Biasa disebut bank gelap, murni drakula tak memiliki nurani paling layak dihukum seumur hidup dan tidak boleh ngeliat matahari. Bank gelap belum tentu memangsa wong cilik, wong tolol juga bisa kena. Seorang teman punya toko bahan bangunan dikelurahanku termasuk paling besar, omzetnya wah, maklum pembangunan masih naik daun. Entah kenapa main dengan kontraktor pemerintah, aku bilang jangan main dengan kontraktor yg berhubungan dengan pemerintah, terlalu banyak kacau nya. Ternyata dia sudah keburu kelelep. Terakhir jadi gila, dan keluarganya semua menghilang dengan kerugian minimal 2 milyar.
Di wilayah RW ku sih yg namanya bank gelap/bank keliling tidak bisa masuk, karena bila ada yg datang ketahuan dari bank gelap/keliling maka diteriaki maling, jadi ketakutan. Yg konyol di sebrang rumahku ada RT, tadinya dia punya rumah di kelurahan lain, hidup rukun damai, eh anak perempuannya ingin punya hp, tanpa sepengetahuan ayahnya pinjam ke bank gelap/keliling, dari asal hp akibatnya hilang semua nya, rumah dan isinya hilang tak berbekas, sekarang hidupnya ngontrak dan jadi hansip. ----- Original Message ----- From: "Musik hari Ini" <[email protected]> BOGOR (Pos Kota) – Rentenir berkedok koperasi gentayangan bukan hanya di pusat kota tapi juga pelosok desa di Kabupaten Bogor. Meski pemkab telah meluncurkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Perkreditan Daerah Tingkat Kecamatan (PDTK), namun keberadaan rentenir malah digemari warga terutama wong cilik. Rentenir berkedok koperasi ini beroperaso mulai pagi hingga petang. Mereka mencari calon nasabahnya pedagang kecil yang membutuhkan uang cepat tanpa persyaratan yang rumit. Seperti, Rabu siang di sekitar Kantor Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor beberapa rentenir menawarkan pinjaman uang “Syaratnya cuma bapak berdagang dan setiap dua hari sekali saya datang mengambil cicilan pinjaman ke bapak,” ucap seorang rentenir kepada Ipan, pedagang mie ayam. “Memang bunganya berapa” kata Ipan. Rentenir ini lalu menjelaskan panjang lebar dan berhasil menyakinkan Ipan yang lalu meminjam uang Rp 400 ribu. Kepada Pos Kota Ipan mengaku terpaksa meminjam uang kepada renetenir lantaran pada musim hujan sekarang dagangan sepi. “Saya pinjam Rp 400 ribu, setiap bulan cicil Rp 50 ribu selama 12 bulan. Jika telat dikenakan denda Rp 30 ribu per bulan,” katanya. Dia mengaku pinjam uang ke BPR banyak persyaratan dan uang pinjaman baru dicairkan paling lambat seminggu, sementara dia butuh uang segera. Sepak terjang rentenir juga merambah ke pelosok pe dalaman seperti di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea. Seorang petani sayuran Maman, mengaku sudah enam bulan ini mencicil pinjaman uang Rp 1,5 juta dari lintah darat. “Kala itu saya dapat Rp 1,4 juta, setiap bulan mencicil Rp 350 ribu selama 10 bulan,” katanya seraya mengaku di desanya belum ada BPR. Asisten Pemerintahan Pemkab Bogor Rudy Gunawan mengatakan pihanya sudah berupaya membendung sepak terjang lintah darat ini. Di antaranya memperbanyak BPR dan PDTK di setiap kecamatan. “Tahun lalu hanya 19 BPR dan PDTK kini sudah 33 buah dan jumlahnya kita tambah setiap tahunnya dengan jumlah nasabahnyau sekitar Rp 67 ribu orang,”katanya. Diakuinya jumlah nasabah itu tergolong kecil. “Sebab masyarakat lebih memilih rentenir,” katanya. Padahal, pihaknya sudah mempermudah persyaratan dengan hanya menyertakan foto kopi KTP, bunga 0,5 persen per bulan, tanpa agunan dan pinjaman maksimal Rp 10 juta. (iwan) ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
