Hanya saja kalau main gempur hanis kaya gitu; kata MENGGENAPI sudah tak tepat 
lagi.
Ibaratnya begini; dalam suatu permainan Game :
Aturan Pokok :
1. Harus lebih dari 3 pemain
2. alat yang dipake Kartu dan Alat Caatur
3. Tiap pemain tidak boleh Curang
4. Harus daftar ddulu dengan uang pendaftaran seceng

Nah hanya itu aturan pokok; timbul tambahan :
5. Tiap pemain harus bawa makanaan masing2
6. Boleh makan minum dan merokok saat bermain.

Nah kalau yang nomor satu DIGERUS semua; yang tingga yaitu PB;
hanyalah no. 5 dan 6 Bisa2 jadi ngaawur Game secara keseluruhan.
Nah peraturan POKOK dihapus semua !

Jadi kata MENGGENAPI adalah meneruskan aturaan lama Plus ditambah aturan BARU.
Itu mestinya; kalaau digerus ya paling 5 dan 6 saaja yaang muncul.

--- On Thu, 11/29/12, ayub <[email protected]> wrote:

From: ayub <[email protected]>
Subject: [proletar] Halal Bersetubuh dengan musuhmu
To: "Proletar" <[email protected]>
Received: Thursday, November 29, 2012, 12:19 PM
















 



  


    
      
      
      masih hangat tulisan habeh :



>kebanyakan

>orang nasrani sudah pandai menginterpretasi bahwa 



>cerita soal kebiadaban di perjanjian lama

>cuma tinggal cerita yang tidak perlu dicontoh dan 



>diterapkan di jaman sekarang,



barusan baca berita ttg mossad (yahudi) yg masih menjalankan ajaran yang

ada di taurat (perjanjian lama)



yahudi dan nasrani beda.



http://id.berita.yahoo.com/halal-bersetubuh-dengan-musuhmu-010000788.html



Halal bersetubuh dengan musuhmu



MERDEKA.COM, Para agen rahasia dibekali prinsip menggunakan 

segala cara untuk memperoleh informasi soal kelemahan dan kekuatan 

musuh. Dari cara paling mengenakkan, seperti berhubungan seks, hingga 

menyiksa.



Dasar itu pula yang harus dipegang mata-mata Mossad (dinas rahasia luar 

negeri Israel). Tentu saja, seks menjadi senjata andalan kaum perempuan. Karena 
itu pula, Rabbi Ari Shvat mengeluarkan fatwa: agen Mossad 

perempuan boleh bersetubuh dengan musuh untuk mencapai misinya.



Kesimpulan rabbi dari Tzomet Institute itu berdasarkan hasil kajian yang 
dilansir awal bulan ini. “Dibolehkan berhubungan badan dalam beberapa 

kasus ekstrem dan jarang jika itu merupakan solusi paling cepat dan 

efisien untuk memperoleh informasi atau menghentikan tindakan 

membahayakan negara,” kata Rabbi Shvat, seperti dilansir surat kabar Haaretz 
dua tahun lalu.



Ia mendasarkan fatwanya pada cerita-cerita yang digali dari sejarah kaum Yahudi 
zaman dulu. Seperti yang dilakoni Ratu Esther yang melayani 

hasrat Raja Ahashverosh untuk menyelamatkan bangsa Yahudi pada tahun 500 
Sebelum Masehi.



Contoh paling mutakhir diterapkan terhadap pembocor nuklir Israel 

Mordechai Vanunu. Bekas teknisi nuklir di reaktor Dimona itu berhasil 

dibekuk di Ibu Kota Roma pada 1986 setelah terbuai bujuk rayu dan 

kehangatan tubuh agen Mossad perempuan. Selentingan soal misi syahwat 

itu juga muncul dalam kasus terbunuhnya salah satu pentolan Hamas Mahmud 
al-Mabhuh di Dubai, Uni Emirat Arab, Januari tahun ini.



Yang disarankan memakai taktik seks adalah agen lajang. Mereka juga 

tidak perlu meminta izin rabbi untuk itu. “Jika harus menggunakan agen 

bersuami, lebih baik suaminya menceraikan dia dulu. … Setelah itu rujuk 

lagi,” ujar Rabbi Shvat.



Tentu saja ada persyaratan mutlak agar misi syahwat itu berhasil. Sang 

agen perempuan mesti berwajah memikat dan memiliki lekuk tubuh aduhai. 

Dijamin korbannya akan bertekuk lutut. Dengan seks, kedua pihak 

sama-sama diuntungkan.



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    






  










[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke