan sehingga ada yang ditembak mati langsung dijalanan. Dan semua ini ada beritanya dikoran yang tentu bukan menjadi catatan sejarah yang bisa merusak namanya. Sebaliknya dengan Gus Dur, meskipun beliau adalah seorang yang baik hati, suka menolong tidak banyak mau bertengkar dan hidup damai, ternyata beliau inilah satu2nya wakil partai Islam yang pernah berhasil menjadi presiden, menjadi kebanggaan kaum muslimin di Indonesia dan menjadi tauladan bagi muslimin di Indonesia. Beliau naik jadi presiden tanpa mengikuti pemilu dan beliau terpilih melalui konspirasi2 kotor yang bukan beliau sendiri yang melakukannya, tapi beliau memang menyetujui cara2 begitu untuk bisa menjadi presiden. Gus Dur berani meminta maaf untuk partainya yang terlibat dalam pembantaian sesama manusia yang paling dikutuk bangsa ini pada kejadian G30S dulu. Inipun sebenarnya bukan mencerminkan usahanya untuk membersihkan namanya maupun partainya dari hal2 yang jelek tadi, karena meskipun beliau minta maaf se-mata2 hanyalah untuk tujuan politik menjelang pemilu, karena para pelaku2 pembataian dari partainya tidak ada satupun yang ditindak malah diangkat menjadi pengurus2 penting dari partainya. Jadi sejarah mencatat nama Gus Dur sebagai presiden yang korup, biadab pembantai bangsanya sendiri dalam G30S, konspirator ulung sehingga bisa jadi presiden tanpa pernah mengikuti pemilu. Hal2 begini memang menyedihkan, yang paling jahat malah selamat, dan Gus Dur presiden yang paling baik justru merangkak dalam lumpur yang paling hina dina. Jadi kalo mau di urut, maka presiden yang paling busuk tetap berada pada diri Sukarno, Suharto kedua, Habibie ketiga, SBY keempat, Megawati kelima, dan Gus Dur adalah yang paling baik. Tapi nantinya 100 tahun mendatang, generasi RI memandang dengan urutan yang terbalik, Gus Dur menjadi presiden yang paling buruk yang berenang dicomberan menjijikan, dan memalukan serta juga tidak tahu malu. Ny. Muslim binti Muskitawati.
[Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
