Goyim tolol Omong kosong melulu.
________________________________ From: itemabu2 <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sunday, February 3, 2013 9:40 PM Subject: Re: [proletar] Re: Obrolan ringan (Teddy yang adalah sekedar manusia serakah lagi tamak...) Si Teddy sangat bangga bisa bersohib dgn anggota DPR yg membebaskan koruptor ini, hehehe... > > Perjalanan cukup panjang dan sebagiannya kena macet dari Central station ke > > El Jannah di Granvile ini menjadi tidak terasa karena teman saya bercerita > > betapa dia berhasil membebaskan teman seangkatan lain yang jadi petinggi > > BUMN dari jeratan kasus korupsi. > > > > Yang sebenarnya sudah melakukan korupsi adalah bekas atasannya dengan nilai > > beberapa ratus milliar rupiah sementara teman seangkatan saya hanya > > kecipratan 100 juta rupiah saja, tapi dia yang menjadi sasaran karena dia > > yang tanda tangan tender proyek. Lalu si Teddy ngajarin unt berpatgulipat dgn bajingan spt anggota DPR tsb, bisa jg dgn koruptor tentunya. >> > Moral cerita, jangan cari musuh dan perbanyak teman karena kadang teman >> > bisa menyelamatkan anda saat dalam kesulitan. On 2/4/13, Teddy S. [email protected]> wrote: > He he he ... > > Memang enak cuap-cuap dari jauh sembari ongkang-ongkang kaki di depan > komputer. Maklum kagak bayar dan kagak ada risikonya. Apalagi sembari duduk > manis duit datang sendiri. > > Coba lakukan aksi nyata dan pasang badan sendiri untuk menghadapi segala > risikonya kalau memang berani. > > Kalau sekedar cuap-cuap dari jauh, anak kecil juga bisa. > Ini mah sama saja dengan bohong > > He he he ... > > > --- In [email protected], "Bukan Pedanda" wrote: >> >> >> Jadi jelas, Teddy yang menikmati hidup di negeri teratur Australia itu >> adalah sekedar manusia serakah lagi tamak dan pelaku tax evasion yang >> tidak begitu pusing dengan situasi di Indonesia yang dia tahu "segala >> sesuatu masih bisa diatur di Indonesia selama anda memiliki uang atau >> kekuasaan atau bahkan keduanya. Indonesia masih belum berubah, hanya para >> pelakunya saja yang sudah berganti." >> >> Beda dengan Hary Adinegara yang juga tinggal di Australia dan sering >> menyatakan ke prihatinannnya dengan keadaan di Indonesia disini. >> >> Dan saya juga teringat dengan apa yang dikatakan Wafa Sultan di video yang >> saya kirimkan linknya yang kira-kira berkata (saya kutip dari ingatan, >> kalau mau lihat persisnya bisa lihat sendiri di video): "saya merasa >> bersalah hidup bebas di Amerika saat perempuan Islam di Siria ditindas.." >> >> Karena itulah makanya dia angkat bicara (dari jauh tentu saja) menentang >> penindasan perempuan di Siria. >> >> Saya anggap orang seperti Teddy ini sebagai manusia bertabiat nista. >> >> Kerak kenistaan. >> >> >> --- In [email protected], "Teddy S." wrote: >> > >> > Ada orang-orang tertentu di milis ini yang demikian alergi dengan >> > anggota-anggota DPR dan ini tidak bisa disalahkan. Yang luar biasa >> > dungunya tentunya adalah orang yang tidak berani menyatakan uneg-unegnya >> > secara langsung kepada sang wakil rakyat. >> > >> > Kemarin malam saya ketemuan lagi dengan teman seangkatan yang jadi >> > anggota DPR di Sydney. Kali ini dia datang secara pribadi untuk >> > mengantarkan putrinya yang baru saja lulus S1 dari UI untuk mengikuti >> > program S2 di salah satu universitas di Sydney. Kebetulan putrinya ini >> > dulu juga kelahiran Perth saat mana teman saya dulu sedang menyelesaikan >> > program doktornya di sana. >> > >> > Kunjungan singkat ini juga dimanfaatkannya untuk mengunjungi beberapa >> > universitas di Sydney dan sekitarnya dalam upaya mengadakan kerja-sama. >> > Diakuinya ini memang suatu program G to G. >> > >> > Saat saya jemput dari Central station dia terlihat begitu sederhana. Dia >> > dan putrinya langsung saya bawa untuk menikmati ayam bakar Arab "El >> > Jannah". http://www.eljannah.com.au/ >> > Tentu saja ini dijamin halal. >> > >> > Saya masih ingat sewaktu membawa teman seangkatan lain yang jadi >> > petinggi suatu BUMN ke El Jannah beberapa waktu yang lalu. Betapa saat >> > itu matanya jadi mendadak terbelalak meilhat kemolekan gadis-gadis >> > cantik berdarah Lebanon yang datang untuk makan dengan hanya mengenakan >> > 'hot pants' yang sangat minim. Tentunya ini suatu pemandangan yang >> > sangat biasa buat saya. >> > >> > Saat kemarin kami tiba di El Jannah, tempat makan sudah seperti jadi >> > semacam PBB saja karena mungkin tiap bangsa sudah terwakili untuk duduk >> > makan si sana. Saat diaudit 7 tahun yang lalu saja El Jannah sudah mampu >> > menjual sebanyak 8000 ekor ayam bakar per hari dengan harga jual per >> > ekor A$ 10 untuk 'take away' dan A$ 20 untuk 'eat in'. Jadi nilai omzet >> > penjualan El Jannah diatas A$ 100.000 per harinya. >> > >> > Perjalanan cukup panjang dan sebagiannya kena macet dari Central station >> > ke El Jannah di Granvile ini menjadi tidak terasa karena teman saya >> > bercerita betapa dia berhasil membebaskan teman seangkatan lain yang >> > jadi petinggi BUMN dari jeratan kasus korupsi. >> > >> > Yang sebenarnya sudah melakukan korupsi adalah bekas atasannya dengan >> > nilai beberapa ratus milliar rupiah sementara teman seangkatan saya >> > hanya kecipratan 100 juta rupiah saja, tapi dia yang menjadi sasaran >> > karena dia yang tanda tangan tender proyek. >> > >> > Saat saya bilang ikuti saja aliran dananya, teman saya bilang tidak bisa >> > karena semuanya dibayar secara tunai. Belum lama ini memang terbetik >> > berita ada orang yang tertangkap dengan uang satu koper di Jakarta. Jadi >> > dalam hal ini teman saya dengan bantuan partainya bisa bertindak untuk >> > melindungi teman seangkatan yang lain dari obyek pemerasan banyak >> > fihak. >> > >> > Teman saya bilang jangan sampai masuk penjara di Indonesia karena >> > bisa-bisa disodomi di sana. Taktik-taktik busuk yang dilakukan aparat >> > demikian memuakan dan bertujuan hanya satu, UUD, ujung-ujungnya duit. >> > >> > Saat saya sebut nama seseorang dari partainya yang belum lama ini >> > terjaring operasi narkoba. Dia langsung bilang, oh si X sudah bayar 10 >> > milliar rupiah untuk membebaskan diri. Wow! >> > >> > Jadi memang benar bahwa segala sesuatu masih bisa diatur di Indonesia >> > selama anda memiliki uang atau kekuasaan atau bahkan keduanya. Indonesia >> > masih belum berubah, hanya para pelakunya saja yang sudah berganti. >> > >> > Teman saya juga menceritakan betapa janggalnya alur cerita kasus >> > kecelakaan yang melibatkan putra Hatta Rajasa. Mau pulang dari daerah >> > Tebet ke Kemang lewat Jagorawi? Saya bilang kenapa wartawan tidak ada >> > yang mau memuat beritanya dengan dilengkapi peta wilayah Jakarta hingga >> > banyak orang akan langsung bisa melihat kejangggalannya? >> > >> > Kejanggalan lainnya menurutnya adalah korban yang ditabrak dari belakang >> > oleh BMW X5 yang dikendarai oleh putra Hatta Rajasa tersebut. Bagaimana >> > mungkin korban yang duduk paling belakang dalam Daihatsu Luxio tersebut >> > bisa terpental ke belakang saat mobil tersebut ditubruk dari belakang? >> > >> > Rupanya, kadang-kadang hukum Fisika tidak berlaku di Indonesia. >> > >> > Moral cerita, jangan cari musuh dan perbanyak teman karena kadang teman >> > bisa menyelamatkan anda saat dalam kesulitan. >> > >> > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
