Ada orang-orang tertentu di milis ini yang demikian alergi dengan 
anggota-anggota DPR dan ini tidak bisa disalahkan. Yang luar biasa dungunya 
tentunya adalah orang yang tidak berani menyatakan uneg-unegnya secara langsung 
kepada sang wakil rakyat.

Kemarin malam saya ketemuan lagi dengan teman seangkatan yang jadi anggota DPR 
di Sydney. Kali ini dia datang secara pribadi untuk mengantarkan putrinya yang 
baru saja lulus S1 dari UI untuk mengikuti program S2 di salah satu universitas 
di Sydney. Kebetulan putrinya ini dulu juga kelahiran Perth saat mana teman 
saya dulu sedang menyelesaikan program doktornya di sana.

Kunjungan singkat ini juga dimanfaatkannya untuk mengunjungi beberapa 
universitas di Sydney dan sekitarnya dalam upaya mengadakan kerja-sama. 
Diakuinya ini memang suatu program G to G.

Saat saya jemput dari Central station dia terlihat begitu sederhana. Dia dan 
putrinya langsung saya bawa untuk menikmati ayam bakar Arab "El Jannah". 
http://www.eljannah.com.au/
Tentu saja ini dijamin halal.

Saya masih ingat sewaktu membawa teman seangkatan lain yang jadi petinggi suatu 
BUMN ke El Jannah beberapa waktu yang lalu. Betapa saat itu matanya jadi 
mendadak terbelalak meilhat kemolekan gadis-gadis cantik berdarah Lebanon yang 
datang untuk makan dengan hanya mengenakan 'hot pants' yang sangat minim. 
Tentunya ini suatu pemandangan yang sangat biasa buat saya.

Saat kemarin kami tiba di El Jannah, tempat makan sudah seperti jadi semacam 
PBB saja karena mungkin tiap bangsa sudah terwakili untuk duduk makan si sana. 
Saat diaudit 7 tahun yang lalu saja El Jannah sudah mampu menjual sebanyak 8000 
ekor ayam bakar per hari dengan harga jual per ekor A$ 10 untuk 'take away' dan 
A$ 20 untuk 'eat in'. Jadi nilai omzet penjualan El Jannah diatas A$ 100.000 
per harinya.

Perjalanan cukup panjang dan sebagiannya kena macet dari Central station ke El 
Jannah di Granvile ini menjadi tidak terasa karena teman saya bercerita betapa 
dia berhasil membebaskan teman seangkatan lain yang jadi petinggi BUMN dari 
jeratan kasus korupsi.

Yang sebenarnya sudah melakukan korupsi adalah bekas atasannya dengan nilai 
beberapa ratus milliar rupiah sementara teman seangkatan saya hanya kecipratan 
100 juta rupiah saja, tapi dia yang menjadi sasaran karena dia yang tanda 
tangan tender proyek.

Saat saya bilang ikuti saja aliran dananya, teman saya bilang tidak bisa karena 
semuanya dibayar secara tunai. Belum lama ini memang terbetik berita ada orang 
yang tertangkap dengan uang satu koper di Jakarta. Jadi dalam hal ini teman 
saya dengan bantuan partainya bisa bertindak untuk melindungi teman seangkatan 
yang lain dari obyek pemerasan banyak fihak.

Teman saya bilang jangan sampai masuk penjara di Indonesia karena bisa-bisa 
disodomi di sana. Taktik-taktik busuk yang dilakukan aparat demikian memuakan 
dan bertujuan hanya satu, UUD, ujung-ujungnya duit.

Saat saya sebut nama seseorang dari partainya yang belum lama ini terjaring 
operasi narkoba. Dia langsung bilang, oh si X sudah bayar 10 milliar rupiah 
untuk membebaskan diri. Wow!

Jadi memang benar bahwa segala sesuatu masih bisa diatur di Indonesia selama 
anda memiliki uang atau kekuasaan atau bahkan keduanya. Indonesia masih belum 
berubah, hanya para pelakunya saja yang sudah berganti.

Teman saya juga menceritakan betapa janggalnya alur cerita kasus kecelakaan 
yang melibatkan putra Hatta Rajasa. Mau pulang dari daerah Tebet ke Kemang 
lewat Jagorawi? Saya bilang kenapa wartawan tidak ada yang mau memuat beritanya 
dengan dilengkapi peta wilayah Jakarta hingga banyak orang akan langsung bisa 
melihat kejangggalannya?

Kejanggalan lainnya menurutnya adalah korban yang ditabrak dari belakang oleh 
BMW X5 yang dikendarai oleh putra Hatta Rajasa tersebut. Bagaimana mungkin 
korban yang duduk paling belakang dalam Daihatsu Luxio tersebut bisa terpental 
ke belakang saat mobil tersebut ditubruk dari belakang?

Rupanya, kadang-kadang hukum Fisika tidak berlaku di Indonesia.

Moral cerita, jangan cari musuh dan perbanyak teman karena kadang teman bisa 
menyelamatkan anda saat dalam kesulitan.



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke