BOGOR (Pos Kota) – Rentenir berkedok koperasi gentayangan bukan hanya di pusat 
kota tapi juga pelosok desa di Kabupaten Bogor. Meski pemkab 
telah meluncurkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Perkreditan Daerah 
Tingkat Kecamatan (PDTK), namun keberadaan rentenir malah digemari warga 
terutama wong cilik.
Rentenir berkedok koperasi ini beroperaso mulai pagi hingga petang. 
Mereka mencari calon nasabahnya pedagang kecil yang membutuhkan uang 
cepat tanpa persyaratan yang rumit. Seperti, Rabu siang di sekitar 
Kantor Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor beberapa rentenir 
menawarkan pinjaman uang
“Syaratnya cuma bapak berdagang dan setiap dua hari sekali saya 
datang mengambil cicilan pinjaman ke bapak,” ucap seorang rentenir 
kepada Ipan, pedagang mie ayam. “Memang bunganya berapa” kata Ipan. 
Rentenir ini lalu menjelaskan panjang lebar dan berhasil menyakinkan 
Ipan yang lalu meminjam uang Rp 400 ribu.
Kepada Pos Kota Ipan mengaku terpaksa meminjam uang kepada renetenir 
lantaran pada musim hujan sekarang dagangan sepi. “Saya pinjam Rp 400 
ribu, setiap bulan cicil Rp 50 ribu selama 12 bulan. Jika telat 
dikenakan denda Rp 30 ribu per bulan,” katanya. Dia mengaku pinjam uang 
ke BPR banyak persyaratan dan uang pinjaman baru dicairkan paling lambat 
seminggu, sementara dia butuh uang segera.
Sepak terjang rentenir juga merambah ke pelosok pe dalaman seperti di Desa 
Cinangka, Kecamatan Ciampea. Seorang petani sayuran Maman, mengaku sudah enam 
bulan ini mencicil pinjaman uang Rp 1,5 juta dari lintah 
darat. “Kala itu saya dapat Rp 1,4 juta, setiap bulan mencicil Rp 350 
ribu selama 10 bulan,” katanya seraya mengaku di desanya belum ada BPR.
Asisten Pemerintahan Pemkab Bogor Rudy Gunawan mengatakan pihanya 
sudah berupaya membendung sepak terjang lintah darat ini. Di antaranya 
memperbanyak BPR dan PDTK di setiap kecamatan. “Tahun lalu hanya 19 BPR 
dan PDTK kini sudah 33 buah dan jumlahnya kita tambah setiap tahunnya 
dengan jumlah nasabahnyau sekitar Rp 67 ribu orang,”katanya.
Diakuinya jumlah nasabah itu tergolong kecil. “Sebab masyarakat lebih memilih 
rentenir,” katanya. Padahal, pihaknya sudah mempermudah 
persyaratan dengan hanya menyertakan foto kopi KTP, bunga 0,5 persen per bulan, 
tanpa agunan dan pinjaman maksimal Rp 10 juta. (iwan)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke