Ada satu sebab mengenai pengertian kritik dan komentar yg sampai saat ini masih tidak dipahami oleh para anti Islam.
Aku menulis bila ingin jadi kritikus maka pelajarilah object yg akan di kritik, dan dalam halnya Islam, maka pelajarilah Islam bukan Alquran semata, juga di kehidupan masyarakat Indonesia ( khsususnya ), dan dengan mempelajarinya, maka sebenarnya sudah menjadi "umat" Islam, dalam pengertian ini nubtololian dengan rakusnya langsung melahap dengan contoh perkosaan. Bagi warga lainnya yg anti Islam langsung otaknya pada korslet. Sekarang bantah oretanku apakah benar bila seseorang mempelajari Alquran dan umatnya ( tidak perlu sampai diluar Indonesia, cukup di Indonesia saja ), maka ybs sebenarnya sudah menjadi "umat", mengapa aku tulis sudah menjadi "umat" ?, karena masyarakat awam yg beragama Islam belum tentu memahami semua yg sudah dibaca dan diteliti. Dengan menguasai hal diatas, maka diskusi akan menjadi lebih lancar, tidak lagi hanya sebatas memaki, dan memaki hanya bisa dilakukan oleh babi kuluyuk juspig, dan ini harus diakui, karena 12 tahun bercokol di Prol, yg terjadi hanya semakin goblok dan penyakitnya tambah parah. Hal ini sebenarnya sudah dilakukan oleh beberapa orang, minimal di Katholik dari ordo Yesuit ( Romo Mangun, dimana sudah mampu memposisikan diri berdiri diatas semua agama ) sedang di luar Indonesia Mother Teresa biarpun khusus Mother Teresa menghadapi kendala dari Vatican diakhir karyanya tetap saja seorang Katholik. Khusus utk Mother Teresa ada kisah lanjutannya yg sebenarnya mengenaskan, dimana sepeninggal Mother Teresa para pengikutnya kebablasan malah secara kasar membantu dengan tujuan menjadi umat Katholik, akibatnya terjadi korban jiwa. Utk memahami conflict of interest jelas tidak mudah. Dan nubtololian dengan rakusnya langsung memakai Islam sebagai subject perkosaan. Hal ini jelas nubtololian otaknya tidak lebih besar dari biji peler si babi kuluyuk juspig. ----- Original Message ----- From: "johny_indon" <[email protected]> > > > arra ngga cari pembenaran karena dia ngga butuh pembenaran. > baca tuh komentarnya para_clete, pas banget buat penderita inferiority > complex kayak elu. > > kalau elu ngga belagu soal bahasa inggris gua juga ngga bakalan keprukin > lu sampe bonyok gini. > tapi orang belagu, nubi lagi, kotbah mulu lagi, ya kudu diajarin tatakrama > lah. > > jadi lu lagi kebanjiran? ngga salah lagi kan dugaan gua. > groups.yahoo.com/group/proletar/message/371518 > lu mau ngaku2 lagi liburan atau dipecat majikan lu ngga ngaruh apa2 koq, > bebas2 aja ngibul di sini mah. > btw, sempet liat yesus wara wiri di atas banjir ngga? ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
