Jadi jelas, Teddy yang menikmati hidup di negeri teratur Australia itu adalah 
sekedar manusia serakah lagi tamak dan pelaku tax evasion yang tidak begitu 
pusing dengan situasi di Indonesia yang dia tahu "segala sesuatu masih bisa 
diatur di Indonesia selama anda memiliki uang atau kekuasaan atau bahkan 
keduanya. Indonesia masih belum berubah, hanya para pelakunya saja yang sudah 
berganti."

Beda dengan Hary Adinegara yang juga tinggal di Australia dan sering menyatakan 
ke prihatinannnya dengan keadaan di Indonesia disini.

Dan saya juga teringat dengan apa yang dikatakan Wafa Sultan di video yang saya 
kirimkan linknya yang kira-kira berkata (saya kutip dari ingatan, kalau mau 
lihat persisnya bisa lihat sendiri di video): "saya merasa bersalah hidup bebas 
di Amerika saat perempuan Islam di Siria ditindas.."

Karena itulah makanya dia angkat bicara (dari jauh tentu saja) menentang 
penindasan perempuan di Siria.

Saya anggap orang seperti Teddy ini sebagai manusia bertabiat nista.

Kerak kenistaan.


--- In [email protected], "Teddy S."  wrote:
>
> Ada orang-orang tertentu di milis ini yang demikian alergi dengan 
> anggota-anggota DPR dan ini tidak bisa disalahkan. Yang luar biasa dungunya 
> tentunya adalah orang yang tidak berani menyatakan uneg-unegnya secara 
> langsung kepada sang wakil rakyat.
> 
> Kemarin malam saya ketemuan lagi dengan teman seangkatan yang jadi anggota 
> DPR di Sydney. Kali ini dia datang secara pribadi untuk mengantarkan putrinya 
> yang baru saja lulus S1 dari UI untuk mengikuti program S2 di salah satu 
> universitas di Sydney. Kebetulan putrinya ini dulu juga kelahiran Perth saat 
> mana teman saya dulu sedang menyelesaikan program doktornya di sana.
> 
> Kunjungan singkat ini juga dimanfaatkannya untuk mengunjungi beberapa 
> universitas di Sydney dan sekitarnya dalam upaya mengadakan kerja-sama. 
> Diakuinya ini memang suatu program G to G.
> 
> Saat saya jemput dari Central station dia terlihat begitu sederhana. Dia dan 
> putrinya langsung saya bawa untuk menikmati ayam bakar Arab "El Jannah". 
> http://www.eljannah.com.au/
> Tentu saja ini dijamin halal.
> 
> Saya masih ingat sewaktu membawa teman seangkatan lain yang jadi petinggi 
> suatu BUMN ke El Jannah beberapa waktu yang lalu. Betapa saat itu matanya 
> jadi mendadak terbelalak meilhat kemolekan gadis-gadis cantik berdarah 
> Lebanon yang datang untuk makan dengan hanya mengenakan 'hot pants' yang 
> sangat minim. Tentunya ini suatu pemandangan yang sangat biasa buat saya.
> 
> Saat kemarin kami tiba di El Jannah, tempat makan sudah seperti jadi semacam 
> PBB saja karena mungkin tiap bangsa sudah terwakili untuk duduk makan si 
> sana. Saat diaudit 7 tahun yang lalu saja El Jannah sudah mampu menjual 
> sebanyak 8000 ekor ayam bakar per hari dengan harga jual per ekor A$ 10 untuk 
> 'take away' dan A$ 20 untuk 'eat in'. Jadi nilai omzet penjualan El Jannah 
> diatas A$ 100.000 per harinya.
> 
> Perjalanan cukup panjang dan sebagiannya kena macet dari Central station ke 
> El Jannah di Granvile ini menjadi tidak terasa karena teman saya bercerita 
> betapa dia berhasil membebaskan teman seangkatan lain yang jadi petinggi BUMN 
> dari jeratan kasus korupsi.
> 
> Yang sebenarnya sudah melakukan korupsi adalah bekas atasannya dengan nilai 
> beberapa ratus milliar rupiah sementara teman seangkatan saya hanya 
> kecipratan 100 juta rupiah saja, tapi dia yang menjadi sasaran karena dia 
> yang tanda tangan tender proyek.
> 
> Saat saya bilang ikuti saja aliran dananya, teman saya bilang tidak bisa 
> karena semuanya dibayar secara tunai. Belum lama ini memang terbetik berita 
> ada orang yang tertangkap dengan uang satu koper di Jakarta. Jadi dalam hal 
> ini teman saya dengan bantuan partainya bisa bertindak untuk melindungi teman 
> seangkatan yang lain dari obyek pemerasan banyak fihak.
> 
> Teman saya bilang jangan sampai masuk penjara di Indonesia karena bisa-bisa 
> disodomi di sana. Taktik-taktik busuk yang dilakukan aparat demikian memuakan 
> dan bertujuan hanya satu, UUD, ujung-ujungnya duit.
> 
> Saat saya sebut nama seseorang dari partainya yang belum lama ini terjaring 
> operasi narkoba. Dia langsung bilang, oh si X sudah bayar 10 milliar rupiah 
> untuk membebaskan diri. Wow!
> 
> Jadi memang benar bahwa segala sesuatu masih bisa diatur di Indonesia selama 
> anda memiliki uang atau kekuasaan atau bahkan keduanya. Indonesia masih belum 
> berubah, hanya para pelakunya saja yang sudah berganti.
> 
> Teman saya juga menceritakan betapa janggalnya alur cerita kasus kecelakaan 
> yang melibatkan putra Hatta Rajasa. Mau pulang dari daerah Tebet ke Kemang 
> lewat Jagorawi? Saya bilang kenapa wartawan tidak ada yang mau memuat 
> beritanya dengan dilengkapi peta wilayah Jakarta hingga banyak orang akan 
> langsung bisa melihat kejangggalannya?
> 
> Kejanggalan lainnya menurutnya adalah korban yang ditabrak dari belakang oleh 
> BMW X5 yang dikendarai oleh putra Hatta Rajasa tersebut. Bagaimana mungkin 
> korban yang duduk paling belakang dalam Daihatsu Luxio tersebut bisa 
> terpental ke belakang saat mobil tersebut ditubruk dari belakang?
> 
> Rupanya, kadang-kadang hukum Fisika tidak berlaku di Indonesia.
> 
> Moral cerita, jangan cari musuh dan perbanyak teman karena kadang teman bisa 
> menyelamatkan anda saat dalam kesulitan.
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke