--- In [EMAIL PROTECTED], "sushienak" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 > >
 > > Lakukan saja, dan nanti lihat, khan hasil kesimpulan Anda kurang
 > > lebih sama dengan pengamatan saya. Yaitu, di antara kedua korban
 > > kegoblogan Semit itu (Islam versus Kristen), yach sudah jelas si
 > > Kristenlah yang nyata-nyata lebih goblog dan cuman bisa mbebek isi
 > > pikiran teologinya si kulit pucat.
 > >
 > > JD

 >
 > Jadi pengen nanya Jed,
 >
 > Kalau si Ulil atau lembaga Paramadina ini dianggap pinter,
 > karena mau mikir,
 > dan mungkin menimbulkan pemikiran baru untuk ukuran Indonesia
 > walaupun saya yakin, kagak baru-baru amat,
 > di negara lain yg bisa kena ancaman bakar-bakar an pun
 > sudah ada pemikir macam begini,
 >
 > Lantas, kalau pemikiran bule-bule yg dicaplok bebek goblok Kristen,
 > apa tidak sama saja dengan pemikiran si Ulil atau lembaga
 > Paramadina, cuma sudah keluar konsepnya sebelum kepikiran oleh si
 > Ulil ?

Kalau kita punya referensi banyak dan kemudian mbaca Ulil, maka memang 
kelihatan jelas bahwa jejaknya Ulil cs di dalam JIL itu punya banyak 
kemiripan dengan jejaknya bule-bule Eropa tahun 1800-an. Mereka ini 
sangat kritis terhadap pengaruh buruk agama Kristen di sana, dan mereka 
pun rame-rame mulai memindahkan artikulasi dari 'tuhan' ke 'manusia'. 
Ini kelihatan di semua sisi-sisi kulturalnya bule. Di bidang musik ini 
kelihatan bahwa setelah Bach maka tidak ada lagi komponis atau musisi 
yang sudi diperbudak gereja maka musik gereja alias musik yang 
Yesus-sentris pun langsung turun drastis produktivitasnya; sementara 
musik yang manusia-sentris malah naik. Ini juga kelihatan di sastranya, 
model Voltaire yang nyata-nyata mengolok-olok si Katolik sampai dengan 
Nietszche yang sudah berhasil membunuh tuhannya Kristen.

Meski jelas masih sangat malu-malu kucing kayak perawan 12 tahunan, Cak 
Nur, Ulil, JIL itu arahnya yach memang sudah ke sana. Secara garis 
besar, mereka itu pada dasarnya meletakan artikulasinya di sisi 
manusianya LEBIH dari pada di sisi tuhannya. Karena itulah mereka 
menomer-satukan 'akhlak' yang jelas bisa dilakukan dan 'controlable' 
oleh si individu muslim secara langsung misalnya, dan menomer-duakan 
'fiqh' karena ini sudah jelas harus sering-sering konsultasi dengan si 
Allah yang nomer handphone-nya pun sampai sekarang masih merupakan 
misteri. Lantas, mereka pun menekankan sikap yang 
anti-penafsiran-skriptural terhadap quran misalnya, alasannya yach jelas 
karena mau mengedepankan sisi serta aspek manusianya sendiri. Mulai dari 
keterbatasan spesifik si manusia yang menerima quran [belum punya 
komputer misalnya] sampai dengan keterbatasan umum si manusia juga [mana 
bisa manusia atau pun MUI itu bisa tahu isi hatinya tuhan sih].

So, jalannya Cak Nur, Ulil, JIL itu di DALAM batasan-batasan sejarah 
Islam yach jelas sifatnya sangat progresif MESKIPUN di dalam sejarah 
umum sendiri jalan yang sama sebelumnya pun telah ditapaki oleh si 
Kristen (model Nietszche cs)!

Tapi coba tanya sekarang: KALAUPUN kita mau bilang si Cak Nur, Ulil, 
JIL, GD itu sebetulnya cuman merefleksikan apa yang telah terjadi di 
Eropa abad ke-18-an; maka apa si Kristen-kristen Eropa itu sendiri terus 
pikirannya itu 'orisinil'? Betul-betul orisinil dalam artian nggak 
terpengaruh oleh siapapun juga?

Ternyata tidak! Si Kristen Eropa itu sebetulnya yach cuman meniru si 
Yahudi Eropa! Abad ke-18-an di Eropa itu juga menyaksikan kelahirannya 
'Reform Judaism'. Coba Anda lihat kutipan ini:

<<Some Jewish critics accuse Reform Judaism as leading Jews to total 
apostasy and assimilation. I always respond that, if Reform has done 
nothing else, it has saved thousands of Jews for Judaism. When Jews are 
given the choice of Orthodoxy or something else, by and large they will 
choose something else.>>

Atau klik http://www.beth-elsa.org/be_s0220.htm sebagai titik awal untuk 
permasalahan yang sejenis ini di Judaisme. Artikel itu sebetulnya 
tentang Felix Mendelssohn si komponis, cucunya si filsuf Yahudi Moses 
Mendelssohn. Si Moses Mendelssohn ini sendiri bukunya dibaca oleh semua 
kalangan intelektual Jerman di jamannya, termasuk Kant yang terpengaruh 
olehnya, dan juga bule-bule pemikir di jaman Aukflarung itu.

So, kesimpulannya, sudah jelas agama-agama monoteismenya si Semit itu 
adalah agama goblog hasil produknya kultur-kultur tolol yang biadab, 
barbar, primitif dan sangat rendahan. Judaisme Ortodoks misalnya, itu 
adalah agama yang paling rasis sedunia yang melihat non-Yahudi nggak 
lebih sebagai babi di jalanan -- nggak heran mereka itu dikepruki sama 
si Hilter cs dan dibenci setengah mati di Eropa dari dulu. Sementara 
agamanya si Kristen aka para kriminal dari jaman Romawi itu adalah agama 
yang bekerjanya paling kayak virus AIDS; dia menyebar cepat dengan cara 
membelah-dua alias kristenisasi dan kemudian menghancurkan semua 
sendi-sendi kemasyarakatan yang ada. Hasilnya pun jelas, di mana saja 
agama Kristen jadi dominan, dijamin negara itu bakal hancur berantakan, 
seperti kekaisaran Romawi dan semua negara goblog di Eropa di jaman 
kegelapan, atau pun Amerika saat ini yang kelimpungan sendiri sementara 
agama Kristen goblognya sendiri pun yach makin dominan saja pengaruhnya 
di Gedung Putih. Lantas Islam pun yach sami mawon, agama goblog yang 
sampai hari ini pun cuman bisa memberikan kenistaan di mana saja agama 
Arab itu dominan.

Nah, dengan alasan yang persis sama kayak kata Anda di atas, saya 
menulis di milisnya JIL itu dan otomatis yach ditendang keluar alias di 
banned. Saya jelas merasa sayang dengan energi yang dibuang percuma oleh 
anak-anak muda di JIL ini. Energi yang mustinya bisa dipakai untuk 
memikirkan banyak bidang lain malah diarahkan buat menspekulasikan 
sisi-sisi kemanusiaannya Islam yang mereka pun yach sudah tahu sifatnya 
itu barbar, biadab, primitif dan rendahan. Lebih goblog lagi, mereka itu 
pun kulitnya sawo mateng semua; masih bagus kalau mereka itu semuanya 
keturunan Arab di Indonesia yang berusaha berdamai dengan identitas 
Arabnya, alias identitas Islamnya.

Tapi di sisi lain ada juga kristen-kristen goblog di Indonesia yang 
tetap saja mbebek sama si bule! Satu hal yang sangat perlu kita ketahui 
tentang fenomena orang-orang bekas jajahan bule ini ialah tipikalnya 
gejala ini! Di Amerika misalnya, si nigger itupun rame-rame merangkul 
agama Kristen lebih dari pada bekas tuan-tuan kulit putihnya. Lantas 
lihat juga fenomena yang sama di gereja Anglikan, semua uskup-uskup yang 
terkemuka dan sangat konservatif itu malah mereka yang item-item itu! 
Hal yang sama pun terjadi dengan gereja Kristen, sementara gereja 
Kristen di Amerika mulai merangkul dan menerima keberadaan pendeta homo 
atau lesbian misalnya, Kristen-kristen goblog di Asia malah secara super 
konservatif menentang arah dan jadi super puritan!

Sudah jelas fenomena Kristen goblog di negara-negara pinggiran 
negara-negara non-kulit-pucat ini sudah bukan tentang studi agama lagi, 
tapi studi tentang mental. Studi tentang mentalitasnya orang-orang di 
jaman post-kolonialisme. Kristen-kristen ini adalah mereka yang 
mentalitasnya rada-rada terbelakang dan barusan bisa mengecap rasa 
bangga jadi kayak bekas tuan-tuan kulit putihnya, terus rasa bangganya 
itu terancam oleh penolakan dari tuan-tuan kulit putihnya itu.

Sudah jelas kita perlu kasihan sama kristen-kristen di Indonesia yang 
mentalitasnya terbelakang ini! Model si Kristen cino James Riady itu, 
dengan bangga dia ke Cina komunis dan berlagak kayak bekas tuan-tuan 
bulenya membawa 'Gospel Glory Gold'; dan dengan rasa bangga luar biasa 
si maling dari Lippo ini pun menekankan bagaimana penguasa Cina Daratan 
'terbujuk' oleh bujuk rayunya dan kemudian mengijinkannya untuk 
menyelundupkan Gospel dan Glorynya ke Cina juga! Ini khan betul-betul 
kelakuan gila sekali. Wong di Eropa sendiri Kristen sudah 
pingsan-pingsan siap masuk kubur dan di Amerika sendiri jangan coba-coba 
menginjili atau kristenisasi di tempat kerja... 'bisa langsung dipecat'. 
Nah, tapi si Cino goblog dari Lippo itu malah bisa bangga sekali dengan 
kelakuan ala tingkah lakunya si kolonialis itu!

Nah, dari sini yach sudah jelas kalau mentalnya si JIL cs yach tentu 
saja 100000x lebih hebat dari pada mental bobroknya si Cino-Kristen 
keluarga Riady itu.

Iya khan!


JD

---------------------
 > Ada lagi fetish yg anda lupa cakup Jed, fetish yg cuma mau bilang,
 > Tuhan itu tidak boleh berbentuk Allah atau Yesus, pokoke....
 > Kalau fetish model begini, cuma mau lihat bokong cewe, dan kalau
 > tidak sesuai seleranya, bokong itu harus dirubah bentuknya. Mau ikut
 > fetish model ini, yo sekarepnya, tetapi yo podo bae sama
 > fetish-fetish lainnya.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke