Itu kan sejalan dgn ocehan yg bilang bhw cewek yg berpakean ga Islami
itu layak diperkosa.



On 2/1/13, Gabriella Rantau <[email protected]> wrote:
> Harapa simak berita menyedihkan di bawsah ini.
>
> Gabriella
>
> “Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, setan terus memandanginya
> (untuk
> menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah).”
> (Dishahihkan Al-Imam Al-Albani t dalam Shahih At-Tirmidzi, Al-Misykat no.
> 3109, dan Al-Irwa’ no. 273.
>
> Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)
> menyesalkan Perda diskriminatif di Aceh yang menyebabkan seorang remaja
> putri asal Aceh mengakhiri hidupnya, yang diduga dengan cara bunuh diri
> karena ia merasa malu dituding jual diri.
> Korban bernama Putri, 16, ditemukan tergantung pada seutas tali di kamar
> tidurnya, di Langsa, Aceh Timur, Kamis pekan lalu (6/9).
> Putri nekad bunuh diri setelah terjaring razia oleh polisi syariah di
> Langsa.  Melalui suratnya Putri mengaku bahwa ia tidak berbuat mesum,
> melainkan hanya duduk-duduk begadang bersama teman-temannya, usai
> menyaksikan konser organ tunggal di kampungnya, Senin (3/9). Surat Putri
> yang ditujukan pada ayahnya itu, ditemukan ayah korban dari dalam
> tasnya.
> Menurut Komnas Perempuan, kedua orangtua Putri hingga kini masih dalam
> kondisi shock setelah kematian anaknya yang tragis itu.
> “Orangtuanya masih shock, dan sekarang masih didampingi oleh teman-teman
> LSM,” kata Andy
> Yentriyani, Ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan,
> dalam konferensi pers di kantor Komnas Perempuan, Jakarta, Jumat (14/9).
> Atas kematian Putri, Yentriyani mengatakan bahwa Komnas Perempuan turut
> berbelasungkawa yang mendalam atas peristiwa tersebut.
> Ia menilai, peristiwa perempuan menjadi korban kebijakan diskriminatif
> atas nama moralitas dan agama berujung pada kematian, bukan pertama kali
> terjadi.
> Atas kematian gadis tersebut, Komnas Perempuan berpendapat bahwa negara
> harus bertanggungjawab atas tragedi ini. Sebab, sudah berungkali
> diperingatkan oleh Komnas Perempuan agar pemerintah membatalkan
> kebijakan dikskriminatif atas nama agama dan moralitas.
> Yentriyani lebih jauh mengungkapkan bahwa peraturan daerah (perda) yang
> berbau
> diskriminatif atas nama agama dan moralitas terus bertambah.
> “Pemantauan Komnas Perempuan, pada 17 Agustus 2012 jumlah kebijakan
> diskriminatif
> sudah menjadi 282 kebijakan atau bertambah 128 kebijakan sejak pertama
> Komnas Perempuan menyampaikan hal ini kepada otoritas negara, pada Maret
> 2009. Sebanyak 126 kebijakan diskriminatif diterbitkan oleh pemerintah
> daerah,” jelasnya.
> Kebijakan ini diterbitkan, lanjut Yentriyani, sebagai pencitraan daerah
> berdasarkan agama mayoritas. “Disebut diskriminatif karena kebijakan
> tersebut membatasi, menghalangi, dan mengabaikan jaminan pemenuhan hak
> asasi yang dijamin dalam konstitusi,” ujarnya.
> Di samping itu, Yentriyani menambahkan, sebanyak 207 dari 208 kebijkan
> tersebut secara langsung diskriminatif terhadap perempuan. Di antaranya
> 60 kebijakan memaksakan cara berbusana dan ekspresi keagamaan, 96
> kebijakan mengkriminalkan perempuan lewat pengaturan prostitusi dan
> pornografi, dan 36 kebijakan membatasi ruang gerak perempuan.
> Di Aceh, jelas Yentriyani, Komnas Perempuan mencatat adanya 15 kebijakan
> diskriminatif serupa, baik di tingkat provinsi maupun kota/kabupaten.
> Dalam pelaksanaannya, kebijakan diskriminatif kerap diikuti dengan
> tindakan kekerasan termasuk pemukulan, dimandikan dengan air comberan,
> diarak dan dipaksa untuk nikah walau di bawah umur, perusakan properti,
> dan pengusiran.
> Sementara itu Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan (KontraS) dan
>
> Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggelar konferesi pers di
> kantor Kontras, Jakarta, terkait kematian Putri.
> Kontras menilai, Putri bunuh diri karena dua hal. Pertama, penerapan hukum
> syariat Islam di Aceh dan kedua, pemberitaan media terhadap anak di
> bawah umur yang berhadapan dengan Hukum.
> “Qanun (Perda Aceh mengenai syariat Islam) yang dipakai polisi syariah Aceh
>
> bertindak secara berlebihan terhadap Putri. Putri, gadis di bawah umur
> yang berada di luar rumah hingga larut malam langsung ditangkap dan
> diceramahi di depan umum, dan dituduh pelacur,” ujar Kepala Biro
> Pemantauan Kontras, Feri Kusuma.
>
> Sumber: Ucanews.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>


------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke