Ga beda dgn rezameutia, tiap omongan yg keluar dr mulut lu itu ga lbh dr
barang busuk.



2013/1/15 ajeg <[email protected]>

> **
>
>
>
> Nah elu sendiri menikmati setiap omongan lu
> tentang perkosaan.
>
> Ngibul pun lu lakoni demi ngoceh perkosaan.
>
> Jelas kunyuk macam elu dan daming itu nggak boleh
> jadi hakim apa pun. Lebih-lebih untuk menangani kasus
> perkosaan.
>
> --- itemabu2 wrote:
>
> > Yg kayak gini mau jadi hakim agung? Jelas ni orang adalah peleceh
> > wanita, dan ga ngerti hukum sama sekali.
> >
> > Tp perhatikan jg reaksi atas ocehan tsb, anggota DPR pada ketawa,
> > dan yg nulis artikel ini jg ga ngeributkan ocehan calon hakim
> > "agung" ini.
> >
> > Kira2, apa reaksi si arra_s sbg cewek atas ocehan tsb? Hehehe...
> > krn gua anti dgn ocehan tsb, dan anti dgn si calon hakim agung
> > bajingan tsb, si arra_s pasti akan ngejilat pantat si calon hakim
> > agung ini. Tul ga? Jg orang2 Islam lainnya dan anjing2 buduk
> > piaraan mereka.
> >
> >
> >
> http://id.berita.yahoo.com/calon-hakim-agung-pemerkosa-dan-yang-diperkosa-menikmati-155021145.html
> >
> > Calon Hakim Agung: Pemerkosa dan yang Diperkosa Menikmati[image:
> > TRIBUNnews.com] Oleh Ferdinand Waskita |
> > TRIBUNnews.com – 16 jam yang lalu
> >
> >
> > *TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--*Komisi III DPR melakukan uji kelayakan
> > bagi Calon Hakim Agung. Saat Calon Hakim Agung Daming Sanusi
> > melakukan uji kelayakan sempat terlontar pernyataan kontroversial.
> >
> > Daming mengungkapkan dalam kasus pemerkosaan seringkali terjadi
> > karena kedua belah pihak saling menikmati. Pernyataan yang
> > disampaikan Daming itu, saat ia ditanya oleh anggota Komisi III DPR
> > RI, Andi Azhar.
> >
> > Andi bertanya apakah pantas seorang pelaku pemerkosa diberikan
> > hukuman mati apabila nanti Daming terpilih menjadi seorang hakim
> > agung.
> >
> > "Bagaimana menurut Anda, apabila kasus perkosaan ini dibuat menjadi
> > hukuman mati?," tanya Andi kepada Daming saat uji kelayakan di
> > Ruang Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (14/1/2013).
> >
> > Namun, Daming malah menjawab nyeleneh. "Yang diperkosa dengan yang
> > memperkosa ini sama-sama menikmati. Jadi harus pikir-pikir terhadap
> > hukuman mati," jawab Daming.
> >
> > Mendengar jawaban Daming, seluruh hadirin yang adan di ruangan itu
> > pun tertawa.
> >
> > Daming lalu mengatakan bahwa ia setuju apabila hukuman mati
> > diberikan kepada terpidana korupsi dan narkoba. Tetapi tidak untuk
> > pelaku perkosaan.
> >
> > "Kita harus melihat kasusnya terlebih dahulu, kalau untuk narkoba
> > dan korupsi saya setuju. Untuk kasus perkosaan ya tentu kita harus
> > pertimbangkan lebih dulu," imbuhnya.
> >
> > Ditanya usai menjalani uji kelayakan, Daming mengatakan pernyataan
> > itu untuk mengurangi ketegangan. "Saya lihat kita terlalu tegang,
> > supaya ketegangan itu berkuranglah. Tadi kan ketawa sebentar,"
> > ujarnya.
> >
> > Sebelumnya, Daming sempat gugup saat memperkenalkan diri. Daming
> > mengaku motivasinya sebagai Hakim Agung hanya untuk memperbaiki
> > sistem di lingkungan Mahkamah Agung.
> >
> > Anggota Komisi III Syarifudin Suding pun ingin mengetahui alasan
> > Daming secara mendalam. "Kami tidak ingin terjadi lagi, karena kami
> > yang disalahkan oleh masyarakat, kami ingin pilih orang yang
> > berintegritas.
> > Moralitas dikedepankan, dengan begitu, akan menghasilkan penegakan
> > hukum yang baik," jelas Suding
> >
> > Jika hanya memiliki motivasi untuk memperbaiki sistem, kata Suding,
> > tidak perlu jadi hakim agung. "Itu memang sudah kewajiban, apa
> > sesungguhnya yang memotivasi bapak untuk masuk ke lingkungan MA,"
> > tanya Suding
> >
> > Damin sempat gugup dan membuat ia salah. menyebutkan nama fraksi
> > yang dimiliki Syafifuddin Suding. "Baik terima kasih bapak
> > Syarifuddin Suding dari fraksi PKS," kata Damin.
> >
> > Mendengar hal itu, Suding pun protes. "Hanura pak, Hanura," kata
> > Suding.
> > Damin pun meminta maaf pada Suding, "Oh maaf, dari Hanura, maaf,"
> > jawabnya.
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke