"even the abuse, foreign correspondents 
rarely tell anyone, even friends.." 

Begitu kata seorang wartawati yang nggak mau 
disebut namanya. 

Memang seperti itulah yang berlaku umum. 

Bukan hal gampang bagi perempuan untuk menceritakan 
pelecehan, lebih-lebih perkosaan, yang pernah dialami. 

"The shame runs so deep, and the fear of being 
pulled off an assignment is so strong..." tambah sang 
wartawati. 

Jadi, besar kemungkinan cerita-cerita yang diumbar 
uplik barusan hanyalah pengembangan redaksional untuk 
meningkatkan penjualan. 

Nah, sutan dungu yang katanya bekas wartawan itu memang 
tergolong wartawan paling dungu di dunia fana (menurut 
sumber yang dapat dipercaya). 
 
Liat, begitu dungunya dia sehingga tega mengumbar aib 
rekan sekorpsnya demi memuaskan kegandrungannya pada 
kedunguan. 

Rakusnya bukan main dalam melahap cerita sensasi dan 
selalu kesilauan melihat data & statistik dari lembaga-
lembaga resmi. 

ungu lu plik 






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke