Ya tanya tempo lah... --- In [email protected], "arra_s" <arra_s@...> wrote: > > > > Pret.. > katanya 7, kenapa yg disebut hanya 4? > mana yg 3 lagi? > > > --- In [email protected], "ttbnice" <rparapat@> wrote: > > > > Jangan lagi pilih pemimpin2 yang baik hati dan tidak sombong seperti mas > > Boy, tapi mulai pilih pemimpin yg berpengalaman.... dan sukses.. > > > > > > ====== > > > > TEMPO.CO, Jakarta - Majalah Tempo edisi Senin 10 Desember 2012 menetapkan > > tujuh kepala daerah pilihan, tapi bukan berarti pemimpin bagus dari 497 > > kota dan kabupaten di seluruh Republik hanya tersisa tujuh tokoh ini. Pasti > > masih ada kepala daerah cakap yang luput dari »radar" kami, walaupun jumlah > > yang lurus sekaligus berprestasi sangat terbatas. > > Bahwa Bupati Garut Aceng Fikri tak masuk daftar, misalnya, bukan akibat > > nikah siri empat hari yang dilakoninya, melainkan berhubungan dengan > > kriteria hasil kerja yang tak mengesankan. > > Tujuh kepala daerah terpilih tahun ini merupakan bagian dari stok yang > > sedikit: pemimpin dengan sejumlah inovasi untuk membangun masyarakatnya > > serta bebas dari korupsi--setidaknya sampai Tempo menurunkan laporan utama > > ini. > > Era otonomi daerah sejak 1999, yang disempurnakan lima tahun kemudian > > dengan pemilihan langsung kepala daerah, membawa berkah sekaligus > > »musibah". Berkah itu datang dari kedekatan »jarak" pemimpin dengan yang > > dipimpin, yang membuat penanganan masalah rakyat lebih cepat. > > Pembangunan daerah semestinya bisa semakin bergegas lantaran pemimpin yang > > tumbuh dari masyarakatnya akan lebih gampang menggerakkan komunitas itu. > > Tapi »musibah" juga datang, terutama di daerah dengan kelas menengah yang > > belum bangkit. Sistem pengawasan yang lemah membuat korupsi tumbuh subur. > > Komisi Pemberantasan Korupsi mencatat, 31 bupati dan wali kota menjadi > > terpidana korupsi sejak 2004. > > Artinya, korupsi masih merupakan masalah akut otonomi daerah. Sangat jelas > > benang merah antara korupsi dan sejumlah indeks keberhasilan pembangunan. > > Daerah dengan pemimpin korup umumnya tak berhasil mencapai angka bagus pada > > berbagai indeks pembangunan, misalnya indeks pembangunan manusia atau > > indeks kesejahteraan rakyat. > > Perkecualian hubungan antara korupsi dan sejumlah indeks tadi memang > > terjadi di satu-dua daerah yang benar-benar kaya sumber daya alam. Kutai > > Kartanegara merupakan satu contoh. Walaupun pemimpinnya di masa lalu sempat > > ditahan karena korupsi, berkat bahan tambang yang melimpah ruah, indeks > > pembangunan manusia tetap tinggi. Di daerah dengan sumber daya alam > > terbatas, atau sama sekali tak tersedia, korupsi segera akan terlihat > > dampaknya. Kemampuan daerah membuat terobosan, yang tentu memerlukan dana > > tak sedikit, akan sangat terbatas. > > Yang menarik dari tujuh pemimpin pilihan ini, ada semacam kesamaan > > pandangan bahwa korupsi akan membuat pemimpin berjarak dengan > > masyarakatnya, dan akhirnya menyulitkan usaha menggalang dukungan rakyat. > > Para kepala daerah ini berkeyakinan bahwa hanya pemimpin bersih yang > > sanggup merebut hati rakyat untuk mendukung program kerja mereka. Cerita > > Bupati Banjar Herman Sutrisno menjadi bukti. Pemimpin sebuah kabupaten di > > Jawa Barat ini tidak pernah membeli dukungan rakyat. Bupati yang dokter ini > > cukup bekerja keras memperbaiki tingkat kesehatan warga. Imbalan yang ia > > peroleh luar biasa: 94 persen rakyat Banjar memenangkannya untuk periode > > kedua. > > Sikap antikorupsi saja tak cukup. Leadership kuat, yang diwujudkan dengan > > berani, sangat diperlukan untuk menangani beribu masalah di daerah. Sungguh > > beruntung, tujuh pemimpin pilihan ini mempunyai berbagai kelebihan. Wali > > Kota Surabaya Tri Rismaharini, umpamanya, berani menolak pembangunan jalan > > tol yang membelah Kota Surabaya. Risma berkukuh menaikkan tarif papan > > reklame besar yang selama ini dianggapnya merusak keindahan kota, walaupun > > Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mengancam mencopotnya. > > Ada contoh lain. Yusuf Wally, Bupati Keerom--sebuah kabupaten di Papua yang > > berbatasan langsung dengan Papua Nugini--berani meminta TNI mengurangi > > pasukan. Alasan Wally: ia tak ingin penduduk daerah rawan konflik itu > > terus-menerus menderita trauma lantaran »dikepung" pasukan dalam jumlah > > besar. Kepemimpinan kuat ditunjukkan Wally ketika ia membuat kemeriahan di > > kantornya pada 1 Desember lalu, bertepatan dengan peringatan kemerdekaan > > Organisasi Papua Merdeka. Ia mendukung OPM? Tidak. Dia justru berupaya > > mengalihkan perhatian rakyat Keerom agar tidak melulu berpikir soal > > kemerdekaan OPM. > > Leadership kuat, keberanian dalam mengimplementasikan program, serta > > konsistensi, merupakan kunci sukses tujuh kepala daerah pilihan ini. Tapi > > pemilihan langsung tak selalu menghasilkan pemimpin dengan kualitas seperti > > pendahulunya. Maka, tantangan terbesar bagi para leader itu akan datang > > setelah mereka tak lagi menjabat. Tantangan itu adalah menjamin > > kelangsungan program yang sudah berhasil memperbaiki wajah daerah, yang > > bisa dilakukan umpamanya dengan membuat peraturan daerah yang kokoh. Mereka > > juga bisa menghidupkan partisipasi masyarakat untuk menjaga keberlanjutan > > programnya. > > Barangkali tujuh pemimpin daerah pilihan Tempo 2012 ini belum mencapai > > kelas »The Magnificent Seven"--meminjam istilah dunia bulu tangkis untuk > > tujuh pendekar Indonesia 1970-an yang merajai pelbagai turnamen kelas > > dunia. Tapi mereka patut mendapat perhatian kita, terutama pada saat krisis > > kepemimpinan melanda Republik--seperti sekarang ini. Jika para kepala > > daerah ini konsisten menjaga prestasinya, mereka pantas kita calonkan > > sebagai pemimpin di level yang lebih tinggi. > > >
------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
