Dulu PDI-P ingin beli Lativi, langsung di bayar kelompok lain, ketakutan 
punya media massa, lucu juga pola pikirnya.
Bila keseringan menayangkan kelemahan lawan politik, maka yg untung malah yg 
tidak memiliki media tayang.
Kebingungan media tayangnya mau nembak pelornya gak tahu arahnya kemana.

----- Original Message ----- 
From: "pinpinyuliansyah" <[email protected]>

yang lucu kalau pakai "Top TV", di daerah saya TVRI nasionalnya malah 
kadangkala nddak ada :-)

but ... sepertinya sedang ada perubahan cukup lumayan di TVRI ... lumayanlah 
untuk ngimbangi berita2 nya metro tv yang sibuk surya paloh mlulu dan TV One 
yang golkarnya kentel banget.

mostinya pemimpin partai atawa pulitik itu nddak punya stasiun tv. jadinya 
apan beginong. Heu heu ...

--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
>
> TVRI ambil 4 channel digital.
>
> Paling demen liat yang (lupa channel berapa)
> spesial olahraga.
>
> Asyik, banyak atlet klasiknya.
>
> Untuk yang channel pendidikan masih bikin mata sepet
> hati empet.
>
>
> --- ayub <ayubyahya@> wrote:
>
> > TVRI ada yg versi digital.. kalo di tivi gw di channel 600
> > mayan, lebih jelas detail gambarnya dan sering siaran langsung
> > liga italy...
> 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke