JADI istri pelaut harus siap kesepian, karena suami jarang kumpul di 
rumah. Tapi rupa-rupanya Julaiha, 35, tak tahan kedinginan 
berbulan-bulan. Diam-diam istri pelaut ini memasukkan PIL ke dalam 
kamarnya. Tapi sial, baru saja “jangkar” lain itu beraksi, eh…Idrus, 40, 
pulang. Kacau dah semuanya.
Yang namanya pelaut, kehidupannya selalu di tengah laut. Kalau pelaut lebih 
banyak di darat, itu bukan pelaut namanya. Ini sama saja dengan 
Mentri Luar Negeri, tapi tak pernah ke luar negeri. Kalau keluar negeri, selalu 
ngintil presidennya, …..Gus Dur. Tapi ya harus dimaklmi, sebab 
di jaman itu, Gus Dur senang sekali mengganti mentrinya saat yang 
bersangkutan sedang ke luar negeri.
Idrus warga Perumahan Kelapa Sawit, Kelurahan Perdamean, Kecamatan 
Stabat, Langkat, memang pelaut sejati. Dia baru pulang ke rumah 
paling-paling enam bulan sekali, ketemu anak istri. Jika kebetulan 
sedang pulang, udah deh……, ngamaaar saja bersama istri. Rapel. Maklum 
jarang ketemu, suasana jadi seperti pengantin baru kembali. Dan setelah 
Idrus kembali ke kapal, kehidupan yang selalu sepi melanda Julaiha dalam 
keseharian.
Nah, di kala jauh dari suami, dia berkenalan dengan lelaki muda. 
Penampilannya simpatik, tongkrongannya boleh juga, nggak tahu 
“tangkringan”-nya. Ternyata perkenalan itu terus berlanjut, karena Heru, 33, 
sering menghubunginya, dan kepengin main ke rumahnya. Sebetulnya 
nggak enak juga. Tapi kata orang-orang tua, banyak tamu kan banyak 
rejeki. Akhirnya, di kala suami tak di rumah, Julaiha menerima tamu 
lelaki di rumahnya.
Ternyata, begitu tahu bahwa suami Julaiha seorang pelaut, Heru 
semakin ngglibet saja. Rupanya dia tak sekedar kenalan belaka, tapi mau 
lebih dari itu. Tak cukup hanya bergaul, jika memungkinkan mau juga 
menggauli. Buktinya, Heru sudah berani melancarkan rayuan-rayuan maut. 
“Kangenmu dengan suami kan selalu “dibintangi”, mending kangen-kangenan 
sama saya saja.” Begitu Heru melancarkan rayuan gombal.
Awalnya Julaiha mencoba menepiskannya. Tapi karena sebagai bini 
pelaut sebetulnya sangat rindu “jangkar”, akhirnya tak berdaya juga. 
Pada saatnya, istri Idrus ini betul-betul bertekuk lutut dan berbuka 
paha untuk PIL baru yang bernama Heru. Dan ternyata benar. Tongkrongan 
Heru memang sesuai dengan “tangkringan”-nya.
Sejak saat itu Heru – Julaiha sering jalan bareng. Capek berkoalisi, 
kemudian “eksekusi” dalam hotel. Tapi demi penghematan, kadang Julaiha 
berani juga membawa PIL-nya ke dalam kamar pribadinya. Pendek kata, 
mereka sudah bak pasangan suami istri saja. Karena kemudian, bukan 
sekali dua Heru menginap di rumah kekasih gelapnya.
Lelaki dimabuk asmara memang sering kehilangan kewaspadaan 
nasionalnya. Begitu pula Julaiha. Tanpa dinyana, Idrus yang menurut 
jadwal baru akan kembali 3 bulan lagi, eh…kemarin dulu datang tengah 
malam pas Heru tidur di rumahnya. Paling celaka lagi, dia sempat melihat 
bagaimana malam itu Julaiha tengah disetubuhi tamu asing di dalam 
kamarnya.
Idrus segera menghubungi pengurus RT, untuk menggerebek pasangan 
mesum itu. Sayang kalah cepat. Ketika warga mendobrak pintu kamar 
Julaiha, keduanya sudah raib lewat jendela, dan hingga kini tak pernah 
kembali. Rupanya Heru – Julaiha terus bersatu-padu dalam syahdu, karena 
istri Heru juga kehilangan suami. Sejak terbongkarnya kasus itu, Heru 
sudah beberapa hari tak kembali.
Idrus nganggur, istri Heru juga nganggur. Kalau cocok,  kawin saja kenapa. 
(JPNN/Gunarso TS)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke