----- Original Message ----- 
From: Yenny Tan 
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, February 06, 2013 7:33 PM
Subject: Re: [t-net] Mohon bantuan :)




Bukannya peraturan yang dikeluarkan Orba itu malah membuat ke-eksklusifan etnis 
Tiong Hoa ya? Terus terang saya lahir pada jaman Orba, dan boleh dibilang 
kehilangan masa kecil untuk bisa main di luar rumah. Soalnya ada bahaya bagi 
etnis Chinese yang keluar rumah karena mudah dijadikan target perampokan, 
pemerkosaan dan pembunuhan. Dan juga kurangnya perlindungan hukum dari polisi 
dan instansi pemerintahan.


2013/2/6 sekarghautama <[email protected]>

    
  Berarti Pak sebenarnya peraturan yang dikeluarkan Orba yang melarang bentuk 
kebudayaan Tionghoa itu membantu juga 'peleburan' di dalam Tionghoa-nya sendiri 
ya...



  --- In [email protected], "JT" wrote:
  >

  > Dear all.
  > 
  > Karena disentil sama Go Siang Chen locianpwe, saya coba ikutan nimbrung, 
mudah2an tidak salah.
  > 
  > qiao shen = arti harfiahnya adalah orang China perantauan, tanpa peduli 
warga negaranya. 
  > 
  > Istilah ini sering dipakai oleh kalangan Tionghoa Totok untuk menyebut 
Tionghoa Peranakan. Mungkin sisa2 ketika mereka masih tinggal di Tiongkok, 
dimana Tionghoa Peranakan di Indonesia di mata mereka saat itu memang qiao 
shen. Tapi setelah mereka tinggal di Indonesia, mereka juga sebenarnya qiao 
shen. Lucunya, ada keberatan disebut qiao shen, maunya disebut hoa qiao 
meskipun mereka sudah WNI.
  > 
  > hoa qiao = perantau China yang masih warga negara RRT.
  > 
  > hoa yi = orang2 berdarah hoa / China di Indonesia
  > 
  > hoa ren = orang (suku bangsa) hoa / China
  > 
  > Zhong Guo ren = orang Zhong Guo / Tiongkok, otomatis WN RRT
  > 
  > Orang Indonesia keturunan Tionghoa sering salah kaprah menyebut dirinya 
sebagai Zhong Guo ren, yang benar adalah Yi Ni hoa ren, atau orang Indonesia 
keturunan hoa (China), atau boleh juga disebut hoa yi. Dalam hal ini tidak ada 
perhitungan berapa % darah China yang mengalir ditubuhnya. Selama orang tsb 
merasa berdarah China ya boleh2 saja mengaku sebagai hoa yi atau Yi Ni hoa ren, 
yang dalam bahasa Indonesia disebut keturunan China atau lajim disebut Tionghoa.
  > 
  > Peranakan secara harfiah artinya adalah keturunan campuran. Orang2 Tionghoa 
Peranakan adalah keturunan campuran para imigran yang datang dari Tiongkok 
sebelum abad ke 20, dengan wanita setempat. Sebelum abad ke 20, semua imigran 
yang datang dari Tiongkok adalah laki-laki, karena saat itu wanita dilarang 
keluar dari Tiongkok. Keturunan campuran ini tersebar di mana2 dan membentuk 
komunitas serta agama yang berbeda-beda.
  > 
  > Yang memeluk agama Islam akhirnya melebur dengan penduduk setempat dan 
tidak bisa dibedakan lagi dengan pribumi, namun ciri2 pisiknya banyak yang 
masih kelihatan, mirip dengan orang Tionghoa. Misalnya di Cianjur, di mana 
banyak penduduk yang bertampang Tionghoa, padahal mereka pribumi. Contoh lain 
penduduk Palembang dan sekitarnya, yang sebagian sering tidak bisa dibedakan 
dengan orang Tionghoa.
  > 
  > Yang tetap memeluk agama leluhur, Sam Kaw / Tridharma atau lebih dikenal 
sebagai Kong Hu Cu, membentuk komunitas sendiri dan diantara mereka kawin mawin 
satu sama lain, sehingga membentuk semacam ras baru yang dikenal sampai 
sekarang sebagai Tionghoa Peranakan. Tionghoa Peranakan jelas adalah keturunan 
China / Tionghoa, tapi orang keturunan China belum tentu Tionghoa Peranakan, 
karena bisa juga Tionghoa Totok. 
  > 
  > Tionghoa Totok adalah imigran yang datang dari Tiongkok setelah abad ke 20, 
yang umumnya datang bersama keluarganya. Oleh karena itu adat istiadat, 
tradisi, dan bahasa mereka masih tetap seperti di negara asalnya. Anak2 mereka, 
baik yang lahir di sana maupun yang lahir di Indonesia, bagaimanapun juga 
terpengaruh oleh lingkungan setempat yang khas Indonesia yang berbeda dari 
orang tuanya, tapi rata2 mereka bisa bahasa Mandarin atau dialek asal daerah 
mereka di sana. 
  > 
  > Dulu, sampai dengan masa2 awal G-30-S, di antara orang Tionghoa di 
Indonesia berkembang dikotomi antara Totok dan Peranakan, di mana keduanya 
secara tidak langsung hidup dalam dunianya masing2. Kedua belah pihak selalu 
menghindari perkawinan silang. Namun karena adanya tekanan politik dari 
pemerintah Orba, yang klimaksnya Keppres No.14/ 1967 yang melarang segala 
bentuk Adat Istiadat dan Tradisi yang berasal dari China dilakukan dimuka umum, 
akhirnya dikotomi antara Totok dan Pernakan sedikit demi sedikit memudar 
meskipun belum hilang 100%. 
  > 
  > Kemampuan berbahasa Mandarin atau dialek daerah seringkali dijadikan 
kebanggan tersendiri untuk menunjukkan kelebihan dari yang lain. Sebutan qiao 
shen untuk menyebut Tionghoa Peranakan dengan nada sinis, adalah sisa2 dari 
perang dingin dikotomi Totok dan Peranakan. Begitu juga istilah Keturunan 
Tionghoa yang mempunyai konotasi berbeda dengan Peranakan Tionghoa, adalah 
sisa2 masa perang dingin tsb. Keturunan Tionghoa Totok banyak yang keberatan 
disebut Peranakan Tionghoa, mereka hanya mau disebut Keturunan Tionghoa, karena 
banyak di antara mereka yang merasa masih berdarah murni. Entah untuk apa?
  > 
  > Salam
  > JT 
  > 
  > 
  > ---------
  > 
  > 
  > --- In [email protected], "gsc" wrote:
  > >

  > > Hua Jiau, orang Tionghoa yang lahir disebuah negera tertentu diluar 
Tiongkok dan tidak memiliki kewarganegaraan Tiongkok.
  > > 
  > > Chiauw Sen, keturunan Tionghoa "peranakan"ang menikah dengan keturunan 
Tionghoa "peranakan",... Anaknya itu diistilahkan subject Chiauw Sen.
  > > 
  > > Inilah yang saya tahu dari penjelasan Pak Aliptoyo Wangsadiharja, Ketua 
INTI Jawa Timur, sebelum tahun 2012.
  > > 
  > > Ayo suhu JT "turun gunung Siauw Lim" bisa menambahkan,.. Terima kasih.
  > > 
  > > gsc
  > > 
  > > 
  > > Sent from my iPhone
  > > 
  > > -----Original Message-----
  > > From: bong_felix@
  > > Sender: [email protected]
  > > Date: Wed, 6 Feb 2013 08:41:37 
  > > To: [email protected] 
  > > Reply-To: [email protected]
  > > Subject: Re: [t-net] Mohon bantuan :)
  > > 
  > > Berdasarkan pengertian orang Tionghoa di Indonesia bahwa ada 2 hal yg 
berbeda 1.Hua ciaw \keturunan 2. Ciau Sen\peranakan, bisa dijelaskan lebih 
lanjut ? Tx 
  > > Sent from BlackBerry® on 3
  > > 
  > > -----Original Message-----
  > > From: "gsc" 
  > > Sender: [email protected]
  > > Date: Wed, 6 Feb 2013 08:34:56 
  > > To: 
  > > Reply-To: [email protected]
  > > Subject: Re: [t-net] Mohon bantuan :)
  > > 
  > > Mengambil difinisi dari almarhum Prof. Lukas Mursianto , ahli Cross 
Culture. Terminologi "peranakan" adalah subyek lahir di Indonesia. Dimana 
leluhurnya berasal dari negeri, misal: Tiongkok, Arab, Jepang, dan seterusnya.
  > > 
  > > gsc 
  > > 
  > > 
  > > Sent from my iPhone
  > > 
  > > -----Original Message-----
  > > From: bong_felix@
  > > Sender: [email protected]
  > > Date: Wed, 6 Feb 2013 08:28:07 
  > > To: [email protected] 
  > > Reply-To: [email protected]
  > > Subject: Re: [t-net] Mohon bantuan :)
  > > 
  > > Menyimak kata “peranakan\ciau sen“ terkadang membuat bingung, 
siapakah yg pantas disebut sebagai peranakan ? 1.Apakah anak yg terlahir dari 
kedua ortu nya yg masih asli dari daratan ?
  > > 2.Apakah anak yg terlahir dari Bapaknya asli dari daratan dan ibu nya 
orang setempat ?
  > > 3.Apakah anak yg terlahir dari engkong dan nenek nya yg masih asli dari 
daratan ? 
  > > Mohon penjelasan . Tx 
  > > Sent from BlackBerry® on 3
  > > 
  > > -----Original Message-----
  > > From: andypatriasby@
  > > Sender: [email protected]
  > > Date: Wed, 6 Feb 2013 07:13:14 
  > > To: TIONGHOA NET 
  > > Reply-To: [email protected]
  > > Subject: Re: [t-net] Mohon bantuan :)
  > > 
  > > 
  > > Selamat siang dik Yudi,
  > > 
  > > Saya Andy Haryanto, etnis Tionghoa kelahiran Pati Jawa Tengah. Istri saya 
kelahiran Pamekasan Madura.
  > > 
  > > Menarik nih dik Yudi, kalau leluhur Anda dari garis Ibu dari
  > > Madura.
  > > Siapa tahu kalau ternyata leluhur istri saya mungkin ada yang berkaitan 
family.
  > > 
  > > Boleh tahu Madura-nya dikota mana & tinggalnya dimana ?
  > > 
  > > 
  > > Salam hangat dari Madura. 
  > > 
  > > Andy Haryanto
  > > 
  > > 
  > > Powered by Telkomsel BlackBerry®
  > > 
  > > -----Original Message-----
  > > From: yudigadget.milis@
  > > Sender: [email protected]
  > > Date: Wed, 6 Feb 2013 04:30:54 
  > > To: 
  > > Reply-To: [email protected]
  > > Subject: Re: [t-net] Mohon bantuan :)
  > > 
  > > Oh, tadi saya belum mention yah?
  > > Ayah saya etnis chinese yg lahir di blora (jawa tengah), begitupun dgn 
orang tua ayah saya.
  > > 
  > > Ibu saya keturunan chinese juga, tapi darah orang asli madura, kalau ga 
salah kakek / nenek buyut :)
  > > 
  > > Harusnya saya peranakan tionghoa yah?
  > > 
  > > Salam,
  > > Yudi
  > > 
  > > Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
  > > 
  > > -----Original Message-----
  > > From: "sekarghautama" 
  > > Sender: [email protected]
  > > Date: Wed, 06 Feb 2013 02:44:21 
  > > To: 
  > > Reply-To: [email protected]
  > > Subject: Re: [t-net] Mohon bantuan :)
  > > 
  > > 
  > > 
  > > Terimakasih Pak Aris atas komentarnya. Memang sangat heterogen. Karena 
saya rasa di T-net sendiri juga ada perbedaan-perbedaan ini, justru itu yang 
membuat saya tertarik untuk melihat interaksi antar para member di sini :)
  > > 
  > > 
  > > Kepada Pak Yudi terimakasih juga ceritanya, hehe. Maaf tapi Bapak sendiri 
peranakan Tionghoa? 
  > > 
  > > 
  > > --- In [email protected], yudigadget.milis@ wrote:
  > > >
  > > > Dear sekar,
  > > > Saya pribadi dapat info dari orang tua saya, saya ada darah orang asli 
indonesia (madura).
  > > > 
  > > > Jadi ibu saya lahir di Pamekasan, Madura, nah kakek/nenek buyut saya 
ada yg orang asli madura. Mungkin itu kenapa ibu saya warna kulitnya sawo 
matang :)
  > > > Ibu saya dibesarkan di Jember, Jawa Timur.
  > > > 
  > > > Ketemu ayah saya (almarhum) yg lahir di blora, setahu saya tidak ada 
darah campuran dan besar di Jember juga. Ayah saya dulu pengusaha tembakau, 
bahkan kakaknya (almarhum) kerja di Gudang Garam.
  > > > 
  > > > Saya anak ke 4 dari 4 bersaudara (bungsu), dari kecil umur 5 tahun saya 
sudah hijrah ke Jakarta dikarenakan ayah saya terkena stroke, maklum soalnya 
usahanya tembakau, ngerokok seperti kereta api hingga terkena penyempitan 
pembuluh darah di otak.
  > > > Saya dari kecil sih nggak pernah kenal namanya imlek, angpao, dsb. 
Mungkin karena tradisi chinesenya sudah hilang.
  > > > Baru saya besar dimana istri kakak saya merayakan, termasuk istri saya 
juga merayakan, akhirnya saya jadi ikutan, termasuk tradisi makan onde, makan 
bacang, cap go meh, moon cake, dsb :)
  > > > Saya agak menyesal karena seperti angpao baru tahunya sekarang, karena 
saat menikah yg ada malah moment saya kasih angpao ke keponakan2 yg buanyak! 
Hihihi, kebetulan saya & istri sudah 3 tahun menikah belum dikasih rejeki anak 
(klo ada yg bisa info dokter atau sinshe bagus boleh donk di share hehe)
  > > > 
  > > > Sekian dari saya
  > > > 
  > > > Salam,
  > > > Yudi
  > > > 
  > > > Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
  > > > 
  > > > -----Original Message-----
  > > > From: arisananta@
  > > > Sender: [email protected]
  > > > Date: Tue, 5 Feb 2013 22:16:46 
  > > > To: 
  > > > Reply-To: [email protected]
  > > > Subject: Re: [t-net] Mohon bantuan :)
  > > > 
  > > > Mbak Sekar,
  > > > 
  > > > Ketionghoaan atau apa pun namanya sangat heterogen. Sangat dipengaruhi 
dimana dia tumbuh, dimana dia berada. Misalnya, Tionghoa yang lahir dan besar 
di Solo akan berbeda dengan Tionghoa yang lahir dan besar di Pontianak.
  > > > 
  > > > Kini, seperti juga suku bangsa lain di Indonesia, mobilitas orang 
Tionghoa juga makin tinggi. Ada pula yang besar di luar Indonesia. Mobilitas 
yang tinggi ini menyebabkan makin susah mencari satu identitas. Tionghoa Solo 
yang hidup lama di Bali dapat berbeda dengan Tionghoa Solo yang hidup lama di 
Medan.
  > > > 
  > > > Selanjutnya, Chinese di Indonesia berbeda dengan Chinese di Singapura, 
dan Chinese di China. Tak usah risau. Ini yang menarik
  > > > 
  > > > Dinamika semacam ini terjadi untuk banyak suku bangsa lain. Bahkan, 
siapakah orang Jawa?
  > > > 
  > > > Semoga berguna,
  > > > 
  > > > Aris
  > > > -----Original Message-----
  > > > From: "sekarghautama" 
  > > > Sender: [email protected]
  > > > Date: Tue, 05 Feb 2013 13:54:58 
  > > > To: 
  > > > Reply-To: [email protected]
  > > > Subject: Re: [t-net] Mohon bantuan :)
  > > > 
  > > > Terimakasih Pak JT sudah mengingatkan.
  > > > 
  > > > Untuk Mbak Sarah Serena dan Pak Jhon Siswanto juga Pak Toms Kaembo 
terimakasih sekali replynya. Memang yang saya tanyakan juga meliputi bagaimana 
sebenarnya pendapat member tentang identitas ketionghoaannya di Indonesia 
karena memang judul skripsi saya adalah Indonesia Tionghoa dan Internet: studi 
kasus Tionghoa-net sebagai salah satu bentuk ekspresi identitas orang Indonesia 
Tionghoa di internet.
  > > > 
  > > > Garis besar penelitian saya adalah tentang T-net sebagai sarana 
peleburan orang-orang Indonesia Tionghoa dengan yang non-Tionghoa, dalam 
konteksnya sebagai masyarakat Indonesia. Identitas di sini maksudnya bukan 
hanya nama umur dan pekerjaan, tetapi juga apa saja yang menjadikan seorang 
member sebagai Tionghoa di Indonesia. Seperti yang Mbak Sarah juga sudah 
ungkapkan bahwa peranakan Tionghoa adalah bagian dari masyarakat pribumi dan 
memiliki semangat kebangsaan yang tinggi. Terimakasih banyak Mbak karena ini 
sangat sangat membantu saya.
  > > > 
  > > > Penelitian ini juga melihat bagaimana peran T-net dalam mengekspresikan 
identitas para anggotanya sebagai orang Tionghoa di Indonesia. Untuk itu saya 
butuh pandangan member sendiri mengenai makna identitas sebagai orang Tionghoa 
di Indonesia bagi para member sendiri. Ini sepertinya sudah saya tanyakan pada 
beberapa anggota via personal email, karena sebenarnya saya agak takut untuk 
ngepos di forum. Takut salah nulis atau salah komentar, hehe.
  > > > 
  > > > Saya harap kesediaan para member untuk membantu saya. Saya belum bisa 
memberikan draft skripsi saya karena memang sedang dirombak untuk keperluan 
sidang, tetapi jika ada yang ingin tahu lebih jauh mengenai penelitian saya 
boleh tanya dan saya akan jawab sebaik-baiknya.
  > > > 
  > > > Terimakasih sebelumnya.
  > > > 
  > > > 
  > > > 
  > > > --- In [email protected], "JT" wrote:
  > > > >
  > > > > Untuk Sekar Ghautama.
  > > > >
  > > > > Beberapa member sudah memberikan tanggapan atas permintaan anda. 
Seyogyanya anda menanggapi balik, apakah informasi yang anda inginkan seperti 
yang dikemukakan oleh Sarah Serena, atau cukup seperti yang dikemukakan oleh 
John Siswanto dan Toms Kaembo, hanya nama, umur, dan profesi saja? Silakan 
memberikan tanggapan.
  > > > >
  > > > > Kalau anda sendiri pasif, yang lain tentu jadi malas untuk memberikan 
tanggapan seperti yang anda inginkan. Kalau perlu, anda juga bisa minta saran2 
dan koreksi dari member disini tentang draft Skripsi yang anda buat, agar 
hasilnya benar2 memuaskan. Tapi semua terserah anda, kami hanya memberikan 
saran.
  > > > >
  > > > > Salam
  > > > > JT
  > > > >
  > > > >
  > > > > --------------
  > > > >
  > > > >
  > > > >
  > > > >
  > > > > --- In [email protected], sarah_serena2002@ wrote:
  > > > > >
  > > > > > Salam....
  > > > > >
  > > > > > Mbak sekar, perkenalkan :
  > > > > >
  > > > > > Nama saya : sarah serena
  > > > > > Umur. : 37 tahun
  > > > > > Pekerjaan ; advokat
  > > > > > Saya adalah peranakan arab tionghoa, jawa and sumatra...
  > > > > >
  > > > > > keberadaan milis ini terus terang menurut saya pribadi secara tidak 
langsung mengingatkan kembali kepada masyarakat indonesia pada umumnya, dan 
masyarakat awam pada khusus nya , bahwa peranakan tionghoa adalah bagian dari 
masyarakat indonesia yang tak terpisahkan. Milis ini memperlihatkan bahwa 
komunitas peranakan tionghoa juga mempunyai semangat kebangsaan yang tinggi 
sama halnya dengan masyarakat pribumi. Komentar komentar para anggota milis, 
menunjuk kan kepedulian mereka terhadap situasi dan kondisi yang tengah 
berkembang dalam masyarakat indonesia. Milis ini secara tidak langsung 
meruntuhkan persepsi kaum pribumi, yang beranggapan bila masyarakat tionghoa 
kurang peduli pada nasib bangsa indonesia.
  > > > > >
  > > > > > Waktu saya bilang sama teman saya yang asli pribumi kalau saya 
ikutan milis ini...
  > > > > > Teman saya tanya...
  > > > > > Kok kamu bisa ikutan ???
  > > > > > Memang nya kamu tionghoa
  > > > > > (Wajah sy jawa, logat saya sumatra)
  > > > > > Saya bilang sama teman sy..
  > > > > > Saya bisa ikut, karena saya keturunan tionghoa dari pihak nenek ibu 
saya....
  > > > > >
  > > > > > Dari pertanyaan teman saya tersebut....
  > > > > > Ada kesan bahwa milis tionghoa adalah milis ekslusif yang di 
khususkan bagi orang orang peranakan ataupun keturunan tionghoa....
  > > > > >
  > > > > > namun pada kenyataan nya milis ini lintas suku bangsa...
  > > > > > Dan welcome terhadap semua informasi yg bermanfaat baik untuk milis 
itu sendiri ataupun anggota milis....
  > > > > >
  > > > > > Mungkin itu aja pandangan sy mengenai milis ini...
  > > > > >
  > > > > > Semoga bermanfaat..
  > > > > >
  > > > > > Salam
  > > > > > Sarah
  > > > > > Sent from my BlackBerry®
  > > > > > powered by Sinyal Kuat INDOSAT
  > > > > >
  > > > > > -----Original Message-----
  > > > > > From: "sekarghautama"
  > > > > > Sender: [email protected]
  > > > > > Date: Mon, 04 Feb 2013 02:18:12
  > > > > > To:
  > > > > > Reply-To: [email protected]
  > > > > > Subject: [t-net] Mohon bantuan :)
  > > > > >
  > > > > > Selamat pagi.. Maaf nih saya jarang-jarang ngepost. Saya yang 
sedang bikin penelitian skripsi tentang T-net (yang sudah berlangsung dari 
tahun lalu sebenarnya penelitiannya), boleh nggak kalau saya biodata member 
(nama, umur, pekerjaan), dan pandangannya tentang identitas sebagai orang 
Tionghoa? Data saya mengenai itu sedikit kurang , hehe. Terimakasih sebelumnya 
para member dan admin.
  > > > > >
  > > > >
  > > >
  > >
  >









[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke