Lu kurang lengkap. 1+1=2 bukan hanya berbasis desimal, monyong. TApi dalam 
basis oktal dan hexa juga 1+1=2.

TApi untuk 


--- In [email protected], "johny_indon"  wrote:
>
> 
> 
> buseet.. panjang bener kuliahnya.. tapi sayang, ngga ada apa2nya.
> 
> dari semua koar2 yg panjang itu, intinya lu cuman ngasi tau 
> BEDANYA absolut dan relatif, tanpa bisa ngasih contoh yg absolut 
> itu yg gimana.
> oh ada deng, lu kasih contoh 1+1=2. jadi 2 itu lu pikir jawaban absolut ya? 
> ngga ada alternatif lain?
> sini gua kasi tau dunia matematika yg sebenernya.
> 1+1=2 benar jika basis yg digunakan adalah ternary atau desimal.
> dalam basis bilangan biner 1+1=10.
> puyeng kan pak pendeta?
> 
> moralitas dan etika juga ngga ada yg absolut benar.
> lu ke bank ngga pake baju dan celana, secara etika itu salah atau benar?
> jawabannya ngga ada yg absolut benar, karena tergantung lagi di mana.
> di jakarta akan di anggap salah.
> di papua mah bener2 aja.
> 
> http://3.bp.blogspot.com/-IlUYU1FREeI/UCBwP4dvO4I/AAAAAAAAAGk/PJ-dfJOSvZo/s1600/kk.jpg
> 
> apakah manusia menyusui babi itu secara moral betul?
> di bandung sih kagak.
> di papua mah oke2 aja.
> 
> http://3.bp.blogspot.com/_1ZpTszvSp78/SqTGA_4pG4I/AAAAAAAAAJg/xMxJ18YwVG4/s320/macierzynstwo.jpg
> 
> 
> udah segitu aja dulu, daripada lu terus2an dapet malu.
> 
> --- In [email protected], "Nub"  wrote:
> >
> > sebelum saya mulai lecture saya, ijinkan saya menyapa semua peserta milis.
> > bismilah nirohma nirohim,
> > asalamulaikum semuanya.
> > hadirin dan hadirot...
> > engga hadir gua garot!!
> > 
> > sebenernya mengutip nama2 beken sih ada gunanya juga dimilis ini. orang2 
> > katro kaya lu kan langsung genter begitu ada nama atheis yg setuju ama 
> > argumen gua. keliatan waktu lu bilang gua ngutip cuma scientist yg juga 
> > penginjil, bukan perkataan paul davies dkk, ehh begitu gua kutip omongannya 
> > si paul davies (yg bukan kristen) langsung lu skip tuh posting gua dan 
> > mulai rada berkurang nada arogan lu.
> > Lu ngajak gua debat argumen gua, begitu gua masuk ke filsafat keliatan lu 
> > ga bisa bales argumen gua. 
> > 
> > Kali ini juga begitu jon. siap2 malu ya, tapi jangan di delete itu akun lu, 
> > lumayanlah ada lu bisa jadi hiburan buat gua. Sekarang mari kita bahas 
> > argumen lu.
> > 
> > Pertama2, ijinkan saya untuk mempermalukan si jontor yg bilang bahwa tidak 
> > ada kebenaran  yang absolute, semuanya relative. Tapi kalimat ini self 
> > kontradiksi. Kalimat ini beranggapan bahwa kalimat tersebut adalah 
> > kebenaran yang absolute.  Kalau tidak ada satupun yang absolute, maka 
> > kalimat si jon pun tidak absolute benar.  Nah lho !! bingung sendiri kan lo.
> > 
> > Jon bilang kalo ada orang yg mengatakan kebenaran absolut itu ada, berarti 
> > orang tersebut tidak pernah mendengar teori relativitasnya einstein. Ini 
> > namanya sotoy to the max !!
> > 
> > Teori relativitas Einstein memang menunjukan bahwa tidak ada yang namanya 
> > `absolut motion' (gerakan yg  mutlak).  Tidak ada yang namanya waktu dan 
> > ruang yang absolut.  Tapi teori relativitas itu sendiri bergantung pada 
> > sesuatu yang tidak relative. Teori Einstein bergantung, sebagian,  pada 
> > konstanta tetap, yaitu kecepatan cahaya.  
> > Jadi teori Einstein ini sama sekali tidak mengatakan bahwa semuanya itu 
> > relative, tidak ada yang absolute. 
> > 
> > Sekarang kita masuk ke contoh kedua si jontor. Dia bilang itu bidang 
> > social, tapi gw masukin ke kategori moral. Jon bilang, dalam hal moral pun 
> > tidak ada kebenaran yang objektif. Tapi, seperti biasa, Jon salah besar.  
> > 
> > Tanggung jawab moral, kejahatan, pujian, kesalahan, keadilan, toleransi 
> > adalah konsep yang mempunyai arti bagi common sense kita sebagai manusia. 
> > Semuanya diukur oleh intuisi moral kita, tapi relativisme membuat semua hal 
> > tersebut menjadi tidak ada artinya. 
> > 
> > Relativisme menjadikan kita tidak bisa menyalahkan perbuatan orang lain. 
> > Relativisme membuat kita tidak bisa mengkritik perbuatan orang lain, karena 
> > relativisme pada akhirnya menolak bahwa hal tersebut adalah salah. Jika 
> > anda percaya bahwa permasalahan moral itu adalah hanya sekedar pendapat 
> > pribadi, berarti anda sudah menyerahkan hak anda untuk menghakimi perbuatan 
> > orang lain tidak peduli bagaimana kasarnya atau jahatnya perbuatan orang 
> > tersebut. Anda mungkin bisa mengekspresikan emosi anda, tapi anda tidak 
> > bisa mengatakan bahwa mereka salah. 
> > 
> > Dalam relativisme, anda tidak bisa mengkritik, menyalahkan atau memuji 
> > orang lain. Ibaratnya seperti ingin mengadili seorang criminal dipengadilan 
> > dimana tidak ada hukum. 
> > Berbohong pun tidak salah walaupun kebohongan itu merugikan seseorang yang 
> > tidak berdosa. Tidak ada perbedaan yang nyata antara orang yang tidak 
> > bersalah dengan orang yang bersalah karena konsep salah dan tidak bersalah 
> > tidak mempunyai arti dalam relativisme. 
> > 
> > Relativisme tidak bisa diskusi moral. Diskusi moral yang berarti hanya bisa 
> > dilakukan jika prinsip moral itu diterima secara universal. Tapi 
> > relativisme mengatakan bahwa moral itu relative dan semua paham itu sama 
> > benarnya. Tidak ada paham moral yang lebih benar dari yang lain, atau lebih 
> > buruk dari yang lain. Berdiskusi atau berdebat tentang moral itu berusaha 
> > menunjukan bahwa orang lain itu salah. Tidak ada artinya jika anda dan 
> > orang tersebut tidak mempunyai konsep benar atau salah yang sama.  
> > 
> > Relativisme tidak bisa complain tentang kejahatan.  Relativisme menolak 
> > adanya kejahatan moral yang objektif. Jika tidak ada sesuatu yang lebih 
> > tinggi dari manusia didunia ini, apakah artinya moral itu? Ya, hanya 
> > sekedar pilihan. Saya suka susu, anda suka daging. Hitler suka membunuh 
> > orang,  saya suka menyelamatkan orang. Muhammad suka memperkosa, orang baik 
> > tidak suka memperkosa. Siapa yang menentukan yang mana yang lebih baik? 
> > Anda lihat betapa horror ini. Jika tidak ada Tuan dari jagat raya ini, 
> > siapa yang menentukan kalau Hitler itu bersalah?
> > 
> > Keadilan adalah konsep kosong dalam relativisme. Keadilan menuntut agar 
> > semua orang diperlakukan sama berdasarkan standard apa yang benar. Tapi 
> > keberadaan standard ini ditolak dalam relativisme. Keadilan menuntut orang 
> > yang bersalah untuk dihukum. Masalahnya, relativisme tidak bisa menentukan 
> > siapa yang bersalah, karena memang konsep salah atau benar tidak exist 
> > dalam relativisme.  
> > 
> > Jon mungkin akan bertanya, kalau pemahaman yg objektif itu ada, kenapa ada 
> > begitu banyak agama didunia ini? Kenapa ada begitu banyak denominasi 
> > Kristen? Jawabannya simple. Kenapa ada banyak sekali orang yang salah 
> > menjawab pertanyaan aritmatik? Padahal kita tahu bahwa ada jawaban yang 
> > benar dalam aritmatik. 
> > 
> > Jangan mencapur adukan mana kepercayaan, mana kebenaran.  
> > Kebenaran itu ditemukan, bukan diciptakan. Gravitasi sudah ada jauh hari 
> > sebelum Newton menemukannya. 
> > Kebenaran itu tidak berubah, walaupun kepercayaan kita terhadap kebenaran 
> > itu berubah. Dulu orang percaya bahwa bumi itu datar, sekarang kita tahu 
> > bahwa bumi itu bulat. Bumi sendiri tidak berubah, hanya kepercayaan kita 
> > yang berubah. 
> > Kepercayaan tidak dapat merubah fakta. Tidak peduli mau sefanatik apa anda 
> > percaya kalau bumi itu datar, kebenarannya tetap bahwa bumi itu bulat. 
> > Kebenaran itu universal.  1+1= 2 benar bagi semua orang, setiap saat. 
> > 
> > Sesuatu yang benar, tidak mungkin salah pada saat yang sama, dalam arti 
> > yang sama. Ada yang namanya hukum non-kontradiksi. Bagi yang tidak percaya 
> > hukum non-kontradiksi, ada solusi gampang yg diberikan seorang filsuf 
> > muslim. Filsuf muslim bernama Avicenna pernah bilang kalau mereka yang 
> > tidak percaya hukum non-kontradiksi harus disiksa dan dibakar sampai dia 
> > mengaku bahwa dibakar dan disiksa itu tidak sama dengan tidak dibakar dan 
> > tidak disiksa! (LOL Sedikit ekstrim, but you get the point).  
> > 
> > Sekian lecture dari profesor nub. Student jon diberikan assignment untuk 
> > memberikan ulasan tentang lecture profesor nub. tapi kalau student jon mau 
> > kabur lagi alasan tidak ada waktu juga tidak apa2. Profesor nub akan kasih 
> > student Jon 'F'.
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "johny_indon"  wrote:
> > >
> > > 
> > > ternyata lama2 lu nyadar juga ya kalo terus2an ngutip nama orang itu di 
> > > prol ngga ada gunanya.
> > > karena yg lebih penting di sini adalah apa kata elu, bukan apa kata orang.
> > > tapi ini langkah awal yg bagus, walaupun ujungnya sama aja, larena lu 
> > > masih mengandalkan 
> > > "menurut si anu yg gua percaya lebih pinter dari gua". cuma sekarang lu 
> > > ngga berani 
> > > nyebut nama si anu nya.
> > >  ngga apa2 deh. kapasitas lu emamg cuman segitu kan.
> > > 
> > > sekarang balik maning nang laptop.
> > > 
> > > jika ada orang yg bilang bahwa kebenaran absolut itu ada dalam frame of 
> > > reference 
> > > manusia, bisa dipastikan dia ngga pernah denger teori relativitasnya 
> > > einstein.
> > > kalopun pernah denger,  bisa dipastikan ngga ngerti.
> > > 
> > > gua ngga akan ngasih kuliah soal teori relativitas, terlalu rumit buat 
> > > elu.
> > > gua akan kasih contoh2 sederhana aja supaya gampang dicerna.
> > > 
> > > contoh 1:
> > > sebuah mobil bergerak dgn kecepatan 100km/jam. apakah itu kecepatan 
> > > absolut?
> > > ternyata mobil itu dianggap berkecepatan 100km/jam relatif terhadap 
> > > gedung2 yg dilewatinya.
> > > terhadap benda2 yg (terlihat) diam. padahal benda yg terlihat diam itu 
> > > juga sebenernya bergerak 
> > > relatif terhadap satelit di angkasa, misalnya.
> > > dibanding dgn mobil di belakangnya yg berkecepatan 80km/jam kecepatan 
> > > mobil itu tidak lagi 
> > > 100km/jam. apalagi dibanding bulan, galaksi, dan universe, mobil itu 
> > > malah bisa dianggap lagi diem,
> > > karena jaraknya dgn galaksi lain relatif hampir ngga berubah.
> > > nah lu bisa bayangin kan, mobil yg menurut si sopir udah ngebut, menurut 
> > > yg lain malah merayap, 
> > > bahkan diem.
> > > untuk sementara, for mathematical sake, cahaya dianggap mepunyai keepatan 
> > > absolut.
> > > itu karena ngga ada "sesuatu" yg terdeteksi melebihi c. minimal sampe 
> > > detik ini konsensusnya begitu.
> > > 
> > > mungkin lu ngga percaya bahwa saat lu berada di pesawat jet dgn kecepatan 
> > > 1000km/jam 
> > > penunjuk detik di arloji lu bergerak lebih lambat daripada penunjuk detik 
> > > di arloji mertua lu 
> > > di sorga.. eh di bumi. hal ini menunjukkan bahwa dimensi waktu pun ngga 
> > > ada yg absolut.
> > > waktu dipengaruhi oleh gerak. semakin cepat lu bergerak semakin lambat 
> > > waktu lu bergerak.
> > > jadi para pilot dan pramugari pesawat itu secara fisik, bahkan dalam 
> > > level molekular, 
> > > umurnya lebih muda daripada sopir kopaja, apalagi dari yg cuman jogging. 
> > > karena mereka 
> > > terus bergerak dlm kecepatan tinggi tiap hari, waktu mereka bergerak 
> > > lebih lambat daripada
> > > waktu di bumi. gerakan2 atom di tubuh merela juga lebih lambat, akibatnya 
> > > secara fisik penuaanya 
> > > melambat.
> > > aneh ya? ya memang aneh buat yg ngga ngerti fisika.
> > > 
> > > itu baru contoh bidang fisika yg sangat menjunjung tinggi logika yg 
> > > sangat presisi.
> > > gua tau mungkin contoh sederhana di atas buat orang2 super religius macem 
> > > elu agak sulit
> > > dicerna. maklum di sekolah teologi boro2 belajar fisika yah.
> > > 
> > > contoh 2:
> > > gua akan kasih contoh bahwa di bidang sosialpun ngga ada kebenaran 
> > > absolut.
> > > misal, apakah sebuah kejahatan itu absolut? ternyata hampir semua 
> > > kejahatan itu relatif.
> > > lu maling di indonesia, maka di indonesia lu jadi orang jahat.
> > > tapi kalo lu kabur ke singapur, di singapur lu ngga dianggap jahat.
> > > padahal nyata2 lu adalah maling, penjahat.
> > > hanya dgn pindah ke negara lain, tiba2 kejahatan lu hilang begitu saja.
> > > 
> > > jadi jelas bahwa semuanya di dunia ini relatif (subyektif), sangat 
> > > ditentukan oleh frame of reference 
> > > (ini istilah fisika kuantum yg kemungkinan besar baru lu baca sekarang, 
> > > di prol, bersyukurlah).
> > > 
> > > itu sedikit ceramah sekolah minggu hari ini.
> > > beda dgn penceramah di sekolah minggu umumnya, buat gua mah para jemaat 
> > > prol boleh bertanya
> > > sesukanya.
> > > silahkan.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke