Maksudnya gimana plik, elu warga Prancis yang 
ngungsi ke Belanda dengan jatah 3 butir kentang 
sehari dan beli sikat gigi dengan ngutang, itu 
lu sebut hidup makmur? 


--- "Bukan Pedanda"  wrote:

> Apa nggak ada yang bisa membawa Dipo ini ke psikiater?
> 
> Keadaannnya makin parah.
> 
> Omongannya makin kaco seperti dibawah ini.
> 
> Bagusnya dia sudah mau berobat tuh.
> 
> Tapi kayaknya nggak tahu jalan.
> 
> 
> 
> --- "ajeg"  wrote:
> 
> > Bagus. 
> > 
> > Ini membuktikan sampiyan kelewat buta untuk melihat 
> > bahwa WEF adalah ajang pamer hasil era kolonial. 
> > Era yang memiskinkan sebagian besar penduduk bumi 
> > hingga peradaban yang tumbuh di bangsa-bangsa negeri 
> > jajahan itu tergusur. 
> > 
> > Lalu, apa sih yang terjadi di WEF setiap tahunnya? 
> > Terlihatkah kemakmuran hasil menjajah itu menyejahterakan 
> > seluruh rakyat keturunan penjajah? 
> > 
> > Hehe, enggaklah. 
> > 
> > Di pertemuan mewah yang menyediakan pula perempuan-perempuan 
> > dan lelaki penghangat dinginnya udara Davos (bagi peserta 
> > yang memerlukan), para monyet berdasi itu cuma memamerkan 
> > ambruknya peradaban moral karena tetap bertekad melanjutkan 
> > penjajahan dalam bentuk lain. 
> > 
> > Artinya, kebejatan moral itu memang terjadi di kalangan atas. 
> > Bukan di masyarakat kebanyakan mereka yang juga ikut menjadi 
> > korban penjajahan (pemerasan pajak dll). Ketidakjujuran mereka 
> > terhadap rakyat sendiri begitu nyata. 
> > 
> > Tentu saja para monyet itu harus membicarakan juga situasi 
> > mutakhir di Aljazair dan Mali. Tetapi ya lagi-lagi dari 
> > sisi kepentingan mereka, bagaimana menyelamatkan posisi di 
> > setiap situasi keruh seantero dunia. 
> > 
> > Di tengah krisis ekonomi sekarang dengan jelas kita saksikan 
> > bahwa dua WEF terakhir (juga G8) hanya menjadi rapat kepanikan 
> > akbar. Lebih akbar dari rapat-rapat sebelumnya. 
> > 
> > Seru kan? Setiap tahun rapat, tapi keadaan malah tambah runyam. 
> > Akibatnya, paling banter mereka cuma bisa mengangkat persoalan-
> > persoalan "kecil" seperti Malala itu. 
> > 
> > Apabolehbuat, 
> > 
> > kita semakin yakin bahwa mereka, para monyet berdasi keturunan 
> > penjajah itulah the hippie apes who battle for survive. 
> > 
> > 
> > --- "Bukan Pedanda"  wrote:
> > 
> > > Mengharukan bahwa perempuan cerdas kafir Christine Lagarde 
> > > dedicates pidatonya di Davos kepada Malala yang maunya 
> > > perempuan Islam itu juga jadi pada cerdas...
> > > 
> > > Saya kutip: 
> > > 
> > > 1736: Lagarde: This is for Malala and the `Daughter of India' 
> > > 
> > > Christine Lagarde dedicates her speech to Malala Yousufzai and 
> > > the "Daughter of India" -- the 23-year-old woman who was gang 
> > > raped on a bus in New Dehli. 
> > > 
> > > http://edition.cnn.com/2013/01/22/business/davos-2013-live-blog/index.html?hpt=hp_c2
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke