wakakaka.. liat nya ampe habis dunk neng
endingnya, ntu dalangnya seorang bupati
kalo wayangnya, gatotkaca ama semar

dimilis ini, yang lagunya mirip dalang
ntu si uplik.. tiap ari ngomong sendiri




________________________________
 From: arra_s <[email protected]>
  
 

  

Jeg..  salah kirim kali ya..
isi nya wayang..?

--- In [email protected], ayub <ayubyahya@...> wrote:
>
> lah..!! napa nih link nya ??
> 
> 
> 
> ________________________________
>  From: ayub <ayubyahya@...>
> 
> 
>   
> ampe kelupaan di web link
> 
> www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsprograms/0000/00/00/4443/Para-Bupati-yang-Berprestasi
>  
> 
> ________________________________
> From: ajeg <ajegilelu@...>
> To: [email protected] 
> Sent: Tuesday, December 11, 2012 10:24 PM
> Subject: Re: [proletar] Inilah Bupati Pilihan Tempo
> 
> 
>   
> 
> Versi media lain, 2 tahun lalu: 
> 
> www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsprograms/0000/00/00/4443/Para-Bupati-yang-Berprestasi
>  
> 
> Hei pret, kalo ada yang tanya tuh mbok dijawab. 
> 
> Kalo kayak gini kan siapa yang percaya elu pernah 
> jadi mahasiswa, ngaku teladan pula. 
> 
> Udah bagus judul subject nggak gua ganti "inilah 
> jawaban si tumpul" 
> 
> --- "ttbnice" <rparapat@> wrote:
> 
> > Ya tanya tempo lah... 
> > 
> > --- "arra_s" <arra_s@> wrote:
> > 
> > > Pret..
> > > katanya 7, kenapa yg disebut hanya 4?
> > > mana yg 3 lagi?
> > > 
> > > 
> > > --- "ttbnice" <rparapat@> wrote:
> > >
> > > > Jangan lagi pilih pemimpin2 yang baik hati dan tidak sombong 
> > > > seperti mas Boy, tapi mulai pilih pemimpin yg berpengalaman.... 
> > > > dan sukses..
> > > > 
> > > > 
> > > > ======
> > > > 
> > > > TEMPO.CO, Jakarta - Majalah Tempo edisi Senin 10 Desember 2012 
> > > > menetapkan tujuh kepala daerah pilihan, tapi bukan berarti 
> > > > pemimpin bagus dari 497 kota dan kabupaten di seluruh Republik 
> > > > hanya tersisa tujuh tokoh ini. Pasti masih ada kepala daerah 
> > > > cakap yang luput dari »radar" kami, walaupun jumlah yang lurus 
> > > > sekaligus berprestasi sangat terbatas.
> > > > Bahwa Bupati Garut Aceng Fikri tak masuk daftar, misalnya, 
> > > > bukan akibat nikah siri empat hari yang dilakoninya, melainkan 
> > > > berhubungan dengan kriteria hasil kerja yang tak mengesankan.
> > > > Tujuh kepala daerah terpilih tahun ini merupakan bagian dari 
> > > > stok yang sedikit: pemimpin dengan sejumlah inovasi untuk 
> > > > membangun masyarakatnya serta bebas dari korupsi--setidaknya 
> > > > sampai Tempo menurunkan laporan utama ini.
> > > > Era otonomi daerah sejak 1999, yang disempurnakan lima tahun 
> > > > kemudian dengan pemilihan langsung kepala daerah, membawa 
> > > > berkah sekaligus »musibah". Berkah itu datang dari kedekatan 
> > > > »jarak" pemimpin dengan yang dipimpin, yang membuat penanganan 
> > > > masalah rakyat lebih cepat.
> > > > Pembangunan daerah semestinya bisa semakin bergegas lantaran 
> > > > pemimpin yang tumbuh dari masyarakatnya akan lebih gampang 
> > > > menggerakkan komunitas itu. Tapi »musibah" juga datang, 
> > > > terutama di daerah dengan kelas menengah yang belum bangkit. 
> > > > Sistem pengawasan yang lemah membuat korupsi tumbuh subur. 
> > > > Komisi Pemberantasan Korupsi mencatat, 31 bupati dan wali kota 
> > > > menjadi terpidana korupsi sejak 2004.
> > > > Artinya, korupsi masih merupakan masalah akut otonomi daerah. 
> > > > Sangat jelas benang merah antara korupsi dan sejumlah indeks 
> > > > keberhasilan pembangunan. Daerah dengan pemimpin korup umumnya 
> > > > tak berhasil mencapai angka bagus pada berbagai indeks 
> > > > pembangunan, misalnya indeks pembangunan manusia atau indeks 
> > > > kesejahteraan rakyat.
> > > > Perkecualian hubungan antara korupsi dan sejumlah indeks tadi 
> > > > memang terjadi di satu-dua daerah yang benar-benar kaya sumber 
> > > > daya alam. Kutai Kartanegara merupakan satu contoh. Walaupun 
> > > > pemimpinnya di masa lalu sempat ditahan karena korupsi, berkat 
> > > > bahan tambang yang melimpah ruah, indeks pembangunan manusia 
> > > > tetap tinggi. Di daerah dengan sumber daya alam terbatas, atau > > > 
> > > > sama sekali tak tersedia, korupsi segera akan terlihat 
> > > > dampaknya. 
> > > > Kemampuan daerah membuat terobosan, yang tentu memerlukan dana 
> > > > tak sedikit, akan sangat terbatas.
> > > > Yang menarik dari tujuh pemimpin pilihan ini, ada semacam 
> > > > kesamaan pandangan bahwa korupsi akan membuat pemimpin berjarak 
> > > > dengan masyarakatnya, dan akhirnya menyulitkan usaha menggalang 
> > > > dukungan rakyat. Para kepala daerah ini berkeyakinan bahwa 
> > > > hanya pemimpin bersih yang sanggup merebut hati rakyat untuk 
> > > > mendukung program kerja mereka. Cerita Bupati Banjar Herman 
> > > > Sutrisno menjadi bukti. Pemimpin sebuah kabupaten di Jawa Barat 
> > > > ini tidak pernah membeli dukungan rakyat. Bupati yang dokter 
> > > > ini cukup bekerja keras memperbaiki tingkat kesehatan warga. 
> > > > Imbalan yang ia peroleh luar biasa: 94 persen rakyat Banjar 
> > > > memenangkannya untuk periode kedua.
> > > > Sikap antikorupsi saja tak cukup. Leadership kuat, yang 
> > > > diwujudkan dengan berani, sangat diperlukan untuk menangani 
> > > > beribu masalah di daerah. Sungguh beruntung, tujuh pemimpin 
> > > > pilihan ini mempunyai berbagai kelebihan. Wali Kota Surabaya
> > > > Tri Rismaharini, umpamanya, berani menolak  pembangunan jalan 
> > > > tol yang membelah Kota Surabaya. Risma berkukuh menaikkan tarif 
> > > > papan reklame besar yang selama ini dianggapnya merusak 
> > > > keindahan kota, walaupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 
> > > > mengancam mencopotnya.
> > > > Ada contoh lain. Yusuf Wally, Bupati Keerom--sebuah kabupaten 
> > > > di Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini--berani 
> > > > meminta TNI mengurangi pasukan. Alasan Wally: ia tak ingin 
> > > > penduduk daerah rawan konflik itu terus-menerus menderita 
> > > > trauma lantaran »dikepung" pasukan dalam jumlah besar. 
> > > > Kepemimpinan kuat ditunjukkan Wally ketika ia membuat 
> > > > kemeriahan di kantornya pada 1 Desember lalu, bertepatan dengan 
> > > > peringatan kemerdekaan Organisasi Papua Merdeka. Ia mendukung 
> > > > OPM? Tidak. Dia justru berupaya mengalihkan perhatian rakyat 
> > > > Keerom agar tidak melulu berpikir soal kemerdekaan OPM.
> > > > Leadership kuat, keberanian dalam mengimplementasikan program, 
> > > > serta konsistensi, merupakan kunci sukses tujuh kepala daerah 
> > > > pilihan ini. Tapi pemilihan langsung tak selalu menghasilkan 
> > > > pemimpin dengan kualitas seperti pendahulunya. Maka, tantangan 
> > > > terbesar bagi para leader itu akan datang setelah mereka tak 
> > > > lagi menjabat. Tantangan itu adalah menjamin kelangsungan 
> > > > program yang sudah berhasil memperbaiki wajah daerah, yang bisa 
> > > > dilakukan umpamanya dengan membuat peraturan daerah yang kokoh. 
> > > > Mereka juga bisa menghidupkan partisipasi masyarakat untuk 
> > > > menjaga keberlanjutan programnya.
> > > > Barangkali tujuh pemimpin daerah pilihan Tempo 2012 ini belum 
> > > > mencapai kelas »The Magnificent Seven"--meminjam istilah dunia 
> > > > bulu tangkis untuk tujuh pendekar Indonesia 1970-an yang 
> > > > merajai pelbagai turnamen kelas dunia. Tapi mereka patut 
> > > > mendapat perhatian kita, terutama pada saat krisis kepemimpinan 
> > > > melanda Republik--seperti sekarang ini. Jika para kepala daerah 
> > > > ini konsisten menjaga prestasinya, mereka pantas kita calonkan 
> > > > sebagai pemimpin di level yang lebih tinggi.
> > > >
> > >
> >
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke